Literasi Keuangan Tak Langsung Ubah Perilaku Belanja, Pembayaran Digital Jadi Faktor Penentu

Ilustrasi by AI

Jakarta — Literasi keuangan ternyata belum tentu secara langsung membentuk perilaku belanja konsumen di era digital. Sebaliknya, penggunaan pembayaran digital (digital payment) menjadi faktor penting yang menjembatani pengaruh literasi keuangan dan ketergantungan terhadap promosi terhadap perilaku konsumen di platform e-commerce. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Alia Sabrina Hamid dan Lela Nurlaela Wati dari Muhammadiyah University of Technology Jakarta. Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai bagaimana pembayaran digital berperan dalam membentuk pola konsumsi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja. Kemunculan berbagai platform e-commerce yang dipadukan dengan dompet digital, mobile banking, hingga layanan pembayaran berbasis QR Code membuat proses transaksi menjadi semakin cepat, mudah, dan praktis. Di Indonesia, dompet digital bahkan menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan dalam transaksi belanja daring. Bersamaan dengan itu, berbagai promosi seperti cashback, potongan harga, voucher, hingga gratis ongkos kirim semakin mendorong masyarakat melakukan pembelian secara impulsif. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana literasi keuangan masih mampu mengendalikan perilaku konsumsi di tengah kemudahan pembayaran digital dan derasnya promosi e-commerce.

Berangkat dari kondisi tersebut, para peneliti menilai bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya hanya mengkaji hubungan langsung antara literasi keuangan, promosi, dan perilaku konsumen. Padahal, pembayaran digital diduga memiliki peran sebagai variabel yang menghubungkan ketiga faktor tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan model yang menempatkan digital payment sebagai variabel mediasi untuk menjelaskan bagaimana literasi keuangan dan ketergantungan terhadap promosi memengaruhi perilaku konsumen saat berbelanja melalui e-commerce.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 280 konsumen yang pernah melakukan transaksi menggunakan pembayaran digital. Responden didominasi perempuan sebanyak 214 orang, sedangkan responden laki-laki berjumlah 66 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert enam poin, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Seluruh instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan dalam analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen. Semakin sering seseorang menggunakan pembayaran digital, semakin tinggi kecenderungannya melakukan aktivitas konsumsi melalui e-commerce. Kemudahan, kecepatan, fleksibilitas, dan efisiensi transaksi membuat hambatan dalam proses pembelian semakin kecil sehingga konsumen lebih mudah melakukan pembelian, termasuk pembelian yang tidak direncanakan sebelumnya.

Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku konsumen. Meskipun seseorang memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, hal tersebut belum tentu membuatnya lebih rasional ketika berbelanja secara daring. Peneliti menjelaskan bahwa perilaku konsumsi di era digital dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kemudahan transaksi, gaya hidup digital, media sosial, hingga strategi promosi yang agresif. Dengan kata lain, pengetahuan keuangan saja belum cukup untuk mengendalikan keputusan pembelian masyarakat.

Sebaliknya, ketergantungan terhadap promosi terbukti memberikan pengaruh paling besar terhadap perilaku konsumen. Berbagai program diskon, cashback, voucher belanja, dan flash sale berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja, bahkan terhadap produk yang sebelumnya tidak direncanakan. Penelitian menunjukkan bahwa promosi menciptakan persepsi keuntungan ekonomi sekaligus rasa takut kehilangan kesempatan (fear of missing out), sehingga konsumen terdorong segera menyelesaikan transaksi.

Penelitian juga menemukan bahwa literasi keuangan dan ketergantungan terhadap promosi sama-sama meningkatkan penggunaan pembayaran digital. Konsumen yang memahami manfaat teknologi keuangan cenderung lebih mudah mengadopsi pembayaran digital. Di sisi lain, konsumen yang sangat bergantung pada promosi juga semakin sering menggunakan pembayaran digital karena sebagian besar program cashback, voucher eksklusif, dan diskon hanya dapat diperoleh melalui metode pembayaran tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembayaran digital berhasil menjadi variabel mediasi yang menghubungkan kedua faktor tersebut dengan perilaku konsumen.

Menurut Alia Sabrina Hamid dan Lela Nurlaela Wati dari Muhammadiyah University of Technology Jakarta, perusahaan e-commerce maupun penyedia layanan pembayaran digital sebaiknya tidak memandang literasi keuangan, strategi promosi, dan pembayaran digital sebagai tiga aspek yang terpisah. Ketiganya perlu diintegrasikan dalam satu strategi agar mampu meningkatkan adopsi pembayaran digital sekaligus mendorong perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Peneliti juga menekankan pentingnya edukasi literasi keuangan yang disertai pengembangan teknologi pembayaran digital yang aman dan mudah diakses agar pertumbuhan ekonomi digital berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi industri e-commerce, penyedia layanan keuangan digital, regulator, dan masyarakat. Bagi pelaku usaha, strategi promosi yang dipadukan dengan sistem pembayaran digital terbukti efektif meningkatkan aktivitas transaksi. Namun, di sisi lain, peningkatan literasi keuangan tetap perlu diperkuat agar masyarakat mampu memanfaatkan kemudahan teknologi secara lebih bijaksana. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga menciptakan perilaku konsumsi yang lebih sehat, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

Profil Penulis

Alia Sabrina Hamid dan Lela Nurlaela Wati
Muhammadiyah University of Technology Jakarta, Indonesia.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Digital Payments as a Mediator Financial Literacy and Promotion Dependency
Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5, No. 7, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.231

Link Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar