Literasi Digital dan Lingkungan Kelas Terbukti Dongkrak Nilai Ekonomi Siswa Lewat Keyakinan Diri


Ilustration by AI 

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kecakapan menggunakan teknologi digital dan suasana kelas yang kondusif menjadi kunci utama dalam mendongkrak pencapaian akademik siswa. Studi ilmiah ini dipublikasikan pada tahun 2026 oleh dua peneliti dari Universitas Negeri Surabaya, Haniyyah Hidayatur Rohmah dan Mohamad Arief Rafsanjani. Dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 10 Surabaya, riset ini berfokus pada mata pelajaran Ekonomi siswa kelas 11. Hasil temuan ini menjadi sangat penting di era modern, karena membuktikan bahwa fasilitas teknologi tinggi tidak akan berdampak maksimal pada nilai rapor tanpa adanya rasa percaya diri yang kuat pada diri siswa serta lingkungan sekolah yang suportif.

Krisis Prestasi Belajar di Era Digital

Banyak sekolah saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan atau meningkatkan performa akademik murid mereka. Secara makro, capaian belajar pelajar di Indonesia tercatat masih berada di bawah rata-rata internasional berdasarkan hasil penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022. Fenomena serupa juga sempat terlihat secara spesifik di SMA Negeri 10 Surabaya, di mana lebih dari separuh siswa kedapatan belum berhasil mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk mata pelajaran Ekonomi.

Kondisi tersebut melatarbelakangi kedua peneliti untuk menyelidiki akar masalahnya. Melalui kacamata Teori Kognitif Sosial yang digagas oleh pakar psikologi Albert Bandura, pencapaian akademik seseorang sebenarnya dibentuk oleh interaksi dinamis antara faktor personal dan faktor lingkungan. Dalam konteks dunia pendidikan modern saat ini, literasi digital bertindak sebagai faktor personal siswa, sedangkan suasana atau iklim di dalam kelas menjadi faktor lingkungan penentunya. Kedua hal ini kemudian dianalisis keterkaitannya terhadap hasil belajar dengan melibatkan variabel psikologis penting, yaitu efikasi diri (keyakinan kuat siswa terhadap kemampuan akademiknya sendiri).

Metodologi Riset yang Akurat dan Sederhana

Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori untuk menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel. Data dikumpulkan langsung di lapangan setelah mengantongi izin resmi dari pihak sekolah SMA Negeri 10 Surabaya. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada para siswa kelas 11 yang dipilih menggunakan teknik sampel acak berstrata proporsional (proportionate stratified random sampling). Kuesioner ini dirancang menggunakan Skala Likert untuk mengukur tingkat kecakapan digital, kenyamanan lingkungan kelas, dan rasa percaya diri siswa. Sebelum disebarkan secara luas, instrumen riset telah diuji validitas dan reliabilitasnya memakai perangkat lunak IBM SPSS Statistics demi menjamin keakuratan data.

Sementara itu, data sekunder berupa hasil belajar murni diambil dari dokumentasi nilai ujian milik guru mata pelajaran Ekonomi yang mencakup empat subtopik pembelajaran. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah secara komputasi menggunakan teknik Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Melalui metode statistik canggih yang dikemas sederhana ini, peneliti dapat melihat dengan jelas jalur pengaruh langsung maupun tidak langsung dari setiap faktor yang diuji.

Temuan Utama Penelitian: Angka yang Berbicara

Analisis data berbasis pemodelan statistik dalam riset ini membuahkan sejumlah temuan penting yang sangat krusial bagi dunia pendidikan:

  • Prediksi Model yang Kuat: Kombinasi kecakapan digital dan suasana kelas mampu menjelaskan 68% variasi pada tingkat keyakinan diri siswa. Lebih hebat lagi, ketika variabel keyakinan diri ikut digabungkan, model riset ini sukses menjelaskan hingga 70,3% variasi dari hasil belajar siswa.
  • Pengaruh Besar Faktor Personal dan Lingkungan: Kecakapan digital siswa serta kondisi lingkungan kelas terbukti memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk rasa percaya diri siswa di sekolah.
  • Semua Hipotesis Diterima secara Signifikan: Berdasarkan pengujian hipotesis dengan teknik bootstrapping, ketujuh jalur hubungan yang diajukan oleh peneliti dinyatakan sah dan diterima secara meyakinkan dengan nilai signifikansi statistik yang sangat kuat (nilai p-values sebesar 0,000, jauh di bawah standar toleransi 0,05).
  • Rantai Pengaruh yang Saling Terkait: Kecakapan digital dan suasana kelas yang positif tidak hanya langsung menaikkan nilai ujian siswa, namun juga secara tidak langsung memicu peningkatan nilai tersebut dengan cara mendongkrak rasa percaya diri pelajar terlebih dahulu.

Keyakinan Diri Menjadi Jembatan Sukses Akademik

Berdasarkan pengamatan nyata di SMA Negeri 10 Surabaya, terdapat perbedaan kontras di antara para pelajar. Siswa dengan kecakapan digital yang baik mampu memanfaatkan gawai mereka secara mandiri untuk mencari referensi tugas dan mengakses materi belajar tambahan. Pengalaman keberhasilan inilah yang secara psikologis memicu lonjakan efikasi diri atau rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, siswa yang kurang cakap cenderung menggunakan ponsel untuk aktivitas non-akademik di kelas, sehingga kehilangan fokus dan berujung pada menurunnya keyakinan diri untuk berprestasi.

Di sisi lain, faktor sosial dan fisik kelas juga memegang peranan vital. Pada kelas-kelas yang memiliki hubungan pertemanan yang harmonis dan saling menghargai, siswa merasa aman untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Sebaliknya, pada kelas yang masih diwarnai aksi saling ejek terhadap murid yang aktif, siswa cenderung memilih diam karena merasa tidak nyaman. Selain aspek sosial, kenyamanan fisik seperti pencahayaan yang terang serta sirkulasi udara yang sejuk terbukti membuat konsentrasi siswa tetap terjaga dengan prima.

Temuan ini mempertegas asas interaksi timbal balik dalam teori belajar sosial. Efikasi diri bertindak sebagai mesin penggerak mental. Ketika siswa merasa fasih menggunakan teknologi (faktor personal) dan didukung oleh ruang kelas yang nyaman (faktor lingkungan), mental mereka akan jauh lebih tangguh, tidak mudah menyerah saat menghadapi soal ekonomi yang rumit, dan pada akhirnya mampu mencetak nilai ujian yang memuaskan.

Implikasi Kebijakan dan Rekomendasi Nyata bagi Pendidikan

Hasil penelitian ini membawa implikasi praktis yang besar bagi transformasi sistem pendidikan nasional di Indonesia:

  • Bagi Manajemen Sekolah: Pihak sekolah didorong untuk memprioritaskan penyediaan fasilitas digital yang merata dan stabil, seperti akses internet berkecepatan tinggi, laboratorium komputer yang memadai, dan implementasi Learning Management System (LMS) yang ramah pengguna. Selain itu, perbaikan kondisi fisik ruang kelas harus menjadi agenda utama demi kenyamanan belajar siswa.
  • Bagi Tenaga Pendidik (Guru): Guru diharapkan tidak lagi mengajar dengan metode konvensional yang kaku. Guru disarankan mulai mengintegrasikan teknologi digital ke dalam alur pengajaran serta wajib membangun atmosfer kelas yang interaktif. Setiap siswa harus diberikan kesempatan yang setara untuk berpendapat dan berdiskusi tanpa takut dihakimi, demi memupuk rasa percaya diri mereka.
  • Bagi Siswa: Pelajar dituntut untuk lebih bijak memanfaatkan gawai dan teknologi internet sebagai media belajar mandiri, serta harus lebih berani melatih diri dalam kegiatan diskusi kelompok di kelas.
  • Bagi Peneliti Masa Depan: Riset ini membuka peluang pengembangan studi lanjutan dengan menambahkan variabel-variabel relevan lainnya yang belum tercover, seperti motivasi belajar intrinsik, kemampuan regulasi diri (self-regulated learning), hingga besarnya faktor dukungan dari orang tua di rumah.

Profil Peneliti

  • Haniyyah Hidayatur Rohmah, S.Pd. (Cand.): Mahasiswa program sarjana di Universitas Negeri Surabaya, aktif mendalami riset di bidang pengembangan metode pembelajaran ekonomi dan implementasi teknologi digital dalam dunia pendidikan tingkat menengah.
  • Mohamad Arief Rafsanjani, S.Pd., M.Pd.: Dosen sekaligus peneliti senior di Universitas Negeri Surabaya. Beliau memiliki kepakaran mendalam di bidang strategi pembelajaran ekonomi, evaluasi pendidikan, serta penerapan model-model psikologi kognitif dalam memecahkan masalah akademis siswa.

Sumber Publikasi Ilmiah

Judul Artikel Jurnal: The Influence of Digital Literacy and Classroom Climate on Learning Outcomes Through Self-Efficacy as a Mediating Variable
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026 (Volume 5, Nomor 3, Halaman 257-270)
Tautan Resmi Resmi (DOI): https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i3.26

Posting Komentar

0 Komentar