Laporan ESG Dongkrak Nilai Pasar Perusahaan Dunia, Ini Bukti Riset Terbaru Peneliti Universitas Hasanuddin


Ilustrasiby AI 

Penerapan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) kini bukan lagi sekadar tren moral bagi dunia bisnis global, melainkan pendorong nyata nilai valuasi pasar perusahaan. Kesimpulan penting ini merupakan hasil riset mendalam berbasis tinjauan literatur sistematis yang dilakukan oleh tiga peneliti dari Universitas Hasanuddin, yakni Cindy Nur Azaria Mansa, Haliah, dan Darmawati pada tahun 2026. Mengingat nilai aset investasi berbasis ESG di tingkat global telah menembus angka fantastis sebesar USD 35 triliun sejak 2020 dan terus melesat hingga pertengahan dekade 2020-an, laporan ilmiah ini memberikan panduan krusial bagi para pelaku pasar. Hasil evaluasi komprehensif terhadap puluhan studi empiris global sepanjang periode 2021 hingga 2025 membuktikan bahwa transparansi keberlanjutan mampu meningkatkan kepercayaan investor secara signifikan.

Sinyal Positif bagi Investor vs Beban Biaya Operasional

Tuntutan regulasi yang semakin ketat, perubahan preferensi konsumen ke arah produk ramah lingkungan, serta pergeseran fokus komunitas investasi institusional menjadi motor utama adopsi pelaporan ESG. Berbagai korporasi di pasar maju seperti Eropa Barat dan Amerika Utara, hingga pasar berkembang yang tumbuh pesat seperti Indonesia dan India, kini mengintegrasikan laporan ESG ke dalam pembukuan tahunan mereka.

Nilai perusahaan sendiri mencerminkan persepsi investor terhadap keberhasilan bisnis, yang umumnya diukur melalui indikator keuangan seperti Tobin’s Q dan Price-to-Book Value (PBV). Perusahaan dengan performa ESG yang kuat dinilai lebih unggul oleh pasar karena kemampuannya dalam memitigasi risiko operasional, memperkuat reputasi merek, dan membangun keunggulan kompetitif jangka panjang.

Meski demikian, perdebatan akademik mengenai dampak ESG terhadap nilai keuangan perusahaan sempat diwarnai ketidakpastian. Sebagian riset mencatat hubungan positif yang kuat, namun ada pula yang melihatnya secara negatif atau bahkan tidak menemukan korelasi sama sekali. Perbedaan ini memicu tim peneliti dari Universitas Hasanuddin untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna memetakan kondisi sebenarnya di lapangan.

Analisis Data Berbasis Protokol Internasional PRISMA

Guna mendapatkan hasil yang objektif dan bebas bias, tim peneliti menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol internasional PRISMA 2020. Proses pencarian data dilakukan pada basis data Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish menggunakan kata kunci "ESG AND firm value".

  • Dari pencarian awal, ditemukan sebanyak 500 artikel ilmiah yang terbit dalam rentang tahun 2021 hingga 2025.
  • Melalui penyaringan ketat berdasarkan relevansi topik, pemenuhan kriteria data empiris kuantitatif, serta status jurnal yang telah melalui penelaahan sejawat (peer-reviewed), terpilih 35 artikel final yang dianalisis secara mendalam.
  • Sebaran geografis dari artikel riset yang dianalisis meliputi wilayah China (25,7%), riset multinegara (22,9%), Indonesia (22,9%), Korea Selatan (8,6%), Uni Eropa (8,6%), India (5,7%), serta beberapa kawasan lain seperti Australia dan Afrika.

Temuan Utama: Mayoritas Riset Buktikan ESG Naikkan Valuasi

Analisis naratif terhadap puluhan data penelitian tersebut menghasilkan tiga poin temuan utama yang sangat krusial bagi lanskap bisnis modern:

1. Enam dari Sepuluh Riset Catat Dampak Positif Nyata

Sebanyak 21 dari 35 artikel ilmiah yang diteliti (atau setara 60%) secara konsisten menunjukkan bahwa nilai skor ESG yang tinggi berhasil mendongkrak valuasi pasar perusahaan secara signifikan. Komitmen terhadap isu keberlanjutan terbukti mampu meminimalkan ketidakpastian informasi di mata pelaku pasar modal.

2. Pengukuran Berbasis Materialitas Industri Jauh Lebih Informatif

Terdapat variasi besar dalam metodologi pengukuran ESG di berbagai negara, mulai dari skor agensi pemeringkat internasional (seperti Refinitiv dan Bloomberg) hingga indeks pengungkapan mandiri berbasis standar GRI. Hasil riset membuktikan bahwa skor yang disesuaikan secara khusus dengan tingkat kepatuhan materi industri (ESG Materiality Scores) jauh lebih akurat dalam menjelaskan nilai perusahaan ketimbang skor agregat yang bersifat generik.

3. Kontroversi ESG Menghancurkan Nilai Saham

Riset juga menemukan bahwa manajemen risiko yang buruk berakibat fatal bagi korporasi. Perusahaan yang terlibat dalam kasus atau kontroversi lingkungan, sosial, maupun tata kelola terbukti mengalami penurunan nilai Tobin’s Q dan rasio pasar terhadap buku (Market-to-Book Ratio) yang sangat tajam, dengan perkiraan kehilangan nilai perusahaan hingga mencapai 4,23%.

Implikasi bagi Dunia Usaha dan Kebijakan Publik

Hasil riset ini membawa pesan kuat bagi para manajer dan jajaran direksi korporasi agar memperlakukan pelaporan ESG sebagai instrumen investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif demi kepatuhan hukum semata. Bagi para investor, khususnya di pasar negara berkembang, penilaian ESG dapat digunakan sebagai indikator penyaringan instrumen portofolio yang andal guna menghindari risiko kerugian akibat tata kelola yang buruk di masa depan.

Bagi otoritas regulator keuangan, temuan ini mempertegas pentingnya merumuskan kerangka kerja keterbukaan informasi keberlanjutan yang lebih terstandardisasi dan adaptif terhadap karakteristik industri domestik. Langkah ini krusial demi mendorong daya saing pasar modal di tingkat internasional.

Profil Peneliti

Artikel ilmiah ini disusun oleh tim peneliti dari Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia:

  • Cindy Nur Azaria Mansa, S.E.: Peneliti utama di bidang akuntansi keberlanjutan dan pelaporan korporat.
  • Prof. Dr. Haliah, S.E., M.Si., Ak., CA: Guru Besar Akuntansi Universitas Hasanuddin yang ahli dalam bidang akuntansi sektor publik, tata kelola, dan sistem pelaporan keuangan.
  • Dr. Darmawati, S.E., M.Si., Ak., CA: Dosen dan peneliti senior dengan fokus keahlian pada tata kelola perusahaan (corporate governance) dan akuntansi manajemen.

Sumber Penelitian

Judul Artikel Jurnal: ESG Reporting and Firm Value: A Systematic Literature Review of Sustainability Disclosure Strategies
Nama Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Volume & Kinerja Publikasi: Vol. 5, No. 3, Tahun 2026, Halaman 167-184
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/ijabm.v5i3.12
URL https://journalijabm.my.id/index.php/ijabm/index

Posting Komentar

0 Komentar