Kepemimpinan Etis dan Kecerdasan Emosional Jadi Kunci Utama Tingkatkan Kepuasan Kerja Karyawan

Ilustrasi by AI

PEKANBARU – Sinergi antara kepemimpinan etis dan kecerdasan emosional terbukti menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan di sektor layanan publik. Penelitian yang dilakukan oleh Muharti, Albafery, dan Darimi dari STIE Purna Graha, Indonesia, yang diterbitkan pada Juni 2026, menunjukkan bahwa kombinasi kedua faktor ini mampu menjelaskan 78,2% tingkat kepuasan kerja karyawan.

Studi ini dilakukan di Puskesmas Garuda, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan 44 responden karyawan. Peneliti menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel aksidental dan menganalisis data melalui pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS.

Mengapa Kepuasan Kerja Penting?

Kepuasan kerja merupakan cerminan sikap karyawan terhadap pekerjaannya, yang sangat krusial bagi produktivitas dan keberlangsungan sebuah organisasi, termasuk di instansi kesehatan masyarakat. Karyawan yang tidak puas cenderung menunjukkan penurunan kinerja dan tingginya tingkat absensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana gaya kepemimpinan yang beretika dan kemampuan mengelola emosi karyawan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis data mengungkapkan bahwa baik kepemimpinan etis maupun kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Berikut adalah ringkasan temuan penelitian:

  • Pengaruh Kepemimpinan Etis: Pemimpin yang selalu mendiskusikan masalah, mendengarkan input bawahan, dan mengutamakan proses dialogis secara signifikan meningkatkan kepuasan karyawan (sampel asli = 0,503; p = 0,000).
  • Pengaruh Kecerdasan Emosional: Karyawan dengan kemampuan baik dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi—termasuk kemampuan bersosialisasi—berkontribusi positif pada kepuasan kerja mereka (sampel asli = 0,469; p = 0,000).
  • Sinergi Efektif: Kombinasi kepemimpinan etis dan kecerdasan emosional secara bersama-sama membentuk model sinergi yang efektif dengan kontribusi mencapai 78,2%.

Implikasi Praktis bagi Organisasi

Temuan ini memberikan panduan praktis bagi manajemen organisasi, khususnya di sektor kesehatan, untuk tidak hanya berfokus pada target administratif, tetapi juga membangun budaya organisasi yang inklusif. Manajemen disarankan untuk mempertahankan praktik kepemimpinan yang terbuka, di mana pemimpin berperan sebagai mentor yang transparan dan jujur. Selain itu, pengembangan keterampilan emosional karyawan melalui pelatihan rutin seperti peningkatan kesadaran diri dan empati sangat disarankan untuk mencapai tingkat kepuasan kerja yang optimal.

Profil Penulis: Penelitian ini disusun oleh Muharti, Albafery, dan Darimi, akademisi dari Jurusan Manajemen, STIE Purna Graha, Indonesia, yang memiliki fokus keahlian pada manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Synergy of Ethical Leadership and Emotional Intelligence to Increase Employee Job Satisfaction
  • Nama Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16527

Posting Komentar

0 Komentar