Kebijakan Investasi dan Cash Holding Terbukti Tingkatkan Nilai Perusahaan Farmasi di Bursa Efek Indonesia

Created by AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Kebijakan investasi yang tepat dan pengelolaan kas (cash holding) yang optimal terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan farmasi di Indonesia. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan Domiri dan Heri Ispriyahadi dari Muhammadiyah University of Technology Jakarta. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini menganalisis perusahaan manufaktur subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Hasil riset memberikan gambaran baru mengenai strategi keuangan yang paling efektif untuk menjaga kepercayaan investor di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat.

Industri farmasi merupakan salah satu sektor strategis yang berperan besar dalam mendukung layanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Setelah pandemi COVID-19, perusahaan farmasi menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya persaingan, fluktuasi harga bahan baku, perubahan permintaan pasar, hingga ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilai perusahaan agar tetap menarik bagi investor.

Dalam dunia investasi, nilai perusahaan menjadi salah satu indikator utama yang digunakan untuk menilai prospek bisnis sebuah perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, semakin besar pula kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan di masa depan. Namun, data menunjukkan bahwa rata-rata Price to Book Value (PBV) perusahaan farmasi di BEI mengalami penurunan dari 3,532 pada 2019 menjadi 3,461 pada 2024. Meski masih berada di atas angka satu, tren tersebut mengindikasikan mulai melemahnya optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan sektor farmasi.

Melihat fenomena tersebut, Domiri dan Heri Ispriyahadi meneliti tiga faktor internal yang diduga memengaruhi nilai perusahaan, yaitu kebijakan investasi, cash holding, dan efisiensi aset. Ketiga variabel tersebut dipilih karena dianggap mencerminkan kualitas pengelolaan keuangan perusahaan sekaligus menjadi sinyal bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan tahunan sembilan perusahaan manufaktur subsektor farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2024. Total terdapat 54 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis melalui regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator keuangan memiliki dampak yang sama terhadap peningkatan nilai perusahaan. Dua faktor terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan satu faktor lainnya belum menunjukkan pengaruh yang berarti.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Kebijakan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin baik perusahaan mengalokasikan dana untuk investasi yang produktif, semakin tinggi pula kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
  • Cash holding juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Ketersediaan kas yang memadai memberikan fleksibilitas keuangan, memperkuat likuiditas, serta meningkatkan keyakinan investor bahwa perusahaan mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi.
  • Efisiensi aset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Walaupun perusahaan mampu memanfaatkan aset secara efisien, faktor tersebut belum menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai perusahaan farmasi.
  • Secara simultan, ketiga variabel tetap memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan investasi, pengelolaan kas, dan efisiensi operasional tetap penting dalam membentuk nilai perusahaan secara keseluruhan.

Analisis statistik juga menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan sekitar 28,4 persen variasi nilai perusahaan. Sisanya, sekitar 71,6 persen, dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti profitabilitas, struktur modal, ukuran perusahaan, kondisi makroekonomi, suku bunga, maupun sentimen pasar.

Menurut Domiri dan Heri Ispriyahadi, hasil tersebut memperlihatkan bahwa investor lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan investasi dan menjaga likuiditas dibandingkan sekadar efisiensi penggunaan aset. Kebijakan investasi yang tepat memberikan sinyal positif mengenai prospek pertumbuhan perusahaan, sedangkan cash holding yang dikelola secara optimal menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi risiko dan memanfaatkan peluang bisnis.

Sebaliknya, efisiensi aset belum tentu langsung meningkatkan nilai perusahaan apabila tidak diikuti peningkatan profitabilitas, pertumbuhan penjualan, maupun kinerja bisnis secara keseluruhan. Investor cenderung mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan sebelum menentukan keputusan investasi.

Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi perusahaan farmasi maupun sektor manufaktur lainnya. Manajemen perusahaan disarankan lebih selektif dalam menentukan proyek investasi agar dana perusahaan dialokasikan pada kegiatan yang memberikan nilai tambah jangka panjang. Selain itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan cash holding. Kas yang terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko likuiditas, sedangkan kas yang terlalu besar tanpa dimanfaatkan secara produktif justru berpotensi menimbulkan inefisiensi.

Bagi investor, penelitian ini memberikan gambaran bahwa kebijakan investasi dan tingkat cash holding dapat dijadikan indikator tambahan dalam menilai prospek perusahaan farmasi di pasar modal. Kedua aspek tersebut terbukti lebih mencerminkan kemampuan perusahaan menciptakan nilai dibandingkan hanya melihat tingkat efisiensi aset.

Penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan. Penulis menyarankan agar penelitian berikutnya melibatkan lebih banyak perusahaan dari sektor lain, memperpanjang periode observasi, serta memasukkan variabel tambahan seperti profitabilitas, struktur modal, ukuran perusahaan, kebijakan dividen, maupun faktor makroekonomi agar mampu menjelaskan nilai perusahaan secara lebih komprehensif.

Profil Penulis

Domiri merupakan akademisi dan peneliti dari Muhammadiyah University of Technology Jakarta yang memiliki fokus penelitian di bidang manajemen keuangan, investasi, dan nilai perusahaan.

Heri Ispriyahadi merupakan dosen di Muhammadiyah University of Technology Jakarta dengan bidang keahlian manajemen keuangan, analisis laporan keuangan, dan tata kelola perusahaan. Bersama Domiri, ia aktif melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan di Indonesia.

Sumber Penelitian

Judul: The Effect of Investment Policy, Cash Holding and Asset Efficiency on the Value of Manufacturing Companies in the Pharmaceutical Sub-Sector on the Indonesia Stock Exchange in the 2019–2024 Period

Penulis: Domiri, Heri Ispriyahadi

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI), Vol. 4 No. 3, 2026, halaman 651–668.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i3.23

Posting Komentar

0 Komentar