Investasi WebGIS Dinilai Layak, Sistem Ini Berpotensi Tingkatkan Efektivitas Penanganan Jalan Rusak di Mojokerto

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Mojokerto - Digitalisasi pengelolaan jalan rusak melalui sistem WebGIS (Web Geographic Information System) dinilai layak secara finansial dan berpotensi meningkatkan efektivitas pemeliharaan jalan di lingkungan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto, Jawa Timur. Kesimpulan tersebut disampaikan dalam penelitian yang dilakukan Andy Martono, Budi Witjaksana, dan Andi Patriadi dari Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Volume 5 Nomor 6 Tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi pengembangan WebGIS memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar dibandingkan biaya pengembangannya sehingga layak diterapkan sebagai sistem pendukung pengelolaan infrastruktur jalan.

Kerusakan jalan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi barang, hingga biaya operasional kendaraan. Seiring berkembangnya teknologi digital, masyarakat kini semakin aktif melaporkan kondisi jalan melalui berbagai aplikasi pengaduan, termasuk layanan WhatsApp yang digunakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Namun, laporan masyarakat tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem teknis yang mampu memantau proses perbaikan, mengevaluasi kualitas pekerjaan, mencatat riwayat kerusakan, serta mengelola biaya pemeliharaan secara menyeluruh. Akibatnya, proses penanganan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketidaktepatan lokasi kerusakan hingga sulitnya melakukan evaluasi hasil perbaikan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Dinas PU Bina Marga Jawa Timur tahun 2026, terdapat 222 laporan kerusakan jalan yang masuk melalui layanan WhatsApp dari 11 UPT PJJ, dengan UPT PJJ Mojokerto menerima 30 laporan, termasuk salah satu wilayah dengan jumlah pengaduan yang cukup tinggi.

Melihat kondisi tersebut, para peneliti mengembangkan kajian mengenai kelayakan investasi sistem WebGIS yang tidak hanya mampu memetakan lokasi kerusakan secara spasial, tetapi juga mengintegrasikan data pengaduan masyarakat, standar perbaikan jalan, histori pemeliharaan, hingga evaluasi kualitas pekerjaan dalam satu platform digital.

Alih-alih hanya mengidentifikasi tingkat kerusakan jalan, penelitian ini juga menghitung apakah investasi pengembangan sistem tersebut layak secara ekonomi menggunakan dua indikator yang umum digunakan dalam studi investasi, yaitu Return on Investment (ROI) dan Benefit Cost Ratio (BCR).

Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari UPT PJJ Mojokerto, meliputi data pengaduan jalan rusak, data ruas jalan provinsi, serta dokumen anggaran pemerintah. Selanjutnya, peneliti menghitung seluruh komponen biaya investasi awal, biaya operasional tahunan, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan setelah sistem WebGIS diterapkan.

Komponen investasi awal meliputi pengembangan aplikasi WebGIS, pengadaan domain dan hosting, pelatihan sumber daya manusia, serta kebutuhan perangkat pendukung. Setelah sistem berjalan, diperhitungkan pula biaya pemeliharaan aplikasi dan dukungan teknis setiap tahun.

Hasil analisis menunjukkan bahwa:

  • Total investasi awal mencapai sekitar Rp28,2 juta.
  • Biaya operasional tahunan diperkirakan sebesar Rp12,5 juta.
  • Total manfaat ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp68,5 juta.

Berdasarkan data tersebut, nilai Return on Investment (ROI) mencapai 76,90 persen. Angka ini menunjukkan bahwa manfaat finansial yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan biaya investasi dan operasional yang dikeluarkan.

Selain itu, analisis Benefit Cost Ratio (BCR) menghasilkan nilai 1,68. Dalam analisis investasi publik, nilai BCR di atas 1 menunjukkan bahwa manfaat ekonomi lebih besar daripada biaya selama masa investasi. Dengan kata lain, proyek pengembangan WebGIS dinilai layak untuk dilaksanakan.

Menurut para penulis, hasil tersebut memperlihatkan bahwa investasi teknologi informasi pada sektor pemeliharaan jalan bukan hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang nyata bagi instansi pengelola jalan.

Sistem WebGIS memungkinkan seluruh informasi mengenai kondisi jalan tersimpan secara digital dan dapat dipantau secara real time. Lokasi kerusakan dapat divisualisasikan melalui peta digital sehingga petugas lebih mudah menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakan maupun persebaran lokasi.

Integrasi data pengaduan masyarakat dengan informasi teknis juga membantu mempercepat proses identifikasi kerusakan. Riwayat perbaikan terdokumentasi dengan baik sehingga pemerintah dapat mengevaluasi apakah metode perbaikan yang dilakukan telah sesuai standar Bina Marga atau perlu dilakukan perbaikan lanjutan.

Selain meningkatkan efisiensi administrasi, sistem ini juga diperkirakan mampu mengurangi biaya survei lapangan karena sebagian proses pemantauan dapat dilakukan melalui platform digital yang terintegrasi.

Para peneliti menilai bahwa penerapan WebGIS dapat menjadi bagian dari transformasi menuju pengelolaan infrastruktur jalan yang lebih modern, transparan, dan berbasis data. Dengan dukungan sistem informasi geografis, pengambilan keputusan mengenai prioritas pemeliharaan jalan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus lebih akurat.

Bagi pemerintah daerah maupun instansi pengelola jalan, hasil penelitian ini memberikan dasar ekonomi yang kuat untuk mengalokasikan anggaran digitalisasi pemeliharaan jalan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, sistem tersebut juga berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penanganan kerusakan jalan yang lebih responsif.

Temuan ini juga membuka peluang penerapan konsep serupa di berbagai daerah lain di Indonesia, terutama bagi pemerintah yang sedang mengembangkan layanan pengaduan masyarakat berbasis digital namun belum memiliki sistem pemantauan yang terintegrasi.

Andy Martono dan tim peneliti menegaskan bahwa pengembangan WebGIS bukan sekadar investasi teknologi, melainkan investasi dalam peningkatan kualitas tata kelola infrastruktur jalan. Dengan kemampuan memantau kondisi jalan secara spasial, mencatat histori pemeliharaan, serta mengevaluasi kualitas pekerjaan secara berkelanjutan, sistem ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan jalan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Profil Penulis

Andy Martono - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Dr. Budi Witjaksana - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Dr. Andi Patriadi - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber Penelitian

Judul artikel: Examination Of Investment Viability Through ROI and BCR Regarding The Creation Of A WebGIS-Based Road Damage Management Software At The Mojokerto PJJ UPT

Penulis: Andy Martono, Budi Witjaksana, Andi Patriadi

Jurnal: Formosa Journal of Science and Technology (FJST)

Volume: 5, Nomor 6

Tahun Publikasi: 2026

URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.100

Posting Komentar

0 Komentar