Singaraja – Investasi teknologi informasi dan inovasi perusahaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan di sektor pertambangan. Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Ni Made Deni Keristina, Desak Nyoman Sri Werastuti, Anantawikrama Tungga Atmadja, Putu Sukma Kurniawan, dan I Made Pradana Adiputra dari Universitas Pendidikan Ganesha, yang dipublikasikan pada tahun 2026. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan yang secara konsisten berinvestasi pada teknologi informasi serta mengembangkan inovasi memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi karena mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Sektor pertambangan merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui ekspor, pajak, dan pendapatan negara bukan pajak. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini mengalami transformasi besar seiring meningkatnya permintaan global terhadap mineral strategis yang dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik, baterai, dan energi terbarukan. Meski memiliki potensi yang besar, perusahaan pertambangan juga menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan regulasi, hingga ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mengadopsi teknologi dan memperkuat inovasi agar mampu mempertahankan daya saing serta meningkatkan nilai perusahaan di mata investor.
Untuk menguji pengaruh kedua faktor tersebut, para peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023. Dari total 76 perusahaan, dipilih sembilan perusahaan melalui teknik purposive sampling sehingga menghasilkan 45 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS setelah seluruh asumsi klasik, meliputi uji normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas, dinyatakan terpenuhi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Analisis regresi menghasilkan koefisien sebesar 0,553 dengan nilai signifikansi 0,003, yang menunjukkan bahwa peningkatan investasi pada teknologi informasi diikuti oleh peningkatan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses bisnis, meningkatkan akurasi informasi, serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri pertambangan yang terus berubah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa inovasi perusahaan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Variabel inovasi memiliki koefisien regresi sebesar 0,044 dengan nilai signifikansi 0,011, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang terus mengembangkan proses, teknologi, maupun produk baru memperoleh penilaian yang lebih baik dari pasar. Inovasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta memberikan sinyal positif kepada investor mengenai kesiapan perusahaan menghadapi perubahan dan peluang bisnis di masa depan.
Menurut para peneliti, investasi teknologi informasi tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi internal perusahaan, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi investor. Perusahaan yang aktif mengembangkan sistem digital, otomatisasi, analisis data, dan teknologi pendukung lainnya dipandang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola risiko, meningkatkan transparansi, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Persepsi positif tersebut pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor, mendorong kenaikan harga saham, dan memperkuat nilai perusahaan di pasar modal.
Di sisi lain, inovasi perusahaan menjadi faktor yang memperkuat kemampuan perusahaan untuk bertahan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Pengembangan teknologi baru, penyempurnaan proses operasional, hingga peningkatan kualitas produk memungkinkan perusahaan memanfaatkan sumber daya secara lebih optimal dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Investor cenderung memandang perusahaan yang inovatif sebagai perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan lebih baik sehingga lebih menarik untuk dijadikan tujuan investasi.
Para penulis menegaskan bahwa hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi perusahaan pertambangan di Indonesia. Perusahaan disarankan untuk terus meningkatkan investasi pada teknologi informasi yang mendukung efisiensi operasional, transparansi pelaporan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, perusahaan juga perlu mengalokasikan anggaran yang berkelanjutan untuk kegiatan inovasi, membentuk tim khusus pengembangan inovasi, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi. Langkah-langkah tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri pertambangan global.
Profil Penulis
Ni Made Deni Keristina, Desak Nyoman Sri Werastuti, Anantawikrama Tungga Atmadja, Putu Sukma Kurniawan, dan I Made Pradana Adiputra — Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Firm Value in The Mining Sector: The Role of Information Technology Investment and Corporate Innovation
Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5, No. 7, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.180
Link Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar