Flipbook Digital Interaktif Terbukti Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Sekolah Dasar

Created by AI

FORMOSA NEWS - Penggunaan media flipbook digital interaktif terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Temuan ini berasal dari penelitian Lukman, Imron Burhan, dan Hasbullah Rahman dari Universitas Negeri Makassar yang dilakukan pada siswa kelas V UPTD SD Negeri 42 Parepare dan diterbitkan pada 2026. Hasil penelitian penting karena menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat membuat siswa lebih aktif, tertarik, dan terlibat dalam pembelajaran agama di sekolah dasar.

Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih aktif mengikuti pelajaran, antusias memahami materi, serta lebih berani terlibat dalam diskusi dan kegiatan kelas. Sebaliknya, motivasi yang rendah dapat membuat siswa mudah bosan, pasif, dan kurang tertarik mengikuti proses pembelajaran.

Kondisi tersebut masih menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Berdasarkan observasi awal di tiga sekolah dasar di Kota Parepare, motivasi belajar siswa UPTD SD Negeri 42 Parepare berada pada kategori cukup dengan persentase 66 persen. Guru juga menyampaikan bahwa siswa cenderung kurang aktif, mudah terdistraksi, dan kurang bersemangat ketika pembelajaran hanya mengandalkan metode ceramah serta media yang terbatas.

Situasi ini mendorong penggunaan media pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Flipbook digital interaktif menjadi salah satu alternatif karena tidak hanya menyajikan teks, tetapi juga dapat menggabungkan gambar, animasi, audio, video, dan berbagai elemen interaktif dalam satu media pembelajaran.

Berbeda dari buku digital biasa, flipbook dirancang menyerupai buku cetak yang halamannya dapat dibalik secara digital. Format ini membuat pengalaman membaca lebih menarik sekaligus memungkinkan siswa berinteraksi dengan materi melalui berbagai bentuk media. Dengan demikian, materi pembelajaran tidak hanya diterima melalui tulisan, tetapi juga melalui rangsangan visual dan audiovisual.

Membandingkan Flipbook dengan Media Konvensional

Lukman, Imron Burhan, dan Hasbullah Rahman menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Penelitian melibatkan 40 siswa kelas V yang dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 20 siswa mengikuti pembelajaran menggunakan flipbook digital interaktif, sedangkan 20 siswa lainnya belajar menggunakan media konvensional berupa buku teks.

Kedua kelompok terlebih dahulu mengisi kuesioner untuk mengukur motivasi belajar awal. Setelah itu, kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan flipbook digital interaktif, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan media konvensional selama empat kali pertemuan. Setelah proses pembelajaran selesai, kedua kelompok kembali mengisi kuesioner yang sama untuk mengukur perubahan motivasi belajar.

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang jelas antara kedua kelompok. Rata-rata skor motivasi belajar siswa yang menggunakan flipbook meningkat dari 83,50 pada tes awal menjadi 94,15 setelah pembelajaran. Sementara itu, rata-rata skor siswa yang menggunakan media konvensional hanya meningkat dari 84,00 menjadi 87,10.

Analisis peningkatan juga menunjukkan hasil yang lebih baik pada kelompok flipbook. Dari 20 siswa yang menggunakan media digital interaktif, delapan siswa mengalami peningkatan motivasi pada kategori sedang dan 12 siswa berada pada kategori rendah. Pada kelompok yang menggunakan media konvensional, seluruh 20 siswa berada pada kategori peningkatan rendah.

Perbedaan tersebut diperkuat melalui pengujian statistik. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari batas 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan flipbook digital interaktif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Mengurangi Kebosanan dalam Pembelajaran

Menurut temuan penelitian, peningkatan motivasi terjadi karena flipbook digital interaktif menghadirkan materi dalam bentuk yang lebih beragam. Siswa dapat mempelajari materi melalui kombinasi teks, gambar, audio, video, dan animasi.

Variasi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu mengurangi kejenuhan. Selama pembelajaran berlangsung, siswa yang menggunakan flipbook menunjukkan perhatian dan antusiasme yang lebih tinggi. Mereka juga lebih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan tugas.

Sebaliknya, pembelajaran menggunakan buku teks tetap mampu meningkatkan motivasi belajar, tetapi peningkatannya lebih terbatas. Buku teks memiliki keunggulan karena sistematis dan mudah digunakan, tetapi sebagian besar materi disampaikan dalam bentuk teks dan gambar. Kondisi tersebut dapat membuat pengalaman belajar menjadi kurang bervariasi apabila digunakan secara terus-menerus.

Imron Burhan dan rekan-rekannya menilai bahwa flipbook digital interaktif bukan hanya alat untuk menyampaikan materi. Media ini juga dapat membangun pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna. Ketika siswa merasa materi lebih menarik dan mudah dipahami, mereka memiliki dorongan yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.

Relevan untuk Transformasi Pembelajaran Digital

Temuan ini memberikan implikasi bagi guru sekolah dasar yang ingin mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Flipbook digital dapat digunakan sebagai alternatif untuk menyajikan materi PAIBP dengan cara yang lebih sesuai dengan karakteristik siswa yang akrab dengan perangkat digital.

Namun, penerapannya tetap membutuhkan dukungan fasilitas dan perencanaan yang baik. Flipbook digital memerlukan perangkat elektronik dan, pada beberapa kondisi, koneksi internet. Karena itu, sekolah perlu memastikan ketersediaan infrastruktur agar media digital dapat digunakan secara efektif dan berkelanjutan.

Para peneliti juga merekomendasikan pengembangan penelitian lebih lanjut dengan jumlah peserta yang lebih besar, melibatkan lebih banyak sekolah, serta menguji penggunaan flipbook pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda. Penelitian berikutnya juga dapat mengkaji pengaruh media ini terhadap hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi digital siswa.

Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 40 siswa dari satu sekolah dan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Oleh sebab itu, hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara langsung kepada seluruh siswa sekolah dasar. Penelitian jangka panjang dengan sampel yang lebih luas masih diperlukan untuk melihat dampak penggunaan flipbook digital secara berkelanjutan.

Profil Penulis

Lukman merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang berfokus pada bidang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar.

Imron Burhan merupakan penulis korespondensi dari Universitas Negeri Makassar dengan keahlian pada bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Hasbullah Rahman merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang berkontribusi dalam kajian pendidikan dan pembelajaran.

Sumber Penelitian

Judul artikel: The Influence of Interactive Digital Flipbook Media on Student Learning Motivation in Islamic Religious Education and Character Education

Penulis: Lukman, Imron Burhan, dan Hasbullah Rahman

Afiliasi: Makassar State University (Universitas Negeri Makassar)

Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)

Volume: 4, Nomor 4, 2026, halaman 437–450

DOI: https://doi.org/10.59890/ijeps.v4i4.18

Posting Komentar

0 Komentar