Efisiensi Aset dan Utang Pengaruhi Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Ilustrasi by AI

Kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia sangat dipengaruhi oleh efisiensi pengelolaan aset dan struktur modal, namun pertumbuhan laba ternyata tidak memoderasi hubungan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Rachmania Syifa dan Maiyaliza dari Universitas Swadaya Gunung Jati pada 2026 ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Return on Assets (ROA) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024.

Sektor manufaktur memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional sebagai penyerap tenaga kerja dan penggerak pertumbuhan industri. Mengingat persaingan global yang semakin kompleks, perusahaan dituntut mengelola sumber daya secara efektif untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Profitabilitas, yang diukur melalui ROA, menjadi indikator kunci keberhasilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana efisiensi penggunaan aset (Total Asset Turnover/TATO) dan struktur modal (Debt to Equity Ratio/DER) memengaruhi ROA, dengan mempertimbangkan pertumbuhan laba sebagai variabel moderasi.

Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan strategi asosiatif. Data sekunder diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEI periode 2022-2024, dengan total 78 observasi yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS.

Temuan utama penelitian ini menunjukkan:

  • Efisiensi Aset: Total Asset Turnover (TATO) terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, yang berarti peningkatan efisiensi penggunaan aset akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
  • Struktur Modal: Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, menunjukkan bahwa tingkat utang yang lebih tinggi dapat menurunkan profitabilitas karena beban bunga yang harus ditanggung perusahaan.
  • Peran Moderasi: Pertumbuhan laba tidak terbukti memoderasi hubungan antara TATO maupun DER dengan ROA.

Hasil ini menegaskan bahwa efisiensi aset dan struktur modal merupakan faktor penentu utama profitabilitas perusahaan manufaktur, terlepas dari seberapa besar pertumbuhan laba yang dicapai. Perusahaan disarankan untuk terus meningkatkan efisiensi penggunaan aset serta mengoptimalkan struktur modal agar penggunaan utang tidak menciptakan risiko yang dapat menekan kinerja keuangan. Bagi investor, rasio aktivitas dan leverage, terutama TATO dan DER, menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Profil Penulis: Penelitian ini disusun oleh Rachmania Syifa dan Maiyaliza, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati, yang berfokus pada bidang manajemen keuangan dan analisis laporan keuangan.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Effect of Debt to Equity Ratio and Total Asset Turnover on Return on Assets with Profit Growth as a Moderating Variable in the Manufacturing Sector Listed on the Indonesia Stock Exchanged
  • Nama Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16500

Posting Komentar

0 Komentar