Hasil penelitian ini menjadi penting karena beban kerja dosen terus meningkat seiring berkembangnya tuntutan pendidikan tinggi. Saat ini dosen tidak hanya bertanggung jawab mengajar di kelas, tetapi juga melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membimbing mahasiswa, menyusun kurikulum, memenuhi target publikasi internasional, hingga melaksanakan berbagai tugas administrasi kampus. Kombinasi berbagai tanggung jawab tersebut sering kali membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai universitas juga menghadapi tuntutan peningkatan mutu akademik, akreditasi, digitalisasi pembelajaran, serta persaingan global. Kondisi ini menyebabkan banyak dosen harus bekerja di luar jam kerja normal sehingga waktu bersama keluarga maupun waktu istirahat menjadi semakin terbatas. Jika berlangsung terus-menerus, situasi tersebut berpotensi memicu kelelahan emosional hingga stres kerja berkepanjangan.
Untuk memahami persoalan tersebut secara lebih menyeluruh, Khasanah mengembangkan sebuah model penelitian yang menghubungkan empat faktor utama, yaitu work-life balance, burnout, dukungan organisasi (organizational support), dan stres kerja dosen. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya melihat hubungan langsung antarvariabel, penelitian ini menjelaskan bagaimana keseimbangan hidup memengaruhi stres kerja melalui proses psikologis berupa burnout serta bagaimana dukungan organisasi dapat memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori terhadap 250 dosen perguruan tinggi. Data kemudian dianalisis menggunakan Path Analysis untuk mengukur hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel dalam model penelitian. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengetahui tidak hanya apakah suatu faktor berpengaruh, tetapi juga bagaimana mekanisme pengaruh tersebut terjadi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dosen yang memiliki work-life balance lebih baik cenderung mengalami tingkat burnout yang jauh lebih rendah. Nilai koefisien pengaruh mencapai β = -0,618, yang berarti semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, semakin kecil kemungkinan dosen mengalami kelelahan emosional.
Selain itu, work-life balance juga secara langsung menurunkan stres kerja dengan koefisien β = -0,284. Dengan kata lain, menjaga keseimbangan hidup mampu memberikan perlindungan langsung terhadap tekanan pekerjaan sehari-hari.
Penelitian juga menemukan bahwa burnout memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap stres kerja dengan nilai β = 0,571. Artinya, semakin tinggi tingkat burnout yang dialami dosen, semakin tinggi pula tingkat stres kerjanya.
Temuan lain yang menarik adalah burnout terbukti menjadi variabel mediasi yang menjelaskan bagaimana work-life balance memengaruhi stres kerja. Pengaruh tidak langsung tersebut memiliki nilai β = -0,353, menunjukkan bahwa sebagian besar manfaat work-life balance muncul karena mampu mengurangi kelelahan psikologis terlebih dahulu sebelum akhirnya menekan stres kerja.
Penelitian ini juga mengungkap pentingnya dukungan organisasi. Kampus yang memberikan kepemimpinan yang suportif, komunikasi yang terbuka, penghargaan terhadap kontribusi dosen, kebijakan yang adil, serta fasilitas kerja yang memadai terbukti mampu memperlemah dampak negatif work-life balance yang buruk terhadap burnout maupun stres kerja.
Analisis menunjukkan bahwa dukungan organisasi secara signifikan memoderasi hubungan antara work-life balance dengan burnout (β = -0,214) dan hubungan work-life balance dengan stres kerja (β = -0,187). Bahkan, analisis lanjutan memperlihatkan bahwa ketika dukungan organisasi tinggi, pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap stres kerja melalui burnout menjadi semakin kecil. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang suportif dapat menjadi "pelindung" bagi kesehatan psikologis dosen.
Menurut Khasanah, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa upaya mengurangi stres kerja dosen tidak cukup hanya dengan mengurangi beban kerja. Perguruan tinggi juga perlu membangun sistem yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja, menyediakan program pencegahan burnout, serta menciptakan budaya organisasi yang lebih peduli terhadap kesejahteraan dosen. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pengajaran, produktivitas penelitian, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja akademik dalam jangka panjang.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan tinggi. Model yang dikembangkan mengintegrasikan tiga teori utama, yaitu Conservation of Resources Theory, Job Demands–Resources Theory, dan Perceived Organizational Support Theory, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dosen di era pendidikan tinggi modern. Model tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi universitas dalam menyusun kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ke depan, peneliti merekomendasikan agar perguruan tinggi mengembangkan kebijakan pembagian beban kerja yang lebih adil, menyediakan layanan konseling, pelatihan manajemen stres, program kesehatan mental, serta memperkuat kepemimpinan partisipatif. Penelitian selanjutnya juga disarankan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan cakupan wilayah yang lebih luas agar hasilnya semakin representatif.
Profil Penulis
Khasanah merupakan akademisi dari Asia Cyber University yang memiliki ketertarikan pada bidang manajemen pendidikan tinggi, perilaku organisasi, kesejahteraan dosen, work-life balance, burnout, serta stres kerja di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penelitian ini, ia mengembangkan model yang mengintegrasikan faktor individu, psikologis, dan organisasi untuk menjelaskan kesejahteraan kerja dosen secara lebih komprehensif.
Sumber Penelitian
Judul: Work–Life Balance and Lecturer Job Stress: The Mediating Role of Burnout and the Moderating Role of Organizational Support
Penulis: Khasanah
Afiliasi: Asia Cyber University
Jurnal: International Journal of Applied and Scientific Research (IJASR), Vol. 4 No. 6, 2026, halaman 357–376.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijasr.v4i6.251
URL Jurnal: https://nvlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijasr/index
0 Komentar