Medan – Desain kemasan yang memadukan identitas budaya lokal dengan elemen visual modern dinilai berpotensi meningkatkan visibilitas merek sekaligus mendorong minat beli Generasi Z pada produk kecantikan lokal Indonesia. Gagasan tersebut dipaparkan oleh Tasya Amanda Harahap, Muhammad Dharma Tuah Putra Nasution, dan Fadli dari Magister Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, dalam artikel yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR). Kajian ini menawarkan pendekatan baru dalam strategi desain kemasan dengan menggabungkan unsur budaya sebagai faktor yang dapat memperkuat daya saing merek lokal di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin ketat.
Industri kecantikan Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nilai pasar diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2024, sementara merek lokal telah menguasai sekitar 35 persen pangsa pasar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya daya beli Generasi Z yang kini menjadi salah satu kelompok konsumen terbesar di Indonesia. Namun, peluang besar tersebut juga diikuti oleh tantangan yang tidak ringan. Banyak merek kecantikan lokal gagal bertahan dalam dua tahun pertama karena belum mampu membangun diferensiasi yang kuat di hadapan konsumen, terutama pada saat produk dipajang di rak penjualan.
Menurut Tasya Amanda Harahap dan tim, kemasan kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelindung produk. Kemasan telah berkembang menjadi media komunikasi visual yang mampu menarik perhatian, membangun identitas merek, sekaligus memengaruhi keputusan pembelian hanya dalam hitungan detik. Warna, bentuk kemasan, tipografi, hingga posisi logo menjadi elemen penting yang menentukan apakah sebuah produk mampu menonjol di antara banyak produk sejenis.
Artikel ini menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya hanya membahas setiap elemen desain kemasan secara terpisah. Padahal, efektivitas sebuah kemasan justru muncul dari kombinasi berbagai unsur visual yang saling mendukung. Selain itu, masih sedikit penelitian yang mengkaji bagaimana karakteristik Generasi Z dan identitas budaya memengaruhi efektivitas desain kemasan, khususnya pada industri kecantikan lokal di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong para penulis untuk mengembangkan kerangka penelitian yang mengintegrasikan desain kemasan, visibilitas merek, identitas budaya, dan minat beli dalam satu model yang utuh.
Dalam kajian ini, para penulis mengusulkan penggunaan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan wawancara dengan para ahli, diskusi kelompok bersama konsumen Generasi Z, serta survei yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Tahapan tersebut dirancang untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana konsumen merespons berbagai elemen visual pada kemasan sekaligus menguji hubungan antarvariabel secara empiris.
Berdasarkan kerangka penelitian yang dikembangkan, warna diperkirakan menjadi salah satu elemen visual yang paling cepat menarik perhatian konsumen. Warna tidak hanya memengaruhi persepsi mengenai kualitas produk, tetapi juga membentuk kesan terhadap kepribadian merek. Dalam konteks Indonesia, penggunaan warna yang terinspirasi dari budaya lokal diperkirakan mampu memperkuat kesan autentik sekaligus membedakan merek lokal dari produk global yang mendominasi pasar.
Selain warna, bentuk kemasan juga memiliki peran penting dalam membangun pengalaman konsumen. Bentuk yang unik dinilai mampu meningkatkan perhatian visual serta mempermudah konsumen mengingat suatu merek. Namun, penelitian ini menekankan bahwa inovasi bentuk harus tetap mempertimbangkan fungsi dan kenyamanan penggunaan. Kemasan yang terlalu berbeda justru dapat menimbulkan kebingungan sehingga mengurangi minat beli. Bagi Generasi Z, desain minimalis, ramah lingkungan, dan menarik untuk dibagikan di media sosial menjadi karakteristik yang semakin diminati.
Tipografi dan penempatan logo juga dipandang memiliki pengaruh besar terhadap visibilitas merek. Tulisan yang mudah dibaca akan membantu konsumen memahami informasi produk dalam waktu singkat, sedangkan posisi logo yang tepat akan meningkatkan pengenalan merek ketika produk berada di rak penjualan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara estetika modern dan keterbacaan menjadi faktor penting agar kemasan tetap menarik tanpa mengurangi fungsi informatifnya.
Salah satu gagasan utama dalam artikel ini adalah pentingnya mengintegrasikan identitas budaya ke dalam desain kemasan. Para penulis menilai bahwa unsur budaya tidak harus ditampilkan secara berlebihan, tetapi dapat diwujudkan melalui motif, warna, tipografi, atau elemen visual lain yang mencerminkan karakter Indonesia secara modern. Pendekatan tersebut diyakini mampu membangun hubungan emosional dengan konsumen, memperkuat rasa bangga terhadap produk lokal, serta menciptakan pembeda yang sulit ditiru oleh merek internasional.
Penelitian ini juga menempatkan visibilitas merek sebagai penghubung utama antara desain kemasan dan keputusan pembelian. Semakin mudah suatu merek dikenali melalui desain kemasannya, semakin besar peluang produk tersebut dipilih konsumen. Bagi merek lokal yang masih membangun popularitas, desain kemasan yang kuat menjadi salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan daya saing tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi berskala besar.
Melalui kajian ini, Tasya Amanda Harahap, Muhammad Dharma Tuah Putra Nasution, dan Fadli menegaskan bahwa keberhasilan produk kecantikan lokal tidak hanya ditentukan oleh kualitas isi produk, tetapi juga oleh kemampuan kemasan dalam menciptakan kesan pertama yang kuat. Integrasi antara desain visual modern, identitas budaya, dan preferensi Generasi Z dinilai dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan visibilitas merek, memperkuat hubungan emosional dengan konsumen, serta mendorong minat beli di pasar yang semakin kompetitif.
Profil Penulis
Tasya Amanda Harahap – Universitas Sumatera Utara.
Muhammad Dharma Tuah Putra Nasution – Universitas Sumatera Utara.
Fadli – Universitas Sumatera Utara.
Sumber Penelitian
Judul: Packaging Design and Brand Visibility: Cultural Identity Effects Among Generation Z Consumers
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.90
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar