Audit Internal dan Pengendalian Internal Terbukti Efektif Mencegah Fraud di Perusahaan


Ilustrasi by AI
Bogor - Praktik audit internal dan pengendalian internal yang kuat terbukti mampu meningkatkan pencegahan fraud atau kecurangan dalam organisasi. Kesimpulan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan Amrulloh dan Jasmadeti dari Fakultas Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK). Studi yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan audit internal dan sistem pengendalian internal, semakin tinggi kemampuan perusahaan mencegah berbagai bentuk kecurangan. Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya risiko fraud akibat kompleksitas bisnis dan percepatan transformasi digital.

Fraud masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlanjutan perusahaan di seluruh dunia. Selain menyebabkan kerugian finansial, fraud juga merusak reputasi organisasi, menurunkan kepercayaan investor, dan mengganggu stabilitas operasional. Di era digital, risiko tersebut semakin berkembang karena teknologi tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga membuka peluang munculnya bentuk-bentuk kecurangan yang lebih sulit dideteksi.

Laporan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) 2025 yang dikutip dalam penelitian menyebutkan bahwa kerugian akibat fraud di berbagai organisasi mencapai sekitar US$3,6 juta. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk memperkuat sistem pengawasan melalui audit internal, pengendalian internal, dan manajemen risiko yang lebih efektif.

Fraud Berawal dari Lemahnya Pengawasan

Menurut Amrulloh dan Jasmadeti, salah satu penyebab utama fraud adalah lemahnya fungsi pengawasan di dalam organisasi.

Ketika pembagian tugas tidak jelas, proses otorisasi lemah, dan pengawasan terhadap aktivitas operasional kurang memadai, peluang seseorang melakukan penyimpangan menjadi lebih besar. Karena itu, perusahaan memerlukan sistem pengendalian internal yang terintegrasi agar setiap proses bisnis dapat diawasi secara konsisten.

Selain itu, audit internal tidak hanya berfungsi menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi juga berperan sebagai mekanisme pencegahan yang mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

Penelitian Melibatkan Seluruh Karyawan Perusahaan

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 47 karyawan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin.

Karena jumlah populasi relatif kecil, seluruh karyawan dijadikan responden sehingga penelitian mampu menggambarkan kondisi organisasi secara menyeluruh.

Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh audit internal dan pengendalian internal terhadap pencegahan fraud. Analisis juga mencakup uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), serta koefisien determinasi (R²).

Audit Internal Berpengaruh Positif terhadap Pencegahan Fraud

Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud.

Nilai t sebesar 3,520 dengan tingkat signifikansi 0,001 menunjukkan bahwa peningkatan kualitas audit internal secara nyata meningkatkan efektivitas pencegahan kecurangan.

Koefisien regresi sebesar 0,435 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada kualitas audit internal akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencegah fraud sebesar 0,435 unit, dengan asumsi faktor lain tetap konstan.

Peneliti menjelaskan bahwa audit internal yang independen mampu:

  • mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur operasional;
  • mengidentifikasi kelemahan sistem pengawasan;
  • memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen;
  • mengurangi peluang terjadinya penyimpangan.

Peran tersebut sejalan dengan Fraud Triangle Theory yang dikembangkan Donald R. Cressey, khususnya pada unsur opportunity (kesempatan). Ketika sistem pengawasan semakin kuat, peluang melakukan fraud menjadi semakin kecil.

Pengendalian Internal Memberikan Dampak Lebih Besar

Selain audit internal, penelitian juga menemukan bahwa pengendalian internal memiliki pengaruh positif yang bahkan sedikit lebih besar terhadap pencegahan fraud.

Variabel ini memperoleh nilai t sebesar 3,162 dengan signifikansi 0,003, sedangkan koefisien regresinya mencapai 0,482.

Artinya, semakin efektif sistem pengendalian internal diterapkan, semakin tinggi kemampuan perusahaan mengurangi risiko kecurangan.

Sistem pengendalian internal yang efektif mencakup:

  • pembagian tugas yang jelas;
  • prosedur persetujuan transaksi;
  • pencatatan keuangan yang akurat;
  • pemantauan secara berkelanjutan;
  • komunikasi dan evaluasi risiko secara rutin.

Penelitian menegaskan bahwa kombinasi komponen tersebut mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih akuntabel dan transparan sehingga peluang fraud semakin terbatas.

Kombinasi Audit dan Pengendalian Memberikan Hasil Terbaik

Ketika audit internal dan pengendalian internal diterapkan secara bersamaan, dampaknya terhadap pencegahan fraud menjadi lebih kuat.

Hasil uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 28,870 dengan tingkat signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pencegahan fraud.

Sementara itu, nilai R² sebesar 0,568 menunjukkan bahwa 56,8% variasi efektivitas pencegahan fraud dapat dijelaskan oleh audit internal dan pengendalian internal. Sisanya, 43,2%, dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, sistem penghargaan, atau faktor eksternal lainnya.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Temuan penelitian memberikan pesan penting bagi perusahaan yang ingin membangun tata kelola yang baik (good corporate governance).

Perusahaan tidak cukup hanya memiliki prosedur pengendalian internal, tetapi juga harus memastikan sistem tersebut dievaluasi secara berkala melalui audit internal yang independen. Kedua mekanisme tersebut saling melengkapi dalam mempersempit peluang terjadinya fraud.

Sebagaimana dijelaskan Amrulloh dan Jasmadeti dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, audit internal berfungsi mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian, sedangkan pengendalian internal menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan aset, keandalan laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap prosedur organisasi. Sinergi keduanya menjadi salah satu kunci utama dalam membangun perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Bagi dunia usaha, hasil penelitian ini memperkuat pentingnya investasi pada fungsi audit internal, peningkatan kualitas pengendalian internal, pelatihan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi pengawasan untuk menghadapi risiko fraud yang semakin kompleks di era digital.

Profil Penulis

Amrulloh merupakan akademisi dan peneliti dari Fakultas Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK). Bidang keahliannya meliputi audit internal, akuntansi, tata kelola perusahaan, dan pengendalian risiko.

Jasmadeti adalah dosen dan peneliti di Fakultas Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) dengan fokus penelitian pada akuntansi, sistem pengendalian internal, manajemen risiko, dan pencegahan fraud.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Internal Audit and Internal Control on Fraud Prevention
Penulis: Amrulloh; Jasmadeti
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4 No. 6
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i6.3
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar