Aplikasi tigaR Dorong Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah di Kampus Universitas Lampung

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - BANDAR LAMPUNG – Upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan perguruan tinggi kini memanfaatkan teknologi digital. Tim peneliti dari Universitas Lampung (Unila) mengembangkan aplikasi tigaR, sebuah platform pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang dirancang untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan di kalangan sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan partisipasi pengguna dalam memilah sampah sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju kampus yang lebih berkelanjutan.

Penelitian dipimpin oleh Arif Sugiono bersama Ahmad Riza Faizal, Amril Ma'ruf Siregar, dan Eka Yuda Gunawibawa dari Universitas Lampung. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA), Volume 5 Nomor 2 Tahun 2026.

Kampus Masih Menghadapi Tantangan Sampah Anorganik

Universitas Lampung selama hampir dua dekade telah menerapkan konsep Green Campus melalui berbagai kebijakan lingkungan, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), penerapan standar lingkungan ISO 14001, serta partisipasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings.

Meski demikian, evaluasi UI GreenMetric menunjukkan bahwa pengelolaan sampah anorganik masih menjadi salah satu indikator terlemah. Sebagian besar sampah plastik, kertas, logam, dan kaca masih dikumpulkan sebelum dibawa ke tempat pembuangan atau pengepul tanpa proses pemanfaatan yang optimal.

Kondisi tersebut mendorong para peneliti mencari solusi yang tidak hanya memperbaiki sistem pengelolaan sampah, tetapi juga mengubah perilaku masyarakat kampus agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Menggabungkan Teknologi dan Perubahan Perilaku

Penelitian ini mengembangkan aplikasi tigaR dengan mengadopsi konsep Deposit-Return System (DRS), yaitu sistem yang memberikan insentif kepada pengguna ketika mengembalikan sampah yang dapat didaur ulang.

Selain menyediakan fitur pencatatan sampah plastik, aplikasi juga mengajak pengguna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai melalui program penggunaan tumbler. Dengan demikian, aplikasi tidak hanya berfungsi sebagai media transaksi sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembentukan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

Platform ini dilengkapi berbagai fitur, antara lain:

  • registrasi pengguna;
  • informasi lokasi tempat sampah;
  • pencatatan setor sampah;
  • layanan penggunaan tumbler;
  • sistem poin dan hadiah;
  • informasi pemilahan sampah;
  • dashboard berbasis web untuk pengelolaan data secara real time.

Penelitian Melibatkan Sivitas Akademika FISIP Unila

Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif.

Sebanyak 100 responden dari sivitas akademika FISIP Universitas Lampung dipilih sebagai pengguna awal aplikasi. Peneliti mengumpulkan data melalui survei daring, wawancara, pengujian aplikasi (usability testing), dan Focus Group Discussion (FGD).

Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai tidak hanya kinerja aplikasi, tetapi juga perubahan perilaku pengguna setelah memanfaatkan platform digital tersebut.

Mayoritas Pengguna Menyambut Positif

Sebelum aplikasi diterapkan, survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki smartphone dan akses internet yang memadai. Mereka juga telah memiliki kesadaran dasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Namun, kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik masih belum dilakukan secara konsisten. Banyak responden masih mencampurkan berbagai jenis sampah dalam satu tempat pembuangan.

Setelah aplikasi diterapkan, hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang positif. Pengguna menilai proses instalasi mudah dilakukan, fitur-fitur aplikasi mudah dipahami, serta tampilan aplikasi nyaman digunakan.

Program penggunaan tumbler juga meningkatkan kesadaran untuk mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai. Responden menilai aplikasi mampu membantu mereka mengenali lokasi pembuangan sampah, memahami cara memilah sampah, dan membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Masih Ditemukan

Walaupun memperoleh respons positif, penelitian juga menemukan beberapa tantangan.

Sebagian responden masih merasa kurang nyaman membawa sampah plastik dari rumah menuju kampus karena dianggap kurang praktis. Selain itu, nilai ekonomi sampah plastik yang relatif rendah membuat motivasi sebagian pengguna belum maksimal.

Selama masa implementasi sekitar dua minggu, hanya 13 dari 100 responden yang aktif menyetorkan sampah plastik melalui aplikasi dengan total sekitar 35 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan sistem digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kemudahan akses, infrastruktur pendukung, dan insentif ekonomi bagi pengguna.

Berpotensi Mendukung Green Campus

Peneliti menilai aplikasi tigaR memiliki potensi besar untuk mendukung program Green Campus di Universitas Lampung maupun perguruan tinggi lain di Indonesia.

Melalui kombinasi teknologi digital, edukasi lingkungan, sistem penghargaan, dan perubahan perilaku, aplikasi ini dapat membantu meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus memperbaiki indikator penilaian keberlanjutan seperti UI GreenMetric.

Menurut tim peneliti, perubahan perilaku masyarakat kampus tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan fasilitas. Teknologi yang mudah digunakan serta mampu memberikan pengalaman positif kepada pengguna menjadi faktor penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Profil Penulis

Arif Sugiono merupakan akademisi Universitas Lampung yang menekuni bidang komunikasi, inovasi digital, serta pemberdayaan masyarakat melalui teknologi. Penelitian ini disusun bersama Ahmad Riza Faizal, Amril Ma'ruf Siregar, dan Eka Yuda Gunawibawa, yang juga berasal dari Universitas Lampung dan memiliki fokus penelitian pada komunikasi, kebijakan publik, teknologi digital, serta pembangunan berkelanjutan. Informasi profil penulis yang lebih rinci tidak dijelaskan dalam artikel jurnal.

Sumber Penelitian

Judul: Implementation and Behavioral Engineering of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) among the Academic Community of FISIP Universitas Lampung through the Application of the TigaR Waste Management System

Penulis: Arif Sugiono, Ahmad Riza Faizal, Amril Ma'ruf Siregar, Eka Yuda Gunawibawa

Afiliasi: Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia

Jurnal: Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA)

Volume: 5 (2)

Tahun: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ijaea.v5i2.16634

Posting Komentar

0 Komentar