Aplikasi Chinese Hanzi Handwriting Terbukti Tingkatkan Kemampuan Menulis Hanzi Siswa SMK

Created by AI

FORMOSA NEWS – Menguasai cara menulis huruf Mandarin atau hanzi masih menjadi tantangan terbesar bagi banyak pelajar Indonesia. Kompleksitas bentuk karakter dan aturan urutan goresan (stroke order) sering membuat siswa kesulitan menghafal maupun menulis karakter dengan benar. Penelitian terbaru yang dilakukan Dandung Tianggara, Miftachul Amri, Urip Zaenal Fanani, dan Mintowati dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Chinese Hanzi Handwriting mampu meningkatkan kemampuan menulis hanzi sekaligus mendapat respons sangat positif dari siswa. Penelitian tersebut dipublikasikan pada International Journal of Applied and Scientific Research (IJASR), Volume 4 Nomor 6 Tahun 2026.

Hasil penelitian ini menjadi penting karena pembelajaran bahasa Mandarin semakin berkembang di berbagai sekolah menengah di Indonesia. Di sisi lain, keterampilan menulis hanzi masih menjadi salah satu aspek yang paling sulit dikuasai dibandingkan keterampilan mendengar, berbicara, maupun membaca. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu siswa memahami struktur karakter Mandarin secara lebih mudah dan menarik.

Para peneliti menjelaskan bahwa karakter hanzi berbeda dengan sistem alfabet yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Setiap karakter memiliki susunan goresan tertentu yang harus ditulis sesuai aturan. Kesalahan urutan goresan bukan hanya membuat tulisan sulit dibaca, tetapi juga menyulitkan siswa ketika menggunakan kamus digital maupun mempelajari karakter yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.

Kondisi tersebut ditemukan ketika tim peneliti melakukan observasi di SMKS Ketintang Surabaya. Guru bahasa Mandarin melaporkan masih banyak siswa yang belum memahami cara penulisan hanzi yang benar. Beberapa tugas siswa bahkan menunjukkan karakter yang ditulis tidak lengkap, urutan goresannya keliru, bahkan banyak jawaban yang dibiarkan kosong karena siswa merasa kesulitan.

Selain itu, rendahnya minat belajar bahasa Mandarin turut menjadi tantangan tersendiri. Sebagian siswa menganggap pelajaran tersebut sulit sehingga materi yang disampaikan guru kurang terserap secara optimal. Peneliti kemudian memanfaatkan aplikasi Chinese Hanzi Handwriting sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu mengatasi persoalan tersebut.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain True Experimental Design. Sebanyak 66 siswa kelas XI SMKS Ketintang Surabaya dilibatkan dalam penelitian dan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 33 siswa masuk ke kelas eksperimen yang belajar menggunakan aplikasi Chinese Hanzi Handwriting, sedangkan 33 siswa lainnya menjadi kelompok kontrol yang tetap menggunakan metode pembelajaran konvensional berbantuan presentasi PowerPoint.

Selama proses pembelajaran, siswa pada kelas eksperimen diminta mengunduh aplikasi melalui telepon pintar masing-masing. Mereka kemudian berlatih menulis karakter Mandarin sesuai materi yang sedang dipelajari dengan memanfaatkan fitur latihan urutan goresan, visualisasi karakter, serta latihan berulang yang tersedia dalam aplikasi.

Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, peneliti memberikan tes sebelum pembelajaran (pre-test) dan sesudah pembelajaran (post-test). Selain itu, seluruh siswa di kelas eksperimen juga mengisi angket mengenai pengalaman mereka menggunakan aplikasi tersebut.

Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Chinese Hanzi Handwriting secara nyata mampu meningkatkan keterampilan menulis hanzi dibandingkan metode pembelajaran biasa.

Tidak hanya meningkatkan hasil belajar, aplikasi tersebut juga memperoleh tingkat penerimaan yang sangat tinggi dari para siswa. Seluruh indikator dalam angket memperoleh nilai antara 81 persen hingga 100 persen, yang termasuk dalam kategori "Sangat Baik".

Beberapa hasil penting dari angket menunjukkan bahwa:

  • 92,4% siswa menyukai penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran.

  • 95,5% siswa menilai aplikasi sangat mudah digunakan.

  • 93,2% siswa merasa aplikasi membantu memahami urutan goresan hanzi dengan benar.

  • 90,9% siswa menyatakan motivasi belajar meningkat setelah menggunakan aplikasi.

  • 89,4% siswa menilai aplikasi memberikan dampak positif terhadap pembelajaran.

  • 90,2% siswa menilai materi dalam aplikasi sesuai dengan pelajaran yang diajarkan guru.

  • 92,4% siswa merasa lebih bersemangat belajar bahasa Mandarin.

  • 94,7% siswa mengaku menjadi lebih percaya diri saat mengikuti pembelajaran.

  • 89,4% siswa menyatakan aplikasi sangat membantu proses belajar menulis hanzi.

  • 90,2% siswa merasa pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Menurut tim peneliti dari Universitas Negeri Surabaya, tingginya respons siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran digital tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memperbaiki pengalaman belajar secara keseluruhan. Visualisasi urutan goresan, latihan yang dapat diulang berkali-kali, serta tampilan aplikasi yang sederhana membuat siswa lebih mudah memahami bentuk karakter Mandarin dibandingkan hanya mengandalkan metode ceramah.

Peneliti juga menilai penggunaan aplikasi memberikan keuntungan bagi guru. Dengan bantuan teknologi, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif sehingga guru dapat memfokuskan perhatian pada pendampingan siswa yang masih mengalami kesulitan. Suasana kelas pun menjadi lebih aktif karena siswa terlibat langsung dalam praktik menulis karakter menggunakan perangkat yang mereka miliki.

Temuan ini memperkuat berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran digital dapat meningkatkan keterampilan menulis bahasa asing. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru karena secara khusus menguji penggunaan aplikasi Chinese Hanzi Handwriting pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang sebelumnya masih jarang diteliti di Indonesia.

Ke depan, aplikasi serupa berpotensi dikembangkan tidak hanya untuk melatih kemampuan menulis hanzi, tetapi juga membantu siswa memperkaya kosakata, menyusun kalimat sederhana, hingga meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Mandarin secara lebih komprehensif. Peneliti juga merekomendasikan agar penelitian lanjutan melibatkan jumlah sekolah dan peserta yang lebih besar sehingga manfaat teknologi pembelajaran ini dapat diuji pada berbagai jenjang pendidikan.

Profil Penulis

Dandung Tianggara merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penelitian ini disusun bersama Dr. Miftachul Amri, Urip Zaenal Fanani, dan Prof. Dr. Mintowati, akademisi Universitas Negeri Surabaya yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan bahasa, media pembelajaran, serta pembelajaran bahasa Mandarin berbasis teknologi.

Sumber Penelitian

Judul: Students Responses to the Chinese Hanzi Handwriting Application in Learning Hanzi Writing Skills: Evidence from Eleventh-Grade Students at SMKS Ketintang Surabaya

Penulis: Dandung Tianggara, Miftachul Amri, Urip Zaenal Fanani, Mintowati

Jurnal: International Journal of Applied and Scientific Research (IJASR)

Volume 4 Nomor 6 (2026), Halaman 325–342

DOI: https://doi.org/10.59890/ijasr.v4i6.249

Posting Komentar

0 Komentar