Penelitian multidisiplin ini digarap oleh Chandra Dinata, Durratun Nashihah, Akbar Pandu Dwinugraha, Ahmad Luthfi, I Made Arie Widyasthana Wartana Putra, dan Ilham Nur Hanifan Maulana pada tahun 2025
Kesenjangan Data dan Tantangan Sektoral
Pemerintah Indonesia secara konstitusional mewajibkan alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) demi menjamin hak belajar masyarakat
Dalam studi ini, para peneliti menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yang diperkuat oleh analisis indikator kinerja kuantitatif dan statistik pendidikan
Temuan Utama: Anggaran Efisien tetapi Kurang Efektif
Analisis data keuangan dari rentang waktu 2020 hingga Oktober 2023 mengungkap potret mendalam mengenai kondisi finansial pendidikan di Aceh Besar
- Efektivitas Anggaran Masuk Kategori Kurang Efektif: Rata-rata skor efektivitas anggaran dalam periode tersebut hanya mencapai 75,96%
. Penurunan drastis terlihat pada tahun 2023, di mana tingkat efektivitas anjlok menjadi 20,64% (Kategori Tidak Efektif) dari yang semula mencapai 98,52% (Efektif) pada tahun 2020 . Penurunan tajam ini dipicu oleh rendahnya realisasi anggaran pada tahun 2023 yang hingga bulan Oktober baru menyentuh angka Rp17,29 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp83,79 miliar . - Efisiensi Anggaran Berstatus Efisien: Berbeda dengan efektivitasnya, pengukuran efisiensi justru mencatatkan rata-rata skor yang baik sebesar 60,05%
. Pada tahun 2020 hingga 2022, pengelolaan pengeluaran masuk dalam kategori "Sangat Efisien" karena proporsi belanja tidak langsung (seperti gaji dan tunjangan pegawai) mampu diseimbangkan dengan alokasi belanja langsung untuk proyek fisik . Namun, pada tahun 2023 statusnya berubah menjadi "Kurang Efisien" (98,51%) karena belanja langsung tercatat jauh lebih tinggi dibanding belanja tidak langsung tanpa diimbangi output program yang optimal . - Ketimpangan Distribusi Siswa dan Guru: Ketidakseimbangan fasilitas terlihat jelas di tingkat sub-distrik
. Kecamatan Darul Imarah mendominasi jumlah siswa terbanyak dengan 4.325 murid SD dan 2.056 murid SMP . Sebaliknya, Kecamatan Krung Barona Jaya memiliki 847 siswa SD namun tidak memiliki sekolah menengah pertama (SMP) satu pun . Kondisi ini linear dengan distribusi guru yang menumpuk di area perkotaan, sementara wilayah terluar seperti Pulo Aceh dan Leupung mengalami krisis tenaga pengajar .
Strategi Berbasis Inovasi dan Kemitraan
Durratun Nashihah bersama tim peneliti Universitas Merdeka Malang menggarisbawahi bahwa persoalan utama pembiayaan pendidikan di Aceh Besar bukanlah ketiadaan dana, melainkan lambatnya konversi dari perencanaan anggaran menuju realisasi fisik dan hasil pembelajaran yang terukur
Berdasarkan hasil analisis SWOT, tim peneliti merekomendasikan strategi integratif yang menggabungkan kekuatan internal daerah dengan peluang eksternal (S-O atau Strength-Opportunity)
- Penyelerasan Realisasi dan Pelaporan: Mengakselerasi proses pengadaan barang/jasa serta memperkuat tata kelola pelaporan keuangan daerah agar tidak terjadi jeda pencatatan data yang masif di akhir tahun anggaran
. - Pemerataan Sektoral Berbasis Spasial: Mengalihkan fokus intervensi anggaran ke wilayah-wilayah pinggiran yang minim fasilitas, guna membangun akses pendidikan menengah dan mendistribusikan guru secara merata
. - Kemitraan Multipihak: Membuka ruang inovasi pendanaan melalui kolaborasi bersama sektor swasta, komunitas lokal, dan lembaga non-pemerintah, alih-alih hanya bertumpu pada dana APBD demi menekan ketergantungan pada guru kontrak dan mendukung pengembangan kurikulum lokal
.
Profil Peneliti
Riset ini dipimpin oleh Chandra Dinata bersama rekan penelitinya, Durratun Nashihah, S.AP., M.AP., seorang akademisi dan staf pengajar di Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Merdeka Malang
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: From Limitations to Innovation: Strategies to Improve Education Management in Aceh Besar
- Nama Jurnal: International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE)
- Volume & Nomor: Vol. 4, No. 3, Tahun 2026: Hal. 243-254
- Tautan DOI Resmi:
https://doi.org/10.59890/ijasse.v4i3.1 https://journalijasse.my.id/index.php/ijasse
0 Komentar