MAKASSAR
– Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG)
terbukti mampu meningkatkan kinerja keuangan perbankan. Penelitian yang
dilakukan oleh Asriyana dan Musseng menunjukkan bahwa pengaruh positif tata
kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan menjadi lebih kuat ketika didukung
oleh modal intelektual (intellectual capital) yang dikelola secara
optimal. Temuan ini diperoleh dari penelitian pada sejumlah bank di Kota
Makassar dan dipublikasikan dalam International Journal of Business and
Applied Economics (IJBAE) Volume 5 Nomor 3 Tahun 2026.
Hasil
penelitian ini menjadi penting di tengah meningkatnya persaingan industri
perbankan yang menuntut perusahaan tidak hanya memiliki tata kelola yang
transparan dan akuntabel, tetapi juga mampu mengelola aset tidak berwujud
seperti kompetensi sumber daya manusia, sistem organisasi, dan hubungan dengan
pemangku kepentingan. Kombinasi keduanya dinilai menjadi faktor kunci dalam
menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis perbankan.
Penelitian
dilakukan terhadap karyawan dari beberapa bank di Makassar, yaitu PT Bank
Sulselbar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Peneliti menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural
Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengukur hubungan antara tata kelola
perusahaan, modal intelektual, dan kinerja keuangan.
Sebelum
melakukan analisis hubungan antarvariabel, peneliti menguji validitas dan
reliabilitas data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator
penelitian memenuhi standar validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan
untuk mengukur variabel yang diteliti.
Temuan Utama Penelitian
- Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
- Koefisien pengaruh GCG terhadap kinerja keuangan mencapai 0,389 dengan nilai T-statistik 4,782.
- Modal intelektual memperkuat hubungan antara GCG dan kinerja keuangan perusahaan.
- Pengaruh tidak langsung GCG terhadap kinerja keuangan melalui modal intelektual memiliki koefisien sebesar 0,092 dengan nilai T-statistik 2,774.
- Variabel GCG dan modal intelektual mampu menjelaskan 76,9 persen variasi kinerja keuangan perusahaan.
- Semakin baik penerapan prinsip tata kelola perusahaan, semakin tinggi pula kinerja keuangan yang dihasilkan.
Penelitian
menemukan bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG seperti transparansi,
akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran mampu meningkatkan
kepercayaan investor serta mengurangi konflik kepentingan antara manajemen dan
pemegang saham. Kondisi tersebut membuat perusahaan dapat mengelola sumber daya
secara lebih efisien dan menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik.
Selain
itu, modal intelektual terbukti menjadi faktor yang memperkuat efektivitas tata
kelola perusahaan. Modal intelektual dalam penelitian ini mencakup kualitas
sumber daya manusia, sistem dan prosedur organisasi, serta hubungan perusahaan
dengan pihak eksternal. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja kompeten, sistem
kerja yang terstruktur, dan hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan
mampu mengoptimalkan manfaat dari penerapan GCG.
Menurut
Asriyana dan Musseng, perusahaan yang mampu menggabungkan tata kelola yang baik
dengan pengelolaan modal intelektual secara efektif akan memiliki kualitas
pengambilan keputusan yang lebih baik, efisiensi operasional yang lebih tinggi,
dan kemampuan yang lebih kuat dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Penelitian
ini juga mendukung teori Resource-Based View, yang menyatakan bahwa
keunggulan kompetitif perusahaan tidak hanya ditentukan oleh aset fisik, tetapi
juga oleh aset tidak berwujud seperti pengetahuan, kompetensi karyawan,
inovasi, dan jaringan hubungan yang dimiliki perusahaan. Dalam konteks
tersebut, modal intelektual menjadi sumber daya strategis yang memperkuat
dampak positif tata kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan.
Berdasarkan
hasil penelitian, perusahaan perbankan disarankan untuk terus meningkatkan
penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance sekaligus memperkuat
pengelolaan modal intelektual melalui pelatihan karyawan, pengembangan
kompetensi, inovasi berkelanjutan, serta pembangunan budaya organisasi yang
mendukung kinerja dan kreativitas. Langkah tersebut dinilai penting untuk
meningkatkan daya saing industri perbankan di tengah perubahan lingkungan
bisnis yang semakin dinamis.
Profil Penulis
- Asriyana - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
- Musseng - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
Sumber Penelitian
Asriyana
& Musseng. (2026). The Influence of Good Corporate Governance on
Financial Performance with Intellectual Capital as a Moderating Variable. International
Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 3, 2026, hlm.
871–884.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i3.30
URL
Jurnal: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae

0 Komentar