Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Agussalim Andriansyah, Rizky Nur Soewandi, dan Lidia Andiani dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara Malang, yang dipublikasikan pada tahun 2026 dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS).
Penelitian ini menjadi penting karena Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh bersama teknologi digital dan menjadi pengguna aktif berbagai layanan keuangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengelola perilaku konsumsi dan stres keuangan memiliki peran besar dalam menentukan kesehatan finansial generasi muda.
Generasi Z Hidup di Tengah Kemudahan Digital
Saat ini Generasi Z menikmati berbagai kemudahan transaksi melalui aplikasi pembayaran digital, marketplace, layanan pinjaman daring, hingga fitur Buy Now Pay Later (BNPL). Kemudahan tersebut membuat proses belanja menjadi lebih cepat dan praktis.
Namun, akses yang semakin mudah juga memunculkan tantangan baru. Banyak anak muda terdorong melakukan pembelian impulsif akibat promosi digital, rekomendasi influencer, serta tekanan sosial dari lingkungan pertemanan dan media sosial.
Menurut para peneliti, fenomena ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menurunkan kemampuan menabung, meningkatkan beban utang, dan memicu stres keuangan.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital juga membuka peluang produktif. Generasi Z kini memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan, bisnis digital, ekonomi kreatif, hingga investasi berbasis aplikasi.
Meneliti Hubungan Perilaku Finansial dan Kinerja Keuangan
Penelitian dilakukan terhadap responden Generasi Z berusia 18 hingga 27 tahun di Indonesia. Para responden diminta mengisi kuesioner yang mengukur empat aspek utama, yaitu:
- Perilaku konsumtif
- Produktivitas keuangan
- Stres keuangan
- Kinerja keuangan pribadi
Data kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk melihat hubungan antarvariabel.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami bagaimana kebiasaan finansial memengaruhi kondisi keuangan Generasi Z sekaligus menguji peran stres keuangan sebagai faktor yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh tersebut.
Perilaku Konsumtif Terbukti Menurunkan Kinerja Keuangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja keuangan Generasi Z.
Semakin tinggi kecenderungan seseorang melakukan pembelian impulsif, menggunakan layanan pay later secara berlebihan, dan mengalokasikan pengeluaran pada kebutuhan non-prioritas, semakin rendah kualitas kondisi keuangannya.
Peneliti menemukan bahwa perilaku konsumtif berkontribusi terhadap menurunnya kemampuan mengelola arus kas, berkurangnya tabungan, serta meningkatnya risiko kesulitan keuangan.
Temuan ini memperkuat berbagai penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa gaya hidup konsumtif menjadi salah satu penyebab utama kerentanan finansial pada generasi muda.
Produktivitas Keuangan Memberikan Dampak Positif
Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa produktivitas keuangan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja finansial.
Produktivitas keuangan dalam penelitian ini mencakup berbagai aktivitas seperti:
- Memiliki sumber pendapatan tambahan
- Menabung secara rutin
- Berinvestasi
- Menyusun anggaran keuangan
- Mengelola pendapatan secara disiplin
Generasi Z yang aktif mencari penghasilan tambahan dan memiliki kebiasaan mengelola keuangan dengan baik cenderung memiliki kondisi finansial yang lebih stabil.
Mereka juga lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak serta memiliki peluang lebih besar untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Stres Keuangan Menjadi Faktor Penentu
Salah satu temuan terpenting dalam penelitian ini adalah peran stres keuangan.
Peneliti menemukan bahwa stres keuangan tidak hanya berdampak langsung terhadap penurunan kinerja keuangan, tetapi juga memengaruhi hubungan antara perilaku konsumtif dan produktivitas keuangan dengan kondisi finansial seseorang.
Stres keuangan muncul ketika individu merasa terbebani oleh tagihan, ketidakpastian pendapatan, utang, atau kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam kondisi stres tinggi, dampak negatif perilaku konsumtif menjadi semakin besar. Sebaliknya, manfaat dari aktivitas produktif seperti menabung dan berinvestasi menjadi kurang optimal karena individu mengalami tekanan psikologis dalam mengelola keuangan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 70,5 persen variasi kinerja keuangan Generasi Z dapat dijelaskan oleh perilaku konsumtif, produktivitas keuangan, dan stres keuangan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor psikologis dan perilaku memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kesehatan finansial generasi muda.
Implikasi bagi Generasi Muda dan Pembuat Kebijakan
Temuan penelitian ini memberikan sejumlah pelajaran penting.
Bagi Generasi Z, meningkatkan literasi keuangan saja belum cukup. Kemampuan mengendalikan perilaku konsumtif dan mengelola stres keuangan menjadi sama pentingnya dengan memahami konsep keuangan.
Bagi lembaga pendidikan, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi keuangan yang tidak hanya mengajarkan cara menabung dan berinvestasi, tetapi juga membangun kontrol diri serta ketahanan psikologis dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Sementara itu, bagi pemerintah dan industri keuangan digital, penelitian ini menunjukkan pentingnya menyediakan edukasi yang lebih luas mengenai penggunaan layanan kredit digital, pay later, dan pengelolaan keuangan yang sehat.
Para peneliti menegaskan bahwa stabilitas keuangan Generasi Z akan lebih mudah dicapai apabila peningkatan literasi keuangan dibarengi dengan strategi pengelolaan stres keuangan yang efektif.
Profil Penulis
Agussalim Andriansyah merupakan akademisi dan peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara Malang yang menaruh perhatian pada bidang perilaku keuangan, keuangan generasi muda, dan manajemen keuangan individu.
Rizky Nur Soewandi adalah dosen dan peneliti di STIE Malangkuçeçwara Malang dengan fokus penelitian pada manajemen keuangan, perilaku konsumen, dan ekonomi digital.
Lidia Andiani merupakan akademisi dari STIE Malangkuçeçwara Malang yang meneliti berbagai isu terkait literasi keuangan, kesejahteraan finansial, dan perilaku ekonomi masyarakat.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Two Sides of Generation Z's Lifestyle: The Effect of Consumer Behavior and Financial Productivity in The Financial Performance of Generation with Financial Stress as A Moderating Variable
Penulis: Agussalim Andriansyah, Rizky Nur Soewandi, Lidia Andiani
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume dan Tahun: Vol. 4 No. 2, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i2.424
URL Jurnal: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijefbs
0 Komentar