Strategi Internasionalisasi bagi UMKM Kopi Melalui Layanan Pengiriman Barang dari Perspektif Pemasaran Ekspor Tidak Langsung

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Malang - Strategi Ekspor Tidak Langsung Jadi Kunci UMKM Kopi Lokal Tembus Pasar Global. Penelitian yang dilakukan oleh Evita Novilia, Sudarmiatin, Heri Pratikto dari Universitas Negeri Malang, dan Gleydis Harwida dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 4 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana strategi ekspor tidak langsung (indirect export) melalui pemanfaatan jasa perusahaan pengiriman barang (freight forwarding) menjadi solusi paling adaptif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi di daerah untuk bersaing di panggung internasional.

Menjembatani Keterbatasan UMKM Menuju Pasar Internasional
Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan keberagaman varietas kopi lokalnya. Tren global yang menggandrungi kopi single-origin membuka peluang besar bagi wilayah-wilayah di Jawa Timur, seperti Blitar, Kediri, dan Jombang. Kawasan lereng gunung di daerah-daerah tersebut sangat sukses menghasilkan varietas kopi Liberika, Robusta, dan Arabica berkualitas tinggi yang diminati oleh pasar internasionalNamun, kontribusi UMKM kopi terhadap total ekspor nasional tercatat masih relatif rendah. Para pelaku usaha lokal kerap kali terbentur oleh tantangan klasik. Masalah utamanya bukan lagi soal cara meracik kopi yang enak, melainkan rumitnya prosedur logistik dan birokrasi perdagangan lintas batas negara. UMKM umumnya menghadapi keterbatasan informasi pasar, minimnya kemampuan manajerial, standar sertifikasi pangan yang ketat, serta rantai pasok rendah emisi karbon yang kompleksUntuk menyiasati kebuntuan tersebut, para peneliti menemukan bahwa mekanisme ekspor tidak langsung hadir sebagai langkah awal yang rasional. Strategi ini secara efektif memangkas risiko operasional, menekan biaya tinggi, dan mengeliminasi kerumitan birokrasi yang biasanya tidak sanggup ditangani oleh UMKM secara mandiri.

Eksplorasi Berbasis Realitas Lapangan
Guna mengupas fenomena ini, tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratori. Pengumpulan data di lapangan dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam kepada para pemilik UMKM kopi, pengelola komunitas ekspor, serta dinas perdagangan terkait di wilayah potensialSelain itu, tim juga melakukan observasi langsung terhadap alur distribusi fisik kopi dan melakukan bedah dokumen ekspor untuk memastikan keabsahan data. Seluruh data yang terkumpul kemudian disaring dan dianalisis secara interaktif guna menyajikan narasi yang akurat mengenai dinamika ekspor kopi daerah.

Temuan Utama: Peran Ganda
Freight Forwarder
Hasil penelitian ini menyoroti beberapa poin penting mengenai peta kekuatan dan mekanisme ekspor UMKM kopi lokal:
  • Karakteristik Produk dan Orientasi Pasar: UMKM kopi di wilayah Blitar dan sekitarnya didominasi oleh pengolahan kopi Robusta skala kecil-menengah, serta mulai merambah Arabica untuk segmen specialty coffee. Mereka juga mengembangkan kopi dengan karakteristik aroma buah (fruity) yang unik sebagai daya saing global.
  • Peran Strategis Agregator Logistik: Perusahaan freight forwarder atau agregator kini tidak lagi sekadar menjadi kurir pengirim barang. Mereka bertindak sebagai jembatan pengetahuan (knowledge intermediaries) yang mengurus dokumen krusial seperti Certificate of Origin (Surat Keterangan Asal) dan sertifikat fitosanitari, sekaligus memastikan kepatuhan regulasi di negara tujuan.
  • Bukti Keberhasilan Nyata: Melalui ekosistem kolaboratif ini, UMKM kopi lokal bahkan berhasil mengamankan kontrak dagang untuk mengirimkan 12 ton biji kopi mentah varietas buah ke negara tetangga Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp300 juta.
  • Peningkatan Posisi Tawar: Kerja sama ini membuat UMKM tidak lagi bergantung pada tengkulak tradisional. Mereka kini memiliki posisi tawar langsung dengan pembeli luar negeri dan mampu membawa identitas merek regional mereka sendiri ke kancah internasional.
Meskipun menawarkan jalur cepat, para peneliti memberikan catatan bahwa strategi ekspor tidak langsung ini memiliki kelemahan mendasar. UMKM cenderung kehilangan kontrol langsung terhadap kendali harga pasar, tidak berinteraksi langsung dengan konsumen akhir, serta mendapatkan nilai tambah ekonomi yang lebih kecil dibandingkan melakukan ekspor secara mandiri.

Implikasi Kebijakan dan Keberlanjutan Usaha
Penelitian ini membawa dampak penting bagi pengembangan kebijakan ekonomi daerah dan strategi dunia usaha. Kolaborasi dengan freight forwarder harus diposisikan sebagai "batu loncatan" atau fase pembelajaran awal bagi UMKM kopi. Selagi stabilitas operasional dan pasar jangka pendek terjamin, pelaku UMKM dituntut untuk terus menyerap ilmu perdagangan internasional, memperbaiki manajemen internal, dan melengkapi sertifikasi produk merekaPemerintah daerah dan institusi akademis dapat menggunakan temuan ini untuk merancang program pendampingan yang lebih terarah, khususnya mendorong digitalisasi logistik dan integrasi UMKM ke dalam platform e-commerce global demi mempermudah jalan menuju kemandirian ekspor penuh di masa depan.

Profil Peneliti
Evita Novilia Peneliti utama dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, berfokus pada strategi internasionalisasi bisnis dan manajemen pemasaran UMKM.
Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. Guru Besar dan dosen senior di Universitas Negeri Malang, pakar di bidang manajemen strategis, kewirausahaan, dan pengembangan UMKM.
Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Si. Dosen dan peneliti senior Universitas Negeri Malang, ahli dalam bidang perilaku organisasi, manajemen bisnis, dan jejaring pasar.
Gleydis Harwida Akademisi dan peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, berfokus pada pengembangan ekonomi regional dan pemberdayaan komoditas lokal Jawa Timur.

Sumber Penelitian
Evita Novilia, SudarmiatinHeri Pratikto, Gleydis Harwida (2026), Internationalization Strategies for Coffee SMEs through Freight Forwarding Services from an Indirect Export Marketing Perspective, Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR), Vol. 5, No. 4 2026, Halaman 247-262
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i4.26
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar