Temuan tersebut hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap investasi berkelanjutan. Di Indonesia, penerapan pelaporan keberlanjutan terus diperkuat melalui regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta hadirnya IDX ESG Leaders Index di Bursa Efek Indonesia. Di tingkat global, aset investasi berkelanjutan juga terus meningkat karena investor mulai mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan selain indikator keuangan konvensional. Namun, masih terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai apakah pengungkapan ESG benar-benar mampu meningkatkan nilai perusahaan di Indonesia.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Puput Puspitasari dan Dr. Eni Wuryani menganalisis 71 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Penelitian menghasilkan 355 observasi setelah melalui proses seleksi data yang ketat. Penilaian ESG menggunakan Bloomberg ESG Scores, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan Tobin's Q, yaitu indikator yang mencerminkan bagaimana investor menilai prospek masa depan suatu perusahaan berdasarkan nilai pasarnya. Penelitian juga memasukkan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi untuk melihat apakah perusahaan besar memperoleh manfaat ESG yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang lebih kecil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua komponen ESG memberikan dampak yang sama terhadap nilai perusahaan.
Temuan Utama Penelitian
- Pengungkapan ESG secara keseluruhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (β = +0,0074; p = 0,0025).
- Pilar Environmental (Lingkungan) berpengaruh positif terhadap Tobin's Q (β = +0,0052; p = 0,0006).
- Pilar Governance (Tata Kelola) juga memberikan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan (β = +0,0067; p = 0,0099).
- Pilar Social (Sosial) justru berpengaruh negatif terhadap Tobin's Q (β = −0,0057; p = 0,0328).
- Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh positif ESG secara keseluruhan terhadap nilai perusahaan (β = +0,0057; p = 0,0003).
- Ukuran perusahaan juga memperkuat pengaruh pilar Environmental (β = +0,0033; p < 0,001).
- Namun, ukuran perusahaan tidak memoderasi hubungan pilar Social maupun Governance terhadap nilai perusahaan.
Salah satu temuan paling menarik adalah besarnya pengaruh aspek lingkungan terhadap persepsi investor. Perusahaan yang memiliki pengungkapan lebih baik mengenai pengelolaan emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, dan kebijakan perubahan iklim cenderung memperoleh penilaian pasar yang lebih tinggi. Investor menilai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan memiliki risiko yang lebih rendah sekaligus peluang pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik.
Selain itu, tata kelola perusahaan juga terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor. Perusahaan yang menerapkan transparansi, akuntabilitas, perlindungan terhadap pemegang saham, serta struktur dewan yang baik memperoleh apresiasi lebih tinggi dari pasar. Tata kelola yang kuat dinilai mampu mengurangi risiko konflik kepentingan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan perusahaan.
Berbeda dengan dua pilar lainnya, aspek sosial justru menunjukkan hubungan negatif terhadap nilai perusahaan. Menurut peneliti, kondisi ini dapat dijelaskan oleh karakteristik pasar Indonesia. Banyak aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah menjadi kewajiban berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sehingga tambahan pengeluaran sosial sering kali dipandang investor sebagai beban biaya jangka pendek, bukan sebagai investasi yang langsung meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, skor sosial Bloomberg lebih banyak mengukur tingkat pengungkapan daripada efektivitas program sosial yang dijalankan perusahaan.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa ukuran perusahaan memainkan peran penting dalam keberhasilan implementasi ESG. Perusahaan besar memiliki sumber daya keuangan yang lebih kuat, sistem organisasi yang lebih matang, serta mendapatkan perhatian lebih besar dari investor institusional, analis, dan media. Kondisi tersebut membuat implementasi ESG menjadi lebih optimal sekaligus memberikan sinyal yang lebih kuat kepada pasar, khususnya pada aspek lingkungan.
Menurut Puput Puspitasari dan Dr. Eni Wuryani dari Universitas Negeri Surabaya, hasil penelitian ini mendukung Stakeholder Theory dan Legitimacy Theory. Perusahaan yang mampu memenuhi harapan para pemangku kepentingan melalui praktik ESG yang transparan akan memperoleh legitimasi yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan nilai pasar perusahaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ESG tidak dapat dipandang sebagai satu kesatuan, karena masing-masing pilar memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia usaha dan regulator. Bagi perusahaan, ESG sebaiknya diposisikan sebagai strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi. Prioritas perlu diberikan pada penguatan pengelolaan lingkungan dan tata kelola perusahaan karena keduanya terbukti memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, pemerintah dan regulator dapat terus meningkatkan kualitas standar pelaporan keberlanjutan agar informasi ESG menjadi lebih transparan, konsisten, dan dapat dipercaya oleh investor.
Peneliti juga mengakui adanya beberapa keterbatasan penelitian. Pengukuran ESG hanya menggunakan Bloomberg ESG Scores, sampel penelitian didominasi perusahaan besar yang telah memiliki data ESG lengkap, dan kinerja keuangan hanya diukur menggunakan Tobin's Q. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan perusahaan skala menengah dan kecil, menggunakan penyedia data ESG lain, serta mengombinasikan indikator pasar dengan indikator akuntansi agar hasil penelitian semakin komprehensif.
Profil Penulis
Puput Puspitasari merupakan peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan fokus penelitian pada keberlanjutan perusahaan, Environmental, Social, and Governance (ESG), keuangan perusahaan, dan pasar modal.
Dr. Eni Wuryani adalah dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki bidang keahlian dalam keuangan perusahaan, akuntansi, tata kelola perusahaan, dan manajemen bisnis berkelanjutan.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Effect of Environmental, Social, and Governance on Financial Performance with Firm Size as a Moderating Variable in Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the Period 2020–2024
Penulis: Puput Puspitasari & Eni Wuryani
Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI), Vol. 4 No. 3, 2026, hlm. 505–520.
0 Komentar