Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal dalam Memotivasi Generasi Z Memilih Jalur Karier Wirausaha

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Digitalisasi yang berkembang pesat membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk mengambil jalur berwirausaha sebagai pilihan karier masa depan. Penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Rizalul Huda, Tri Lestari Wahyuning Utami, Khoirina Noor Anindya, dan Mellisa Fitri Andriyani Muzakir dari Universitas Islam Indonesia dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 6 Tahun 2026 menyoroti bahwa memetakan peta motivasi anak muda di era digital, sekaligus membantu pemerintah dan pelaku industri dalam merancang ekosistem bisnis yang relevan bagi generasi penerus.

Kebebasan Waktu dan Geliat Bisnis Digital
Kemajuan teknologi informasi secara global telah mengubah model bisnis konvensional dan gaya hidup masyarakat. Media sosial dan platform e-commerce memicu anggapan bahwa bisnis kini dapat dijalankan oleh siapa saja, terutama bagi anak muda yang melek teknologi. Berdasarkan data survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam kajian peneliti, jumlah usaha e-commerce di Indonesia melonjak pesat dengan pertumbuhan terbesar didominasi oleh pelaku usaha skala kecil berpendapatan di bawah Rp300 jutaDi sisi lain, laporan global dari Deloitte menunjukkan bahwa 70 persen Generasi Z sangat mendambakan fleksibilitas di tempat kerja. Mereka menyukai pengaturan kerja yang seimbang antara kehidupan personal dan profesional, serta fleksibilitas lokasi kerja. Menjadi wirausahawan pun dinilai menjadi jawaban yang tepat untuk memenuhi ekspektasi tersebut dibandingkan bekerja di korporasi.

Mengintip Metode Riset Peneliti UII
Untuk menggali dinamika ini secara mendalam, tim peneliti dari Universitas Islam Indonesia menerapkan desain penelitian kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (In-Depth Interview) terhadap 16 responden dari Generasi ZPara responden merupakan mahasiswa tingkat akhir atau lulusan baru yang sudah aktif menjalankan roda bisnis mereka sendiri. Industri yang mereka geluti pun bervariasi, mulai dari sektor kuliner (food and beverage), fesyen, cinderamata, hingga agensi pemasaran digital dan produksi konten kreatif. Guna menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teori.

Tiga Dorongan Intrinsic: Pengalaman hingga Aktualisasi Diri
Penelitian ini menemukan bahwa keputusan Generasi Z untuk terjun ke dunia usaha digerakkan oleh faktor internal (motivasi intrinsik) dan faktor eksternal (motivasi ekstrinsik) yang saling melengkapi.

Dari sisi internal, terdapat tiga aspek utama yang mendorong motivasi mereka:
Pengalaman Praktis Sebelumnya: Sebagian besar responden sudah terbiasa berbisnis atau bekerja lepas (freelance) sejak masa kuliah. Pengalaman ini membangun rasa percaya diri dan keterampilan manajerial yang kuat.
Kebutuhan Keamanan Finansial: Menjadi wirausahawan dipandang sebagai jalan cepat untuk meraih kemandirian finansial. Mereka percaya bahwa mengelola bisnis sendiri memberikan kendali penuh terhadap pendapatan personal mereka.
Aktualisasi Diri: Berbisnis dianggap sebagai sebuah pencapaian hidup yang membanggakan. Banyak anak muda merasa puas ketika usaha mereka mampu memberikan dampak sosial nyata, salah satunya dengan membuka lowongan kerja baru untuk lingkungan sekitar.

Implikasi bagi Kebijakan dan Dunia Pendidikan
Hasil kajian para akademisi UII ini menegaskan bahwa faktor internal dan eksternal tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Lingkungan keluarga yang suportif terbukti mampu merangsang lahirnya motivasi internal dalam diri anak mudaManfaat praktis dari riset ini sangat luas. Bagi dunia pendidikan tinggi, hasil ini dapat menjadi acuan untuk merancang kurikulum kewirausahaan yang berbasis praktik teknologi, bukan sekadar teori. Bagi pemerintah dan dunia usaha, data ini memberikan sinyal pentingnya penyediaan platform digital, pelatihan literasi keuangan, dan akses permodalan yang ramah bagi pelaku usaha pemula dari kalangan Generasi Z demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.

Profil Peneliti
Muhamad Rizalul Huda – Peneliti dan akademisi di Universitas Islam Indonesia, berfokus pada kajian manajemen bisnis dan kewirausahaan generasi muda.
Tri Lestari Wahyuning Utami – Dosen dan peneliti di Universitas Islam Indonesia. Ahli di bidang perilaku organisasi, motivasi kerja, dan studi pengembangan karier.
Khoirina Noor Anindya – Peneliti bidang manajemen di Universitas Islam Indonesia yang menaruh perhatian pada isu digitalisasi ekonomi dan UMKM.
Mellisa Fitri Andriyani Muzakir – Akademisi dan peneliti di Universitas Islam Indonesia dengan kepakaran di bidang dinamika industri kreatif dan perilaku konsumen.

Sumber Penelitian
Muhamad Rizalul Huda, Tri Lestari Wahyuning UtamiKhoirina Noor Anindya, Mellisa Fitri Andriyani Muzakir. From Internal and External Factors: Generation Z's Motivation to Become an Entrepreneur as A Career Choice. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 6, Halaman 397-40
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i6.39
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar