Pencapaian Kualitas SMK Berdasarkan Rapor Pendidikan: Konfigurasi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Perilaku Kerja Guru, dan Praktik Kinerja Guru

Ilustrasi by AI

Penelitian yang dilakukan oleh Yosi Rahayu Ningsih dan Tina Rahmawati dari Universitas Negeri Yogyakarta pada April 2026 ini memetakan secara sistematis faktor-faktor yang membentuk kualitas sekolah sebagai fondasi konseptual dalam menginterpretasikan Rapor Pendidikan.

Latar Belakang dan Masalah

Kualitas SMK tidak lagi bisa dipahami hanya melalui indikator hasil belajar karena dalam praktiknya, pencapaian kualitas dibentuk oleh keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah, perilaku kerja guru, praktik kinerja guru, budaya sekolah, dan tata kelola berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konfigurasi faktor-faktor tersebut sebagai landasan konseptual dalam menentukan arah peningkatan kualitas di lingkungan SMK.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review yang dipandu oleh PRISMA. Pencarian data dilakukan di basis data Scopus dengan membatasi publikasi tahun 2021–2026, yang menghasilkan 13 artikel terpilih untuk disintesis sebagai dasar analisis.

Temuan Utama

  • Kepemimpinan Kepala Sekolah: Kepemimpinan instruksional atau transformasional merupakan penggerak utama yang efektif jika dikoneksikan dengan proses pembelajaran.
  • Peran Faktor Guru: Kinerja guru lebih optimal ketika didukung oleh komitmen kerja, motivasi, efikasi diri, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
  • Integrasi Sistem Kualitas: Kualitas SMK menjadi lebih stabil jika kepemimpinan diintegrasikan dengan tata kelola sekolah, sistem informasi manajemen, implementasi kurikulum, dan evaluasi kinerja yang terstandar.

Implikasi bagi Strategi Peningkatan Kualitas

Penulis menyarankan beberapa langkah strategis berdasarkan sintesis penelitian:

  1. Penguatan Kepemimpinan Instruksional: Kepala sekolah perlu lebih dari sekadar menjalankan fungsi administratif dengan cara mengarahkan pembelajaran dan memperkuat kepercayaan profesional guru.
  2. Pengelolaan Budaya dan Iklim Kerja: Sekolah harus mengelola iklim organisasi, komitmen, dan pengembangan profesional secara simultan untuk membentuk perilaku kerja guru yang positif.
  3. Pemanfaatan Data Berbasis Sistem: Pengambilan keputusan harus didukung oleh sistem informasi manajemen dan sistem pendukung keputusan agar tata kelola sekolah menjadi lebih terukur dan efektif.

Profil Penulis:

  • Yosi Rahayu Ningsih dan Tina Rahmawati – Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.

Sumber Penelitian: Ningsih, Y. R., & Rahmawati, T. (2026). "Quality Achievement of Vocational High Schools Based on the Education Report Card: The Configuration of Principals’ Leadership, Teachers’ Work Behavior, and Teachers’ Performance Practices". 322-IJELS-4.docx.

DOI: 

https://doi.org/10.59890/ijels.v4i4.322

Posting Komentar

0 Komentar