Akuntansi Hijau dan Kinerja Perusahaan Manufaktur: Peran Mediasi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Gambar Ilustasi AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Komitmen Lingkungan Dongkrak Laba: Riset Unhas Ungkap Pentingnya Akuntansi Hijau bagi Industri Manufaktur. Temuan ini diungkapkan dalam riset Andi Rafiyadi Eka Saputra, Amiruddin, Darmawati dari Universitas Hasanuddin dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa perusahaan manufaktur yang menerapkan akuntansi hijau (Green Accounting) terbukti mampu meraih profitabilitas yang lebih tinggi.

Temuan ini diungkapkan dalam riset Andi Rafiyadi Eka Saputra, Amiruddin, Darmawati dari Universitas Hasanuddin menyoroti bahwa 
arah baru bagi dunia usaha dan pengambil kebijakan di Indonesia dalam mengintegrasikan kelestarian lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi.

Menjawab Tantangan Keberlanjutan di Indonesia Timur
Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor industri di Sulawesi Selatan sebagai pusat ekonomi Indonesia Timur, tuntutan dari regulator, investor, dan masyarakat agar korporasi memperhatikan dampak lingkungan kian meningkat. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Hasanuddin yang terdiri dari Andi Rafiyadi Eka Saputra, Amiruddin, dan Darmawati melakukan evaluasi mendalam terhadap komitmen lingkungan industri manufakturSelama ini, banyak pelaku usaha khawatir bahwa pengeluaran untuk pengelolaan limbah atau konservasi energi akan menggerus margin keuntungan perusahaan. Namun, hasil riset ini justru membuktikan hal yang sebaliknya. Langkah korporasi dalam mengintegrasikan biaya lingkungan ke dalam sistem akuntansi mereka serta melaporkannya secara transparan menjadi sinyal positif yang sangat dihargai oleh pasar dan pemangku kepentingan.

Metodologi Penelitian yang Komprehensif
Untuk menguji dampak nyata dari akuntansi hijau, para peneliti Unhas mengamati data panel dari 10 perusahaan manufaktur nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki unit operasional di wilayah Sulawesi Selatan. Pengamatan dilakukan selama periode lima tahun, yakni dari tahun 2021 hingga 2025, menghasilkan total 50 observasi terstruktur.
Sistem pengukuran dalam riset ini menggunakan tiga indikator utama yang akurat:
  • Green Accounting Index (GAI): Mengukur rasio biaya lingkungan (seperti pencegahan polusi, pengelolaan limbah, konservasi energi, dan rehabilitasi lingkungan) terhadap total biaya operasional perusahaan.
  • Sustainability Reporting Disclosure Index (SRDI): Mengukur kelengkapan transparansi laporan keberlanjutan perusahaan berdasarkan 118 indikator standar global (Global Reporting Initiative/GRI Standards 2021).
  • Return on Assets (ROA): Menjadi proksi performa finansial untuk menilai efisiensi manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang dimiliki.
Temuan Utama: Akuntansi Hijau Membawa Efisiensi dan Reputasi
Berdasarkan analisis statistik yang kuat menggunakan analisis jalur (path analysis) dan uji Sobel, riset mendokumentasikan sejumlah temuan kunci sebagai berikut:
  • Investasi Lingkungan Rata-rata Mencapai 3,84%Secara umum, perusahaan manufaktur yang diteliti mengalokasikan sekitar 3,84% dari total biaya operasional mereka khusus untuk aktivitas pengelolaan dan pelestarian lingkungan.
  • Transparansi Laporan Keberlanjutan Berada di Tingkat ModeratPerusahaan-perusahaan sampel rata-rata telah mengungkapkan 43,3% indikator keberlanjutan yang disyaratkan dalam kerangka kerja GRI, yang mencerminkan keterbukaan informasi yang cukup baik kepada publik.
  • Dampak Positif Langsung terhadap ProfitabilitasPenerapan akuntansi hijau terbukti memiliki efek positif signifikan terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba ($ROA$). Setiap disiplin yang diterapkan untuk mengelola biaya lingkungan secara konsisten mendorong efisiensi operasional, pengurangan limbah, serta penghematan energi yang langsung menekan pengeluaran tak perlu.
  • Keterbukaan Informasi (CSR) Memediasi Keuntungan Finansial. Perusahaan yang mencatat biaya lingkungan secara sistematis memiliki kapasitas penyusunan laporan keberlanjutan yang jauh lebih komprehensif. Transparansi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini bertindak sebagai mediator parsial yang memperkuat reputasi, meningkatkan kepercayaan investor, mempermudah akses permodalan dengan biaya lebih rendah, serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat lokal dan pemerintah daerah dalam pengurusan izin operasional.
Implikasi bagi Dunia Usaha dan Kebijakan Publik
Riset ilmiah populer ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang berharga, terutama bagi lanskap bisnis di kawasan Indonesia Timur yang literatur akademisnya masih relatif terbatas. Bagi manajemen industri manufaktur, temuan ini menjadi legitimasi kuat bahwa mengalokasikan dana untuk sistem akuntansi hijau dan pelaporan keberlanjutan bukan lagi opsi sukarela, melainkan investasi strategis yang menghasilkan imbal balik finansial nyataDi sisi regulasi, hasil riset dari Universitas Hasanuddin ini mendukung penuh langkah pemerintah dan otoritas terkait untuk mempercepat implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta memperketat kewajiban pengungkapan aspek lingkungan bagi seluruh korporasi yang melantai di bursa efek.

Profil Peneliti
Andi Rafiyadi Eka Saputra – Peneliti utama dari Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, dengan fokus keahlian pada Akuntansi Lingkungan, Akuntansi Manajemen, dan Pelaporan Keberlanjutan Korporasi.
Amiruddin – Dosen dan peneliti senior di Universitas Hasanuddin yang mendalami bidang Akuntansi Keuangan, Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance), dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
Darmawati – Akademisi dan pakar akuntansi dari Universitas Hasanuddin yang aktif melakukan riset seputar Kinerja Keuangan, Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory), dan Manajemen Bisnis Berkelanjutan.

Sumber Penelitian
Andi Rafiyadi Eka Saputra, Amiruddin, Darmawati: Green Accounting and the Performance of Manufacturing Companies: The Mediating Role of Corporate Social Responsibility Disclosure. Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK), Vol. 5, No. 5, Tahun 2026: Halaman 87-98.
DOI: https://doi.org/10.55927/jambak.v5i1.8
URL: https://journaljambak.my.id/index.php/jambak

Posting Komentar

0 Komentar