Pakis Endemik Langka Ditemukan Melimpah di Jalur Gunung Hamiguitan Filipina

Ilustrasi by AI

Davao Oriental — Sebuah studi terbaru menemukan bahwa pakis endemik langka Lindsaea hamiguitanensis masih tumbuh cukup melimpah di kawasan inti Gunung Hamiguitan Range Wildlife Sanctuary, Filipina. Temuan ini menjadi kabar penting bagi konservasi flora endemik karena spesies ini tergolong rentan dan hanya ditemukan di wilayah tertentu di Filipina. Penelitian ini dilakukan oleh Amy G. Ponce, Lorjie B. Bation, Jonathan S. Cabrera, dan Joanna E. Victoriano dari Davao Oriental State University pada tahun 2026. Studi ini dinilai penting karena menyediakan data dasar untuk pemantauan jangka panjang dan pengelolaan kawasan konservasi.

Gunung Hamiguitan dikenal sebagai satu-satunya situs Warisan Dunia UNESCO di Mindanao dan menjadi rumah bagi berbagai spesies tumbuhan unik. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Lindsaea hamiguitanensis, sejenis pakis yang pertama kali dideskripsikan dari kawasan ini dan kini masuk dalam daftar tumbuhan rentan secara nasional.

Selama ini, informasi tentang keberadaan spesies ini masih terbatas. Padahal, tanaman yang tumbuh di sekitar jalur pendakian sangat rentan terhadap gangguan seperti terinjak pengunjung, pelebaran jalur, hingga kerusakan habitat akibat aktivitas wisata.

Untuk menjawab kekosongan data itu, tim peneliti melakukan survei lapangan non-destruktif di jalur San Isidro, salah satu jalur utama di kawasan inti Gunung Hamiguitan. Pengamatan dilakukan selama lima hari, dari 28 Maret hingga 1 April 2024, dengan memanfaatkan GPS, dokumentasi foto, dan pencatatan visual terhadap individu pakis dewasa yang terlihat di sepanjang jalur.

Hasilnya menunjukkan angka yang cukup mencolok. Tim menemukan total 3.412 individu dewasa, 105 koloni pakis, dan 162 titik koordinat lokasi penyebaran. Jumlah terbesar ditemukan pada zona hutan lumut di ketinggian 901–1050 meter di atas permukaan laut, dengan total 2.610 individu atau sekitar 76,49 persen dari seluruh temuan.

Amy G. Ponce dari Davao Oriental State University menjelaskan bahwa area hutan lumut memiliki kondisi yang sangat mendukung kehidupan pakis ini. Lingkungan yang lembap, teduh, kaya bahan organik, dan memiliki suhu stabil menjadi habitat ideal bagi spesies tersebut.

Menariknya, jumlah koloni terbanyak justru ditemukan di zona hutan lumut kerdil pada ketinggian 1051–1300 meter. Di area ini tercatat 34 koloni, meski jumlah individunya lebih sedikit dibanding zona hutan lumut biasa.

Perbedaan pola ini menunjukkan bahwa kepadatan individu dan pola penyebaran koloni tidak selalu berjalan seiring. Dalam beberapa area, pakis tumbuh rapat dalam kelompok besar, sementara di area lain lebih tersebar dalam banyak kelompok kecil.

Studi ini juga menemukan bahwa Lindsaea hamiguitanensis tidak hanya hidup di area puncak, tetapi tersebar mulai dari hutan dipterokarpa di elevasi rendah hingga hutan lumut kerdil di elevasi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa spesies ini memiliki fleksibilitas habitat yang lebih luas dari yang sebelumnya diperkirakan.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa keberadaan tanaman di jalur pendakian membuatnya sangat rentan terhadap tekanan manusia. Aktivitas wisata yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan mikrohabitat, terutama di area lumut yang rapuh.

Jonathan S. Cabrera dari Davao Oriental State University menekankan bahwa data spasial yang dihasilkan dari penelitian ini sangat penting untuk menentukan zona prioritas konservasi. Dengan mengetahui area mana yang paling padat, pengelola kawasan bisa merancang jalur wisata yang lebih aman bagi habitat alami.

Temuan ini memberi pesan penting bagi pengelolaan kawasan konservasi di Asia Tenggara. Perlindungan spesies endemik tidak cukup hanya dengan status kawasan lindung. Dibutuhkan data lapangan yang rinci, pemantauan berkala, dan pengaturan aktivitas manusia agar spesies langka tetap bertahan.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya tekanan wisata alam, penelitian ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan Lindsaea hamiguitanensis sebagai salah satu kekayaan hayati unik Filipina.

Profil Penulis
Amy G. Ponce — Davao Oriental State University
Lorjie B. Bation — Davao Oriental State University
Jonathan S. Cabrera — Davao Oriental State University
Joanna E. Victoriano — Davao Oriental State University

Sumber Penelitian:
Trail-Based Occurrence, Abundance, and Distribution of Lindsaea hamiguitanensis (Lindsaeaceae) in the Core Zone of Mt. Hamiguitan Range Wildlife Sanctuary, Eastern Mindanao, Philippines
East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), 2026

Posting Komentar

0 Komentar