Motivasi Kerja Terbukti Tingkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan Properti, Studi Ungkap Faktor Penentunya

Ilustrasi by AI

Tangerang Selatan - Motivasi kerja menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam meningkatkan kinerja karyawan di industri properti. Temuan tersebut disampaikan oleh Yakup Hermansyah, Retno Japanis Permatasari, dan Irfan Rizka Akbar dari Universitas Pamulang melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS). Penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung bekerja lebih disiplin, bertanggung jawab, produktif, dan mampu mencapai target perusahaan secara lebih optimal.

Temuan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya persaingan industri properti yang menuntut perusahaan mampu mengelola sumber daya manusia secara efektif. Di era digital, keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh teknologi atau modal, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Menurut para peneliti dari Universitas Pamulang, perusahaan yang mampu membangun lingkungan kerja yang mendukung motivasi karyawan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan daya saing bisnis dalam jangka panjang.

Tantangan Industri Properti Modern

Industri properti merupakan sektor yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ketepatan waktu penyelesaian proyek, koordinasi antartim, pelayanan kepada pelanggan, hingga pencapaian target penjualan membutuhkan karyawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya.

Namun, berbagai perusahaan masih menghadapi persoalan menurunnya semangat kerja karyawan. Gejala seperti keterlambatan menyelesaikan tugas, penurunan kualitas pekerjaan, hingga target yang tidak tercapai menjadi tantangan yang cukup umum.

Fenomena tersebut juga ditemukan di PT Roseg Indo Properti di Tangerang Selatan. Meskipun perusahaan telah menerapkan berbagai program internal seperti kegiatan olahraga bersama dan pembacaan motto perusahaan, efektivitas program tersebut dalam meningkatkan motivasi karyawan masih perlu dievaluasi.

Kondisi inilah yang mendorong tim peneliti Universitas Pamulang melakukan kajian lebih mendalam mengenai hubungan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan.

Penelitian Menggunakan Pendekatan Kualitatif

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga fokus utamanya bukan menghitung angka statistik, melainkan memahami pengalaman dan pandangan para karyawan secara langsung.

Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Informan penelitian berasal dari berbagai level organisasi, mulai dari Direktur, Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Manajer Legal, hingga sejumlah karyawan dari berbagai divisi.

Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang membentuk motivasi kerja di lingkungan perusahaan.

Motivasi Berasal dari Dua Sumber

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan berasal dari dua kelompok utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Motivasi intrinsik muncul dari dalam diri karyawan sendiri, antara lain berupa:

  • keinginan untuk berkembang,
  • rasa tanggung jawab,
  • kepuasan saat menyelesaikan pekerjaan,
  • keinginan memperoleh pengakuan atas prestasi.

Sementara itu, motivasi ekstrinsik dipengaruhi oleh lingkungan kerja, seperti:

  • gaji dan bonus,
  • penghargaan dari perusahaan,
  • hubungan yang harmonis dengan atasan,
  • kerja sama antarkaryawan,
  • lingkungan kerja yang nyaman.

Penelitian menemukan bahwa kedua bentuk motivasi tersebut saling melengkapi dalam membentuk perilaku kerja yang positif.

Karyawan Bermotivasi Tinggi Memiliki Kinerja Lebih Baik

Salah satu temuan utama penelitian adalah adanya hubungan yang kuat antara motivasi kerja dan peningkatan kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, karyawan yang memiliki motivasi tinggi menunjukkan berbagai karakteristik positif, di antaranya:

  • bekerja lebih produktif,
  • lebih disiplin terhadap aturan perusahaan,
  • mampu mencapai bahkan melampaui target kerja,
  • memiliki tanggung jawab yang lebih besar,
  • menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan,
  • lebih mudah beradaptasi dengan perubahan.

Di divisi pemasaran, misalnya, karyawan yang memiliki motivasi tinggi mampu memenuhi bahkan melampaui target penjualan yang telah ditetapkan perusahaan.

Selain meningkatkan produktivitas, motivasi juga berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Karyawan lebih teliti, mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai standar perusahaan, serta berusaha meminimalkan kesalahan dalam setiap tugas.

Lingkungan Kerja Menjadi Faktor Penting

Penelitian juga menegaskan bahwa motivasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, tetapi juga oleh lingkungan organisasi.

Hubungan yang baik antara pimpinan dan karyawan, komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang suportif, serta penghargaan terhadap kontribusi pegawai terbukti mampu meningkatkan semangat kerja.

Sebaliknya, apabila karyawan merasa kurang dihargai atau tidak memperoleh dukungan yang memadai dari perusahaan, motivasi kerja dapat menurun dan berdampak langsung pada produktivitas.

Para peneliti menilai bahwa perusahaan perlu membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis karyawan.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Hasil penelitian ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi perusahaan, khususnya di sektor properti maupun industri lain yang mengandalkan kualitas sumber daya manusia.

Strategi peningkatan kinerja tidak cukup hanya melalui pemberian target kerja atau pengawasan yang ketat. Perusahaan juga perlu mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia yang mampu membangun motivasi intrinsik sekaligus menyediakan dukungan eksternal yang memadai.

Beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi pemberian penghargaan yang adil, peningkatan kesejahteraan karyawan, penyediaan lingkungan kerja yang nyaman, kesempatan pengembangan karier, komunikasi yang terbuka, serta kepemimpinan yang inspiratif.

Menurut Yakup Hermansyah, Retno Japanis Permatasari, dan Irfan Rizka Akbar dari Universitas Pamulang, motivasi bukan sekadar dorongan untuk bekerja, tetapi merupakan kekuatan yang membentuk disiplin, tanggung jawab, loyalitas, dan produktivitas karyawan. Ketika motivasi dikelola secara konsisten, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Penelitian ini juga mengingatkan bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kinerja. Kemampuan individu, pengalaman kerja, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, sistem manajemen, serta komunikasi internal tetap berperan penting dalam menciptakan performa kerja yang optimal.

Profil Penulis

Yakup Hermansyah, merupakan peneliti di Universitas Pamulang dengan fokus penelitian pada manajemen sumber daya manusia, motivasi kerja, dan perilaku organisasi.

Retno Japanis Permatasari, adalah akademisi di Universitas Pamulang yang menekuni bidang manajemen, pengembangan sumber daya manusia, serta organisasi bisnis.

Irfan Rizka Akbar, merupakan peneliti dari Universitas Pamulang yang memiliki minat pada manajemen kinerja, kepemimpinan, dan strategi pengelolaan sumber daya manusia.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Motivation on Employee Performance at PT Roseg Indo Properti, South Tangerang
Penulis: Yakup Hermansyah, Retno Japanis Permatasari, Irfan Rizka Akbar
Afiliasi: Universitas Pamulang
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i6.2
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar