KAIMANA –
Kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama yang menentukan mutu
pembelajaran di sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK)
di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Penelitian yang dilakukan oleh Sahri,
Triyadi, dan Yunus menunjukkan bahwa strategi manajemen pendidikan yang
mencakup perencanaan pembelajaran, pengelolaan sekolah, pemanfaatan teknologi,
dan evaluasi kinerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas SDM dan
mutu pembelajaran. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam International
Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Volume 5 Nomor 3 Tahun
2026.
Temuan
ini penting karena peningkatan mutu pendidikan di daerah tertinggal, terdepan,
dan terluar (3T) masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Meskipun
pembangunan sarana dan kebijakan pendidikan terus dilakukan, kesenjangan
kualitas pembelajaran masih ditemukan di berbagai wilayah. Penelitian ini
menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya melalui
pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan kualitas tenaga pendidik
dan pengelola sekolah.
Penelitian
dilakukan pada SMA dan SMK di Kabupaten Kaimana dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif. Peneliti menganalisis hubungan antara perencanaan pembelajaran,
manajemen sekolah, penerapan teknologi, evaluasi kinerja, kualitas SDM, serta
kebijakan pemerintah terhadap mutu pembelajaran.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kinerja menjadi faktor yang paling
dominan dalam meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, penerapan teknologi dan
dukungan kebijakan pemerintah juga memberikan kontribusi signifikan terhadap
peningkatan mutu pembelajaran. Kualitas SDM terbukti menjadi penghubung utama
yang menjelaskan bagaimana strategi manajemen pendidikan dapat menghasilkan
pembelajaran yang lebih baik.
Temuan Utama Penelitian
- Perencanaan pembelajaran, manajemen sekolah, penerapan teknologi, dan evaluasi kinerja berpengaruh positif terhadap kualitas SDM.
- Faktor-faktor tersebut juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
- Evaluasi kinerja merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan kualitas SDM.
- Kualitas SDM menjadi mediator utama antara strategi manajemen pendidikan dan mutu pembelajaran.
- Kebijakan pendidikan gratis memperkuat hubungan antara strategi manajemen dan mutu pembelajaran meskipun implementasinya belum optimal.
- Model penelitian mampu menjelaskan 94,1 persen variasi mutu pembelajaran, menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Penelitian
menunjukkan bahwa mutu pembelajaran di wilayah 3T terbentuk melalui kombinasi
berbagai faktor yang saling mendukung. Perencanaan pembelajaran yang matang,
tata kelola sekolah yang efektif, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan sistem
evaluasi yang berkelanjutan mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus
memperbaiki hasil belajar peserta didik.
Menurut
Sahri, Triyadi, dan Yunus, kualitas SDM merupakan elemen terpenting dalam
transformasi pendidikan. Berbagai program dan kebijakan pendidikan akan
memberikan hasil yang lebih optimal apabila dibarengi dengan peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
Penelitian
ini juga menegaskan bahwa teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu
pembelajaran apabila digunakan secara tepat dalam proses belajar mengajar. Oleh
karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi guru menjadi langkah penting agar
teknologi tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar dimanfaatkan untuk
mendukung pembelajaran.
Bagi
pemerintah daerah dan pengambil kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa peningkatan mutu pendidikan di wilayah 3T perlu difokuskan pada penguatan
kapasitas SDM. Program pengembangan profesional berkelanjutan, evaluasi kinerja
yang efektif, serta implementasi kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal
dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Peneliti
juga merekomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan jangka panjang dan
metode yang lebih beragam untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam
mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu pembelajaran. Variabel seperti
budaya organisasi sekolah, kepemimpinan transformasional, dan kondisi sosial
ekonomi siswa juga perlu dipertimbangkan dalam penelitian mendatang.
Profil Penulis
- Sahri - Universitas Dr. Soetomo
- Triyadi - Universitas Dr. Soetomo
- Yunus - Universitas Dr. Soetomo
Sumber Penelitian
Sahri,
Triyadi, & Yunus. (2026). The Influence of Education Management
Strategies, Human Resource Quality, and Government Policy on Learning Quality
in Senior High Schools and Vocational Schools in Kaimana Regency. International
Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 3, 2026, hlm.
885–905.
DOI:
URL
Jurnal: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae

0 Komentar