Konten AI di TikTok Terbukti Meningkatkan Minat Beli, Asalkan Sesuai Identitas Pengguna

Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Konten promosi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terbukti mampu meningkatkan minat beli konsumen di TikTok. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Moch. Rizal, Zaenudin, Taufiqurahman, dan Jazlyn Megan Proborini dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dan dipublikasikan pada tahun 2026 dalam jurnal ilmiah International Journal of Asian Business and Development (Metropolis).

Penelitian tersebut menjadi semakin relevan di tengah pesatnya penggunaan AI dalam dunia pemasaran digital. Saat ini, berbagai perusahaan memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten promosi secara otomatis, mulai dari teks iklan, video pendek, hingga rekomendasi produk yang dipersonalisasi sesuai karakter pengguna media sosial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang dihasilkan AI tidak hanya mampu menarik perhatian pengguna TikTok, tetapi juga meningkatkan keinginan mereka untuk membeli produk yang dipromosikan. Efektivitas tersebut bahkan menjadi lebih kuat ketika isi konten dianggap sesuai dengan kepribadian, gaya hidup, dan nilai-nilai yang dimiliki pengguna.

AI Mengubah Cara Perusahaan Beriklan

Perkembangan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara perusahaan berkomunikasi dengan calon pelanggan. Jika sebelumnya pembuatan materi promosi membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar, kini AI mampu menghasilkan berbagai bentuk konten secara cepat dan efisien.

TikTok menjadi salah satu platform yang paling diuntungkan dari tren ini. Dengan format video pendek dan algoritma yang sangat personal, TikTok memungkinkan konten promosi menjangkau pengguna yang tepat berdasarkan minat dan perilaku mereka.

Menurut para peneliti, kemampuan AI dalam menciptakan pesan yang relevan dan personal membuat konten promosi lebih mudah diterima oleh audiens. Hal ini menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan pembelian, terutama di kalangan generasi muda yang mendominasi pengguna TikTok.

Meneliti Pengguna TikTok di Indonesia

Untuk mengukur pengaruh konten AI terhadap minat beli, tim peneliti melakukan survei terhadap pengguna aktif TikTok di Indonesia.

Responden yang dilibatkan merupakan pengguna berusia minimal 17 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan pernah melihat atau berinteraksi dengan konten promosi dalam tiga bulan terakhir.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik untuk melihat hubungan antara tiga faktor utama, yaitu:

  • Konten yang dihasilkan AI (AI-Generated Content)
  • Minat beli konsumen (Purchase Intention)
  • Kesesuaian identitas diri dengan konten (Self-Congruence)

Mayoritas responden berasal dari kelompok usia 17–30 tahun atau generasi Z dan milenial muda. Sebagian besar menggunakan TikTok lebih dari satu jam setiap hari, sehingga memiliki paparan tinggi terhadap berbagai bentuk promosi digital.

Konten AI Terbukti Mendorong Minat Beli

Hasil analisis menunjukkan bahwa konten yang dibuat oleh AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pengguna TikTok.

Peneliti menemukan bahwa konten AI yang dianggap menarik, relevan, kreatif, dan sesuai kebutuhan pengguna mampu meningkatkan keinginan untuk mencoba maupun membeli produk yang ditampilkan.

Secara statistik, pengaruh AI-generated content terhadap purchase intention menunjukkan koefisien sebesar 0,412 dengan tingkat signifikansi yang sangat kuat.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu produksi konten, melainkan telah menjadi instrumen pemasaran yang efektif dalam memengaruhi perilaku konsumen.

Menurut tim peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta, kemampuan AI dalam menghasilkan pesan yang dipersonalisasi membuat konsumen merasa konten yang mereka lihat lebih relevan dibandingkan iklan konvensional.

Faktor Psikologis Menjadi Kunci

Salah satu temuan paling menarik dalam penelitian ini adalah peran faktor psikologis yang disebut self-congruence atau kesesuaian diri.

Self-congruence menggambarkan sejauh mana seseorang merasa bahwa sebuah produk, merek, atau pesan promosi mencerminkan identitas dirinya.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika pengguna merasa konten AI sesuai dengan karakter, gaya hidup, dan nilai-nilai yang mereka anut, maka pengaruh konten tersebut terhadap minat beli menjadi jauh lebih kuat.

Koefisien moderasi self-congruence tercatat sebesar 0,198 dan terbukti signifikan secara statistik.

Dengan kata lain, keberhasilan konten AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan memahami psikologi konsumen.

Jika pengguna merasa "ini saya" ketika melihat sebuah konten promosi, peluang mereka untuk tertarik membeli produk akan meningkat secara signifikan.

Implikasi bagi Dunia Bisnis

Temuan ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi perusahaan, pelaku UMKM, dan praktisi pemasaran digital.

Pertama, penggunaan AI sebaiknya tidak hanya difokuskan pada otomatisasi produksi konten, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi konsumen.

Kedua, perusahaan perlu memahami profil psikografis target pasar, termasuk gaya hidup, nilai, dan identitas yang mereka bangun di media sosial.

Ketiga, autentisitas tetap menjadi faktor penting. Meskipun dibuat oleh AI, konten promosi harus tetap terasa manusiawi, relevan, dan tidak menyesatkan agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Bagi pelaku usaha yang memanfaatkan TikTok sebagai kanal pemasaran, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara teknologi AI dan pemahaman perilaku konsumen dapat menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan konversi penjualan.

Kontribusi bagi Pengembangan Ilmu Pemasaran

Penelitian ini menambah wawasan baru dalam bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen.

Selama ini banyak penelitian membahas efektivitas media sosial atau influencer marketing. Namun studi dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran berbasis AI sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis pengguna.

Temuan tersebut membuka peluang penelitian lanjutan terkait peran kepercayaan, keterlibatan emosional, serta persepsi keaslian konten AI dalam membentuk keputusan pembelian di berbagai platform media sosial lainnya seperti Instagram, YouTube, maupun platform digital yang akan berkembang di masa depan.

Profil Penulis

Moch. Rizal – Peneliti dan akademisi dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dengan fokus kajian pada pemasaran digital, perilaku konsumen, dan teknologi bisnis.

Zaenudin – Akademisi Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang meneliti bidang manajemen pemasaran dan transformasi digital.

Taufiqurahman – Dosen dan peneliti Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dengan minat penelitian pada komunikasi pemasaran dan teknologi informasi.

Jazlyn Megan Proborini – Peneliti Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang berfokus pada perilaku konsumen, media sosial, dan strategi pemasaran digital.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effectiveness of AI-Generated Content in Increasing Purchase Intention: The Moderating Role of Self-Congruence among TikTok Users in Jakarta

Penulis: Moch. Rizal, Zaenudin, Taufiqurahman, Jazlyn Megan Proborini
Jurnal: International Journal of Asian Business and Development (Metropolis)
Volume dan Nomor: Vol. 2 No. 1 Tahun 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/metropolis.v2i1.6
URL: https://journalmetropolis.my.id/index.php/metropolis/index
Penerbit: International Journal of Asian Business and Development (Metropolis)

Posting Komentar

0 Komentar