Kondisi Jalan Jadi Faktor Utama Penentuan Prioritas Perbaikan di Kepanjen

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Surabaya -Kerusakan jalan tidak lagi cukup ditangani berdasarkan perkiraan atau pembagian anggaran tahunan semata. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan menjadi faktor paling menentukan dalam menetapkan prioritas pemeliharaan infrastruktur, bahkan lebih penting dibanding biaya perbaikan maupun volume lalu lintas.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Volume 5 Nomor 6 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT Analysis of Road Infrastructure Maintenance Priorities (Case Study of Roads in Kepanjen Regency). Penelitian dilakukan oleh I Ketut Nagageni dari Program Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama Ony Frengky Rumihin dan Iswandaru Widyatmoko dari program studi yang sama.

Studi ini berangkat dari persoalan yang banyak dihadapi daerah berkembang: kebutuhan pemeliharaan jalan terus meningkat, sementara kapasitas anggaran pemerintah terbatas. Dalam situasi seperti itu, keputusan menentukan ruas mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu menjadi sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat dan efisiensi ekonomi.

Peneliti memilih ruas Wlingi–Kepanjen–Turen di Kabupaten Kepanjen, Jawa Timur, sebagai lokasi kajian. Jalur sepanjang sekitar 52,86 kilometer tersebut merupakan koridor penting yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar serta menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan distribusi barang.

Menurut tim peneliti, jalan yang mengalami kerusakan lebih cepat sering kali dipicu oleh kombinasi lalu lintas padat, dominasi kendaraan berat, keterbatasan pengendalian beban kendaraan, serta keterbatasan anggaran pemeliharaan.

Berbagai bentuk kerusakan seperti retak buaya (alligator cracking), retak memanjang, lubang jalan, deformasi permukaan, hingga pengelupasan lapisan aspal menjadi indikator bahwa jalan membutuhkan penanganan yang lebih terukur dan berbasis data.

Untuk menjawab tantangan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan gabungan antara metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis SWOT.

Secara sederhana, metode AHP digunakan untuk menyusun urutan prioritas berdasarkan sejumlah faktor yang dibandingkan secara sistematis. Sementara itu, analisis SWOT dipakai untuk memetakan kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi keputusan pemeliharaan.

Penelitian dilakukan melalui dua tahap utama.

Pertama, tim menganalisis kondisi aktual ruas jalan menggunakan indikator kerusakan, kekuatan struktur, dan kualitas sistem drainase.

Kedua, hasil analisis tersebut dipadukan dengan penilaian berbasis AHP dan SWOT untuk menentukan urutan prioritas pemeliharaan.

Empat kelompok faktor utama dianalisis dalam penelitian ini, yaitu:

  • Kondisi jalan
  • Biaya pemeliharaan
  • Volume lalu lintas harian rata-rata
  • Faktor strategis berdasarkan SWOT

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalan memperoleh bobot prioritas tertinggi.

Urutan faktor yang paling memengaruhi keputusan pemeliharaan adalah:

  1. Kondisi jalan — bobot 0,42
  2. Biaya penanganan — bobot 0,25
  3. Lalu lintas harian — bobot 0,24
  4. Faktor SWOT — bobot 0,09

Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kerusakan fisik menjadi pertimbangan utama ketika pemerintah harus menentukan jalan mana yang lebih dahulu diperbaiki.

Menurut peneliti, keputusan ini cukup logis karena kerusakan jalan secara langsung memengaruhi keselamatan pengguna, kenyamanan berkendara, serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Selain menentukan bobot prioritas, penelitian juga memetakan posisi strategis masing-masing ruas jalan melalui analisis SWOT.

Dua ruas, yaitu Blitar Kepanjen dan Gondanglegi–Turen, berada pada kategori yang menunjukkan kombinasi kekuatan internal dan peluang pengembangan yang baik. Sebaliknya, ruas Kepanjen–Gondanglegi masuk kategori yang membutuhkan perhatian lebih karena menghadapi kelemahan internal sekaligus ancaman eksternal.

Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih objektif dalam menyusun program pemeliharaan jalan.

Alih-alih memperbaiki jalan berdasarkan persepsi atau tekanan kebutuhan sesaat, pemerintah dapat menggunakan sistem penilaian yang mempertimbangkan kondisi teknis sekaligus efisiensi penggunaan anggaran.

Pendekatan ini juga dinilai relevan untuk mendukung pengelolaan infrastruktur yang lebih transparan dan akuntabel.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat melalui peningkatan kualitas jaringan jalan, berkurangnya biaya transportasi, serta meningkatnya keamanan dan kelancaran mobilitas.

Tim peneliti juga menekankan bahwa model keputusan ini tidak bersifat mutlak untuk semua wilayah. Jika diterapkan di daerah lain, kriteria prioritas perlu disesuaikan dengan karakteristik geografis, kondisi lalu lintas, serta kemampuan pendanaan masing-masing daerah.

Ke depan, mereka merekomendasikan pengembangan sistem pendukung keputusan yang lebih kuat dan evaluasi terhadap perangkat lunak pemetaan prioritas pemeliharaan agar hasilnya semakin akurat.

Profil Singkat Penulis

I Ketut Nagageni
Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Fokus kajian pada manajemen infrastruktur dan pemeliharaan jalan.

Ony Frengky Rumihin
Dosen Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Bidang keahlian meliputi perencanaan infrastruktur dan pengambilan keputusan multikriteria.

Iswandaru Widyatmoko
Akademisi Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan fokus pada pengelolaan infrastruktur transportasi dan rekayasa sipil.

Sumber Penelitian

Nagageni, I. K., Rumihin, O. F., & Widyatmoko, I. (2026). Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT Analysis of Road Infrastructure Maintenance Priorities (Case Study of Roads in Kepanjen Regency). Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 6, 1311–1320.

URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.87

Posting Komentar

0 Komentar