Kepemimpinan Kepala Sekolah Berperan Besar Tingkatkan Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Amurang

Ilusstration by AI

AMURANG – Kepemimpinan kepala sekolah yang menggabungkan pendekatan transformasional, instruksional, dan demokratis terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Temuan tersebut dilaporkan oleh Fitria Kadir bersama tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (UNIMA) dalam penelitian yang dipublikasikan pada Mei 2026 di Journal of Educational Analytics (JEDA). Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Peningkatan mutu pendidikan menjadi perhatian utama berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, terutama setelah penerapan Kurikulum Merdeka yang menuntut pembelajaran lebih berpusat pada siswa, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam praktiknya, masih terdapat variasi kinerja guru, mulai dari perencanaan pembelajaran, penggunaan media dan teknologi, hingga pelaksanaan evaluasi belajar. Kondisi tersebut mendorong perlunya kepemimpinan sekolah yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan profesional guru.

Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Amurang, Sulawesi Utara, selama periode Januari hingga Maret 2026. Tim peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik kepemimpinan kepala sekolah dan dampaknya terhadap kinerja guru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan model kepemimpinan yang bersifat integratif atau kombinatif. Pendekatan ini memadukan beberapa gaya kepemimpinan sekaligus sesuai kebutuhan organisasi sekolah.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Kepala sekolah menerapkan kombinasi kepemimpinan transformasional, instruksional, dan demokratis.
  • Supervisi akademik yang dilakukan secara rutin menjadi faktor utama dalam peningkatan kinerja guru.
  • Pemberian motivasi dan penghargaan meningkatkan semangat kerja, tanggung jawab, dan komitmen guru.
  • Komunikasi yang terbuka dan harmonis menciptakan iklim kerja yang kondusif.
  • Lingkungan kerja yang positif mendukung kolaborasi dan disiplin di antara tenaga pendidik.
  • Kinerja guru secara umum berada pada kategori baik, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
  • Penguasaan teknologi pembelajaran dan inovasi metode mengajar masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.

Penelitian juga menemukan bahwa supervisi akademik tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi menjadi instrumen pembinaan profesional yang membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru yang memperoleh pendampingan secara berkelanjutan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di kelas.

Selain supervisi, faktor psikologis seperti motivasi dan penghargaan dari kepala sekolah memberikan dampak positif terhadap kinerja guru. Para guru merasa lebih dihargai dan didukung dalam menjalankan tugas profesionalnya. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya komitmen kerja dan partisipasi dalam berbagai program sekolah.

Menurut Fitria Kadir dan tim dari Universitas Negeri Manado, komunikasi yang efektif menjadi salah satu elemen penting dalam keberhasilan kepemimpinan pendidikan. Hubungan yang terbuka antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan mampu meminimalkan konflik serta memperkuat kerja sama dalam mencapai tujuan sekolah.

Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang masih perlu mendapat perhatian. Sebagian guru masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran dan pengembangan metode mengajar yang inovatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya program pengembangan kompetensi digital yang lebih intensif untuk menjawab tuntutan pendidikan modern.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Kepala sekolah dapat menjadikan pendekatan kepemimpinan integratif sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekolah. Di sisi lain, sekolah dan pemerintah daerah perlu memperkuat pelatihan guru, khususnya dalam bidang teknologi pendidikan dan inovasi pembelajaran.

Bagi dunia pendidikan secara lebih luas, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan mutu sekolah tidak hanya bergantung pada kurikulum atau fasilitas, tetapi juga pada kemampuan pemimpin sekolah dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada pengembangan guru.

Profil Penulis

  • Fitria Kadir - Universitas Negeri Manado
  • Dr. Johny Taroreh - Negeri Manado
  • Dr. Florence Moroki - Universitas Negeri Manado
  • Dr. Jerry R.H. Wuisang - Universitas Negeri Manado
  • Dr. Allen Ch. Manongko - Universitas Negeri Manado

Sumber Penelitian

Kadir, F., Taroreh, J., Moroki, F., Wuisang, J.R.H., & Manongko, A.C. (2026). Analysis of Principal Leadership in Improving Teacher Performance at State Senior High School 1 Amurang. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 2, Mei 2026, halaman 281–288.

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.15

URL Jurnal: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda


Posting Komentar

0 Komentar