Kemampuan Pemasaran Jadi Kunci Sukses Digital Marketing Merek They.We di Industri Skincare

Created by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Perusahaan skincare lokal tidak cukup hanya hadir di media sosial untuk memenangkan persaingan digital. Kunci utamanya terletak pada kemampuan menyusun strategi pemasaran yang tepat, memahami kebutuhan pasar, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan Diana Sari dan Nina Triolita dari Politeknik NSC Surabaya, yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI). Penelitian ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa kemampuan pemasaran (marketing capability) berperan besar dalam meningkatkan performa digital marketing sebuah merek skincare lokal di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin ketat.

Industri kecantikan Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit. Tidak hanya perempuan, laki-laki juga mulai menjadikan skincare sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong munculnya banyak pelaku usaha baru sehingga kompetisi menjadi semakin kompetitif.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital mengubah cara perusahaan memasarkan produknya. Platform seperti Instagram, TikTok, dan marketplace kini menjadi media utama untuk menjangkau konsumen. Namun, tidak semua perusahaan mampu memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal. Banyak bisnis masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun strategi digital, mengelola konten kreatif, hingga memahami perilaku konsumen di dunia online.

Melihat fenomena tersebut, Diana Sari dan Nina Triolita meneliti bagaimana kemampuan pemasaran memengaruhi kinerja digital marketing pada merek skincare They.We yang dikelola oleh CV. Dewan Jawara Artha di Surabaya.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada 1–15 Mei 2026. Data diperoleh melalui wawancara dengan staf pemasaran, administrator media sosial Instagram dan TikTok, serta bagian penjualan marketplace Shopee. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi terhadap aktivitas pemasaran digital perusahaan dan mempelajari berbagai dokumen pendukung.

Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keakuratan hasil, peneliti menerapkan teknik triangulasi dengan membandingkan berbagai sumber data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Dewan Jawara Artha memiliki kemampuan pemasaran yang tergolong baik. Kemampuan tersebut terlihat dari keberhasilan perusahaan memahami kebutuhan konsumen, mengikuti tren skincare yang berkembang di media sosial, serta menyusun strategi pemasaran yang relevan dengan perubahan pasar.

Perusahaan juga dinilai mampu menghasilkan berbagai inovasi pemasaran melalui konten kreatif, kampanye digital, dan kolaborasi bersama influencer. Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik merek They.We, tetapi juga memperluas jangkauan pasar.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Perusahaan secara aktif memanfaatkan Instagram, TikTok, dan Shopee sebagai saluran utama pemasaran digital.
  • Konten edukasi skincare, video pendek, dan testimoni pelanggan terbukti meningkatkan perhatian serta keterlibatan konsumen.
  • Program promosi seperti flash sale, diskon, dan gratis ongkos kirim mendorong peningkatan minat beli pelanggan.
  • Kolaborasi dengan influencer berhasil meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.
  • Tingkat interaksi atau engagement di media sosial mengalami peningkatan yang diikuti bertambahnya jumlah konsumen.
  • Penjualan produk melalui platform digital menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Penelitian juga menemukan bahwa performa digital marketing tidak hanya ditentukan oleh aktivitas promosi semata. Faktor yang paling menentukan adalah kemampuan perusahaan dalam memahami pasar, mengelola strategi pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital secara konsisten.

Menurut Diana Sari dan Nina Triolita, kemampuan pemasaran menjadi fondasi penting bagi keberhasilan digital marketing. Semakin baik perusahaan mengelola sumber daya pemasaran, semakin efektif pula strategi yang diterapkan dalam menjangkau konsumen dan meningkatkan penjualan.

Peneliti menilai media sosial telah berkembang menjadi lebih dari sekadar sarana promosi. Instagram dan TikTok kini menjadi ruang interaksi antara perusahaan dengan pelanggan, tempat membangun kepercayaan, memberikan edukasi, sekaligus memperkuat citra merek. Sementara itu, marketplace seperti Shopee berperan penting dalam mempermudah transaksi sekaligus memperluas akses pasar.

Temuan ini juga menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen. Keputusan membeli produk skincare semakin dipengaruhi oleh konten digital, ulasan pengguna, rekomendasi influencer, serta kemudahan bertransaksi secara online. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus mengembangkan strategi pemasaran digital yang adaptif terhadap perubahan tren.

Bagi pelaku usaha, hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa investasi pada peningkatan kemampuan pemasaran sama pentingnya dengan pengembangan produk. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga harus mampu memahami perilaku konsumen, menghasilkan konten yang menarik, serta memanfaatkan berbagai platform digital secara terintegrasi.

Bagi pelaku UMKM di sektor kecantikan maupun sektor lainnya, penelitian ini menjadi contoh bahwa strategi digital yang efektif tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Kreativitas dalam membuat konten, kemampuan membaca tren pasar, serta pemanfaatan fitur promosi digital dapat menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis.

Penelitian ini juga merekomendasikan agar perusahaan terus meningkatkan inovasi konten digital, mengoptimalkan penggunaan data dalam menyusun strategi pemasaran, serta memperkuat pengelolaan marketplace agar mampu meningkatkan loyalitas pelanggan di masa mendatang.

Profil Penulis

Diana Sari merupakan peneliti dari Politeknik NSC Surabaya yang memiliki fokus kajian pada bidang pemasaran, strategi bisnis, dan digital marketing.

Nina Triolita merupakan dosen dan peneliti di Politeknik NSC Surabaya dengan bidang keahlian pemasaran, manajemen bisnis, digital marketing, serta pengembangan strategi pemasaran berbasis teknologi digital.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Marketing Capability Analysis Towards Digital Marketing Performance on Brand They.We at CV. Dewan Jawara Artha

Penulis: Diana Sari, Nina Triolita

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI), Vol. 4 No. 3, 2026

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i3.18

URL Jurnal: https://journalijmbi.my.id/index.php/ijmbi

Posting Komentar

0 Komentar