Kapabilitas Perusahaan sebagai Pendorong Kinerja Keberlanjutan Korporat dalam Ekosistem Kabel Laut di Indonesia

Ilustrasi by AI

Penelitian yang dilakukan oleh Nanang Hendarno dan Sulaeman Rahman Nidar dari Universitas Padjadjaran pada Juni 2026 menganalisis bagaimana kapabilitas internal perusahaan memengaruhi kinerja keberlanjutan dalam industri kabel laut di Indonesia.

Latar Belakang dan Permasalahan

Industri telekomunikasi, khususnya infrastruktur kabel laut, merupakan sektor strategis bagi perekonomian Indonesia. Namun, industri ini menghadapi tantangan signifikan, termasuk pengeluaran modal (CAPEX) yang sangat besar, tingkat pemanfaatan kapal khusus yang rendah, serta kesulitan dalam menekan biaya operasional. Selain itu, terdapat keterbatasan sumber daya manusia bersertifikat serta lambatnya adopsi teknologi canggih seperti IoT dan AI. Studi ini menjawab kesenjangan penelitian mengenai hubungan antara kapabilitas perusahaan dan kinerja keberlanjutan dalam ekosistem spesifik ini di konteks negara berkembang.

Metodologi Penelitian

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui sensus terhadap seluruh 27 perusahaan yang beroperasi dalam industri kabel laut di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan kausal antar konstruk laten.

Temuan Utama

  • Pengaruh Signifikan: Kapabilitas perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan korporat dalam ekosistem kabel laut di Indonesia.
  • Dominasi Kapabilitas Teknologi: Kapabilitas teknologi merupakan dimensi yang paling dominan (faktor muatan 0,941), yang menjadi fondasi utama dalam memperkuat kapabilitas perusahaan. Ini mencakup integrasi sistem pemantauan kapal real-time, sensor laut, dan perangkat komunikasi.
  • Sinergi Kapabilitas: Kesuksesan tidak didorong oleh satu kapabilitas saja, melainkan kombinasi dari kekuatan yang saling melengkapi, termasuk pembelajaran organisasi (0,913), kapabilitas rekonfigurasi (0,866), kapabilitas seizing (0,864), dan kapabilitas sensing (0,830).
  • Kinerja Ekonomi: Dalam kerangka keberlanjutan, kinerja ekonomi memiliki dampak tertinggi (faktor muatan 0,972), yang mengindikasikan bahwa keberlanjutan bisnis masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pangsa pasar, pertumbuhan pelanggan, dan efisiensi biaya.

Implikasi bagi Manajemen

Para penulis memberikan beberapa rekomendasi strategis:

  1. Investasi Strategis: Manajemen disarankan untuk memprioritaskan investasi strategis pada kapabilitas teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan.
  2. Pembelajaran Organisasi: Membina budaya pembelajaran organisasi sangat penting agar perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan pasar yang pesat.
  3. Keberlanjutan Holistik: Manajemen harus berusaha menyeimbangkan tujuan ekonomi dengan aspek lingkungan dan sosial untuk memastikan pencapaian keberlanjutan bersifat komprehensif, bukan parsial.

Profil Penulis:

  • Nanang Hendarno dan Sulaeman Rahman Nidar – Universitas Padjadjaran, Indonesia.

Sumber Penelitian: Hendarno, N., & Nidar, S. R. (2026). "Company Capability as a Driver of Corporate Sustainability Performance in the Submarine Cable Ecosystem in Indonesia". Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(3), 449-466.

DOI: 

https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16532

Posting Komentar

0 Komentar