Kombinasi
platform pembelajaran interaktif Wordwall dan Kahoot terbukti efektif
mempercepat penguasaan kompetensi literasi dan numerasi siswa sekolah dasar.
Peneliti dari Universitas Pakuan, Tri Yudha Alamsyah, melalui studinya yang
diterbitkan dalam Journal of Educational Analytics (2026), menunjukkan
bahwa integrasi kedua media digital ini menciptakan ekosistem belajar yang
mampu meningkatkan capaian akademik siswa secara signifikan dibandingkan metode
konvensional.
Mengatasi Tantangan Kualitas Pendidikan
Literasi
dan numerasi merupakan fondasi kritis bagi kemampuan berpikir tingkat tinggi
siswa. Namun, data PISA menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan matematika
siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD, sebuah kondisi yang
diperburuk oleh fenomena learning loss pascapandemi. Selama ini,
penggunaan teknologi digital di kelas masih bersifat terpisah-pisah, sehingga
belum mampu dioptimalkan secara sistematis dalam sebuah ekosistem belajar yang
terintegrasi.
Metodologi dan Hasil Penelitian
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu terhadap
60 siswa kelas V sekolah dasar. Para siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni
kelompok eksperimen yang menggunakan ekosistem digital Wordwall-Kahoot dan
kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional.
Temuan utama penelitian ini mencakup beberapa poin penting:
- · Peningkatan Kompetensi: Kelompok yang menggunakan integrasi Wordwall dan Kahoot mengalami peningkatan capaian literasi-numerasi sebesar 18,2%, jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya mencatatkan kenaikan 7,1%.
- · Lonjakan Keterlibatan: Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan tingkat keterlibatan kognitif, emosional, dan perilaku yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan metode konvensional.
- · Korelasi Positif: Terdapat hubungan kuat antara keterlibatan siswa dengan hasil belajar, di mana tingkat keterlibatan siswa menyumbang hingga 64% terhadap variasi hasil belajar.
Manfaat bagi Dunia Pendidikan
Integrasi
kedua platform ini menawarkan solusi praktis yang sinergis: Wordwall berfungsi
sebagai media latihan konsep secara mandiri dan eksploratif, sementara Kahoot
berperan sebagai alat evaluasi kompetitif yang memicu motivasi siswa.
Pendekatan ini memungkinkan guru menciptakan suasana belajar yang lebih
interaktif dan menyenangkan.
Hasil
penelitian ini memberikan bukti bahwa ketika teknologi didesain sebagai sebuah
ekosistem yang terstruktur, ia mampu mengalihkan posisi siswa dari pembelajar
pasif menjadi partisipan aktif. Hal ini menjadi rekomendasi penting bagi
pendidik dan pengambil kebijakan untuk mendesain strategi pembelajaran berbasis
teknologi yang tidak hanya sekadar menyediakan perangkat, tetapi juga
memperhatikan mekanisme keterlibatan psikologis siswa.
Profil
Penulis:
Tri Yudha Alamsyah - Universitas Pakuan, Bogor
Sumber
Penelitian:
Alamsyah, T. Y. (2026). Development of a Digital Ecosystem Based on a Combination of Wordwall and Kahoot to Accelerate Literacy-Numeracy Competency of Dasa School Students. Journal of Educational Analytics (JEDA), 5(2), 462-475.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.8
URL: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda

0 Komentar