Temuan tersebut menjadi penting karena Mie Gacoan saat ini merupakan salah satu merek kuliner yang berkembang pesat di Indonesia. Outlet Mie Gacoan MERR Surabaya dikenal selalu ramai pengunjung karena lokasinya yang strategis, dekat dengan kawasan pendidikan, permukiman, dan pusat aktivitas masyarakat. Namun, tingginya jumlah pengunjung tidak selalu menjamin loyalitas pelanggan.
Fenomena antrean panjang, keterbatasan tempat duduk saat jam sibuk, serta semakin banyaknya restoran dengan konsep serupa menjadi tantangan tersendiri. Konsumen saat ini memiliki banyak pilihan dan dapat dengan mudah beralih ke kompetitor apabila pengalaman yang mereka peroleh tidak sesuai harapan.
Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pelanggan, tim peneliti Untag Surabaya melakukan survei terhadap 100 konsumen Mie Gacoan MERR Surabaya. Seluruh responden merupakan pelanggan yang pernah makan langsung di lokasi dalam tiga bulan terakhir dan pernah melihat promosi Mie Gacoan melalui media sosial.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor utama, yaitu persepsi nilai (perceived value), suasana restoran (store atmosphere), dan pemasaran media sosial (social media marketing), secara bersama-sama mampu menjelaskan sekitar 63 persen variasi loyalitas pelanggan.
Secara rinci, penelitian menemukan beberapa fakta penting:
- Persepsi nilai memiliki pengaruh paling kuat terhadap loyalitas konsumen.
- Suasana restoran yang nyaman terbukti meningkatkan kepuasan sekaligus loyalitas pelanggan.
- Aktivitas pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok berpengaruh positif terhadap kepuasan serta keputusan pelanggan untuk kembali membeli.
- Kepuasan pelanggan terbukti menjadi faktor mediasi yang signifikan antara ketiga variabel tersebut dengan loyalitas konsumen.
Penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi nilai menjadi faktor paling dominan. Konsumen Mie Gacoan merasa memperoleh manfaat yang tinggi dibandingkan biaya yang mereka keluarkan. Harga yang terjangkau, porsi besar, dan cita rasa khas menjadi alasan utama pelanggan terus melakukan pembelian ulang.
Menurut Nuryani M. Karim dan tim dari Untag Surabaya, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga murah semata. Mereka juga memperhatikan apakah pengalaman yang diperoleh sesuai dengan ekspektasi.
"Nilai yang dirasakan pelanggan merupakan fondasi rasional dalam membangun loyalitas jangka panjang. Namun, kepuasan selama menikmati produk dan layanan tetap menjadi syarat utama agar pelanggan bertahan di tengah banyaknya alternatif yang tersedia," tulis para peneliti.
Selain faktor harga, suasana restoran turut memainkan peran penting. Desain interior modern, area yang luas, tata ruang yang nyaman, serta atmosfer yang mendukung aktivitas bersosialisasi membuat Mie Gacoan MERR menjadi tempat favorit bagi mahasiswa dan pekerja muda di Surabaya.
Penelitian ini menemukan bahwa suasana restoran yang nyaman dapat mengurangi persepsi negatif akibat antrean panjang. Dengan kata lain, pelanggan cenderung tetap puas selama mereka merasa nyaman saat berada di lokasi.
Di sisi lain, pemasaran melalui media sosial terbukti efektif menjaga keterikatan emosional pelanggan dengan merek. Konten promosi, peluncuran menu baru, hingga interaksi aktif di platform digital membuat Mie Gacoan tetap berada dalam ingatan konsumen.
Kehadiran merek secara konsisten di media sosial juga menciptakan komunitas digital yang memperkuat hubungan antara pelanggan dan perusahaan. Namun demikian, promosi digital saja tidak cukup.
Peneliti menegaskan bahwa pengalaman nyata saat berkunjung tetap menjadi penentu akhir loyalitas konsumen. Apabila pengalaman di restoran tidak sesuai dengan ekspektasi yang dibangun melalui media sosial, loyalitas pelanggan berpotensi menurun.
Temuan ini memberikan pelajaran penting bagi pelaku usaha kuliner di Indonesia. Di tengah persaingan yang semakin sengit, mempertahankan pelanggan lama jauh lebih efisien dibandingkan terus-menerus mencari pelanggan baru.
Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berfokus pada pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Menjaga konsistensi kualitas produk, mempercepat pelayanan, menciptakan suasana tempat yang nyaman dan menarik, serta membangun komunikasi digital yang interaktif menjadi kunci untuk menciptakan loyalitas jangka panjang.
Bagi dunia bisnis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah merek kuliner tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan nilai ekonomi, pengalaman emosional, dan komunikasi digital secara bersamaan.
Profil Singkat Penulis
Nuryani M. Karim merupakan peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang memiliki minat kajian pada bidang pemasaran dan perilaku konsumen.
Novita Melliyana W. adalah akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan fokus penelitian pada manajemen pemasaran.
Dr. Siti Mujanah merupakan dosen dan peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang banyak meneliti bidang pemasaran, perilaku konsumen, dan manajemen strategis.
Estik Hari Pratiwi merupakan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan keahlian di bidang manajemen dan bisnis.
Sumber Penelitian
Karim, N. M., Melliyana, N. W., Mujanah, S., & Pratiwi, E. H. (2026). The Influence of Perceived Value, Store Atmosphere, and Social Media Marketing on Consumer Loyalty with Consumer Satisfaction as an Intervening Variable at Mie Gacoan Merr Surabaya. Formosa Journal of Business and Economic Statistics (FJBES), Vol. 2 No. 3, 267–280.
URL: https://mtiformosapublisher.org/index.php/fjbes
DOI: https://doi.org/10.55927/fjbes.v2i3.650
0 Komentar