Chatbot Interaktif "KuPin" Berhasil Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa SD dalam Pelajaran IPAS

Ilustrasi by AI

Inovasi teknologi pendidikan melalui aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama "KuPin" (Kucing Pintar) terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian yang dilakukan oleh Tia Latifatu Sadiah, Maman Fathurrohman, dan Suroso Mukti Leksono dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini menunjukkan bahwa media interaktif ini mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup dan partisipatif.

Mengatasi Tantangan Pembelajaran Abstrak

Pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar sering kali menghadapi kendala karena materi yang dianggap terlalu abstrak atau sulit divisualisasikan oleh siswa. Ketergantungan pada buku teks dan metode ceramah satu arah sering kali menyebabkan siswa merasa bosan, pasif, dan kehilangan minat belajar. Kesenjangan antara kurikulum yang menuntut partisipasi aktif dan realitas kelas yang terbatas inilah yang mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih relevan dengan era digital.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menerapkan model pengembangan Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap sistematis: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Media KuPin dirancang sebagai asisten belajar virtual berbentuk karakter kucing yang ramah, memungkinkan siswa untuk bertanya, menerima umpan balik instan, dan menjelajahi topik IPAS melalui antarmuka percakapan yang interaktif.

Temuan Utama

Penggunaan chatbot KuPin menunjukkan hasil yang signifikan dalam transformasi proses belajar-mengajar:

  • ·         Peningkatan Motivasi: Skor motivasi belajar siswa meningkat secara nyata setelah menggunakan KuPin dibandingkan saat hanya menggunakan metode buku teks konvensional.
  • ·         Keterlibatan Aktif: Siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan ketekunan yang lebih baik saat menghadapi tugas melalui media interaktif ini.
  • ·         Efektivitas Pedagogis: KuPin berhasil menciptakan lingkungan belajar yang personal, di mana siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri (self-paced learning).
  • ·         Kepuasan Belajar: Fitur scoring otomatis dan umpan balik langsung memberikan rasa puas dan percaya diri bagi siswa saat berhasil menyelesaikan tantangan.

Implikasi untuk Pendidikan Masa Depan

Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan yang menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata. Dengan mengintegrasikan media seperti KuPin, pengajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan (joyful learning) tanpa perlu menekan siswa dengan hafalan. Pendekatan ini mendukung pengembangan generasi yang melek digital, kreatif, dan memiliki gairah belajar seumur hidup.

Profil Penulis:

  • Tia Latifatu Sadiah-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten
  • Maman Fathurrohman-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten
  •   Suroso Mukti Leksono- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten

Sumber Penelitian:

Sadiah, T. L., Fathurrohman, M., & Leksono, S. M. (2026). Natural and Social Science (IPAS) Learning in Elementary Schools Using Interactive Media to Enhance Student Motivation. Journal of Educational Analytics (JEDA), 5(2), 476-489. 

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.9

URL: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda


Posting Komentar

0 Komentar