Bantuan untuk Meningkatkan Citra Merek Wisata Edukasi di Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo melalui Pemasaran Digital

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Bantuan untuk Meningkatkan Citra Merek Wisata Edukasi di Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo melalui Pemasaran Digital. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Fedianty Augustinah, Widyawati, Galuh Ajeng Ayuningtiyas, dan Dandy Patrija Wirawan dari Universitas Dr. Soetomo Surabaya dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 6 Tahun 2026 menyoroti bahwa modernisasi jejak digital ini menjadi percontohan penting bagi pengembangan ekonomi berbasis komunitas di era kecerdasan buatan.

Latar Belakang: Tantangan Visibilitas Wisata Pedesaan
Desa Kraton yang terletak di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebenarnya memiliki segudang potensi ekonomi produktif. Desa ini memiliki berbagai lini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Potensi paling unggul adalah fasilitas greenhouse budidaya melon premium yang dikembangkan menjadi destinasi wisata petik buah edukatifMeski memiliki daya tarik yang besar, eduwisata Desa Kraton sebelumnya menghadapi tantangan berat karena belum dikenal luas oleh masyarakat. Konten promosi yang ada cenderung tidak konsisten, kurang profesional, serta keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai media digital. Pendampingan dari tim Universitas Dr. Soetomo hadir untuk menjembatani kesenjangan ini agar destinasi mampu menarik segmen wisatawan yang lebih luas, seperti rombongan pelajar dan keluarga muda.

Metodologi: Pendampingan Berbasis Pendekatan Kombinasi
Guna memastikan efektivitas program, tim universitas menerapkan metode kombinasi (mixed methods) yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Metode pelaksanaan di lapangan dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan:
  • Analisis Situasi dan Pemetaan SWOT: Mengidentifikasi potensi lokal, tantangan utama, serta menentukan target pasar yang paling potensial.
  • Diskusi Terarah (FGD): Melibatkan perangkat desa, pengelola eduwisata, dan kelompok masyarakat secara partisipatif untuk merancang identitas visual destinasi.
  • Pelatihan dan Pendampingan Intensif: Memberikan lokakarya berkala mengenai tata kelola media sosial, teknik pembuatan video, dan optimalisasi konten promosi.
  • Evaluasi Berbasis Indikator Kinerja: Mengukur peningkatan kapasitas mitra menggunakan kuisioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan selama enam bulan ini didukung oleh dana internal dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Dr. Soetomo sebesar IDR 10.000,000.

Temuan Utama: Lonjakan Kapasitas Digital dan Kemandirian Desa
Program intervensi yang dijalankan oleh para dosen Universitas Dr. Soetomo Surabaya berhasil membawa perubahan signifikan pada tata kelola wisata Desa Kraton:
  • Peningkatan Pemahaman Media Sosial Hingga 50%: Berdasarkan hasil pengujian sebelum dan sesudah pelatihan, para pengelola mengalami kenaikan pemahaman rata-rata sebesar 50% dalam menyusun strategi konten di Instagram dan TikTok.
  • Lahirnya Identitas Visual Resmi: Destinasi kini memiliki logo resmi, slogan (tagline), serta peta alur wisata edukasi yang disepakati bersama untuk membangun citra profesional.
  • Kemandirian Produksi Konten Kreatif: Peserta pelatihan telah menguasai aplikasi desain grafis praktis seperti Canva, sehingga mampu memproduksi materi promosi digital secara mandiri.
  • Pembentukan Tim Promosi Desa: Inisiatif ini berhasil membentuk tim promosi khusus yang diisi oleh pemuda desa setempat di bawah koordinasi pemerintah desa untuk menjamin keberlanjutan program.
  • Pemasangan Infrastruktur Fisik: Papan penunjuk arah jalan telah dipasang di berbagai titik strategis demi memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan yang datang dari luar daerah.
Implikasi dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Keberhasilan program ini memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi lokal dan kemandirian masyarakat pedesaan. Dengan menyatukan seluruh aset eduwisata—seperti kebun melon greenhouse, kolam budidaya ikan mujair dan nila, serta peternakan ayam potong—ke dalam satu payung branding yang solid, peluang pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi jauh lebih optimal. Bagi para pengambil kebijakan, proyek ini membuktikan bahwa pelibatan aktif kelompok pemuda desa merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan digitalisasi sektor pariwisata daerah.

Profil Penulis
Fedianty Augustinah adalah dosen dan peneliti senior yang memegang gelar akademis lanjutan di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Beliau aktif mengajar di Fakultas Ilmu Administrasi dengan kepakaran di bidang administrasi bisnis, pemberdayaan masyarakat, dan strategi pengembangan ekonomi lokal.

Sumber Penelitian
Fedianty Augustinah, Widyawati, Galuh Ajeng Ayuningtiyas, dan Dandy Patrija WirawanAssistance to Improve the Branding of Edutourism in Kraton Village in Krian District, Sidoarjo Regency through Digital Marketing. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 6 2026, Halaman 301-308.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i6.20
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar