Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - TNI AL Perkuat Strategi Amankan Terminal Energi Tanjunguban dari Ancaman Maritim Modern. Penelitian yang dilakukan oleh Alberth Levy Sihotang, Achmad Sochfan, M. B. Pandjaitan, Jaka Lelana dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), bersama Indra Wijayanto dari Dinas Administrasi Personel Komando Armada I (Disminpers Koarmada I) Angkatan Laut Republik Indonesia dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana taktik penguasaan laut (sea control) dan respons cepat diterapkan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dari potensi ancaman sabotase dan kejahatan transnasional .
Penelitian yang dilakukan oleh Alberth Levy Sihotang, Achmad Sochfan, M. B. Pandjaitan, Jaka Lelana dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), bersama Indra Wijayanto dari Dinas Administrasi Personel Komando Armada I (Disminpers Koarmada I) Angkatan Laut Republik Indonesia menyoroti bahwa pentingnya strategi pertahanan laut terintegrasi dalam melindungi Integrated Terminal Tanjunguban di Kepulauan Riau, yang merupakan salah satu urat nadi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Sumatra hingga Kalimantan .
Menjaga Simpul Kritis Jaringan Logistik Nasional
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di persilangan jalur perdagangan global, Indonesia menghadapi tantangan keamanan laut yang sangat kompleks . Kawasan perairan di sekitar Tanjunguban terletak sangat dekat dengan Selat Malaka, sebuah titik penyempitan laut (choke point) tersibuk yang menangani sebagian besar pengapalan energi dunia . Kondisi ini membuat Integrated Terminal Tanjunguban memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko . Gangguan kecil pada simpul logistik ini dapat memicu efek domino yang melumpuhkan pasokan energi nasional, menghentikan produksi industri, dan mengganggu ketahanan ekonomi secara luas . Perairan tersebut tidak hanya padat oleh lalu lintas komersial, tetapi juga rawan terhadap spektrum ancaman modern, mulai dari penyelundupan, pencurian ikan, sabotase, terorisme, hingga ancaman hibrida yang menyasar infrastruktur kritikal pantai . Oleh karena itu, wilayah ini tidak lagi sekadar aset logistik biasa, melainkan pilar strategis pertahanan maritim Indonesia .
Pendekatan Lapangan Melalui Pemetaan Masalah Secara Langsung
Penelitian dari Seskoal dan Koarmada I ini membawa implikasi besar bagi perbaikan kebijakan publik dan tata kelola keamanan maritim di Indonesia . Para peneliti menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan laut bukan sekadar menambah jumlah kapal patroli, melainkan membangun kesadaran bersama dan adopsi inovasi teknologi . Pemerintah direkomendasikan untuk segera memperkuat interoperabilitas data waktu-nyata (real-time information sharing) antar-lembaga penegak hukum di laut . Selain itu, TNI AL disarankan untuk meningkatkan penggunaan teknologi pengawasan modern seperti radar maritim beresolusi tinggi, sistem pemantauan berbasis satelit, serta pemanfaatan wahana tanpa awak (drone maritim dan udara) demi mempercepat deteksi dini ancaman di sekitar objek vital nasional .
Profil Peneliti
Alberth Levy Sihotang, S.E., M.M. – Peneliti Utama dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Indonesia . Memiliki keahlian dalam bidang strategi pertahanan maritim, operasi keamanan laut, dan manajemen logistik pertahanan objek vital nasional .
Achmad Sochfan, S.T., M.T. – Peneliti dan Dosen di Seskoal, fokus pada analisis kebijakan taktis angkatan laut dan keamanan wilayah perbatasan .
M. B. Pandjaitan, S.I.P., M.A. – Akademisi militer Seskoal dengan spesialisasi hubungan internasional, diplomasi pertahanan kawasan Indo-Pasifik, dan doktrin militer .
Jaka Lelana, S.Sos., M.Si. – Peneliti Seskoal yang mendalami aspek sosiologi pertahanan, koordinasi antar-lembaga, serta keterlibatan komunitas maritim dalam keamanan wilayah pesisir .
Indra Wijayanto, S.E. – Praktisi pertahanan dari Kantor Administrasi Personel, Komando Armada I (Disminpers Koarmada I) Angkatan Laut Republik Indonesia . Ahli dalam manajemen personel operasi maritim dan implementasi taktis keamanan perairan teritorial.
Sumber Penelitian
Alberth Levy Sihotang, Achmad Sochfan, Jaka Lelana, Indra Wijayanto (2026), Naval Strategies for Safeguarding National Vital Energy Objects at Integrated Terminal Tanjunguban within Indonesia's Maritime Security Architecture, Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) 2026, Vol. 5, No. 3, Halaman 187-196
Penelitian yang dilakukan oleh Alberth Levy Sihotang, Achmad Sochfan, M. B. Pandjaitan, Jaka Lelana dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), bersama Indra Wijayanto dari Dinas Administrasi Personel Komando Armada I (Disminpers Koarmada I) Angkatan Laut Republik Indonesia menyoroti bahwa pentingnya strategi pertahanan laut terintegrasi dalam melindungi Integrated Terminal Tanjunguban di Kepulauan Riau, yang merupakan salah satu urat nadi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Sumatra hingga Kalimantan
Menjaga Simpul Kritis Jaringan Logistik Nasional
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di persilangan jalur perdagangan global, Indonesia menghadapi tantangan keamanan laut yang sangat kompleks
Pendekatan Lapangan Melalui Pemetaan Masalah Secara Langsung
Untuk memetakan kondisi keamanan di lapangan, Alberth Levi Sihotang bersama timnya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang mendalam . Para peneliti melakukan peninjauan situs berbasis dokumen yang dikombinasikan dengan pengamatan langsung di fasilitas terminal perairan Tanjunguban. Selain itu, tim peneliti menggelar wawancara semi-terstruktur dengan para perwira pengambil keputusan di lingkungan TNI Angkatan Laut, otoritas pelabuhan, lembaga hukum maritim terkait, serta manajemen operator energi setempat . Melalui metode pemetaan masalah (problem mapping), studi ini berhasil mengidentifikasi celah kerentanan fisik, mengevaluasi efektivitas pola patroli yang ada, serta merumuskan kerangka kerja baru untuk memperkuat integrasi latihan taktis pertahanan komando .
Tiga Temuan Utama: Sinergi, Transformasi Zona, dan Inovasi Taktis
Tiga Temuan Utama: Sinergi, Transformasi Zona, dan Inovasi Taktis
Hasil analisis data lapangan dan kajian doktrin pertahanan dalam studi ini menghasilkan tiga poin temuan penting bagi penguatan keamanan maritim Indonesia:
- TNI AL sebagai Penggerak Utama Perlindungan Infrastruktur: Operasi keamanan laut yang dipimpin oleh Fleet Command I (Koarmada I) terbukti berhasil mengubah kawasan perairan Tanjunguban menjadi zona prioritas pengamanan
. Kehadiran kapal perang (naval presence) yang konsisten di area penambatan (anchorage) terbukti efektif memitigasi potensi gangguan keamanan . - Kolektifitas Antar-Agensi Menghapus Celah Yurisdiksi: Pengamanan terminal tidak dapat bertumpu pada kekuatan militer semata
. Diperlukan kolaborasi erat berbasis pembagian informasi dan integrasi sistem komunikasi antara TNI AL, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Polair, syahbandar, dan pihak swasta untuk meminimalkan tumpang tindih kewenangan di laut . - Uji Rehearsal Berkala Membangun Ekosistem Keamanan: Pelaksanaan latihan bersama (joint drills) dan simulasi meja (table-top exercises) menjadi modal operasional krusial untuk menguji prosedur standar (SOP) saat menghadapi situasi darurat atau serangan tak terduga
.
Penelitian dari Seskoal dan Koarmada I ini membawa implikasi besar bagi perbaikan kebijakan publik dan tata kelola keamanan maritim di Indonesia
Profil Peneliti
Alberth Levy Sihotang, S.E., M.M. – Peneliti Utama dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Indonesia
Achmad Sochfan, S.T., M.T. – Peneliti dan Dosen di Seskoal, fokus pada analisis kebijakan taktis angkatan laut dan keamanan wilayah perbatasan
M. B. Pandjaitan, S.I.P., M.A. – Akademisi militer Seskoal dengan spesialisasi hubungan internasional, diplomasi pertahanan kawasan Indo-Pasifik, dan doktrin militer
Jaka Lelana, S.Sos., M.Si. – Peneliti Seskoal yang mendalami aspek sosiologi pertahanan, koordinasi antar-lembaga, serta keterlibatan komunitas maritim dalam keamanan wilayah pesisir
Indra Wijayanto, S.E. – Praktisi pertahanan dari Kantor Administrasi Personel, Komando Armada I (Disminpers Koarmada I) Angkatan Laut Republik Indonesia
Sumber Penelitian
Alberth Levy Sihotang, Achmad Sochfan, Jaka Lelana, Indra Wijayanto (2026), Naval Strategies for Safeguarding National Vital Energy Objects at Integrated Terminal Tanjunguban within Indonesia's Maritime Security Architecture, Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) 2026, Vol. 5, No. 3, Halaman 187-196

0 Komentar