Pengaruh Profitabilitas, Keputusan Pembiayaan dan Investasi, Kebijakan Dividen, Kepemilikan Asing, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Gambar Ilustrasi AI

Profitabilitas dan Investor Asing Tingkatkan Nilai Perusahaan Properti di Indonesia

Penelitian terbaru dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap bahwa profitabilitas, keputusan pendanaan, kepemilikan asing, dan ukuran perusahaan menjadi faktor utama yang mampu meningkatkan nilai perusahaan properti dan real estate di Indonesia. Studi yang dilakukan oleh Widya Puspa Diyana dan Lela Hindasah itu dipublikasikan pada 2026 dalam Indonesian Journal of Economic & Management Sciences. Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan faktor-faktor yang paling diperhatikan investor dalam menilai perusahaan properti di pasar modal Indonesia.

Sektor properti Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menghadapi kondisi yang cukup kompleks. Permintaan hunian terus meningkat, namun kinerja saham perusahaan properti tidak selalu bergerak positif. Beberapa emiten besar bahkan mencatat performa operasional yang baik, tetapi harga sahamnya tetap tertekan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai faktor apa saja yang sebenarnya memengaruhi nilai perusahaan di mata investor.

Penelitian Widya Puspa Diyana dan Lela Hindasah mencoba menjawab persoalan tersebut dengan menganalisis perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013 hingga 2022. Penelitian menggunakan data dari 41 perusahaan dengan total 183 observasi.

Tim peneliti menggunakan pendekatan regresi data panel melalui perangkat lunak E-Views 12 untuk mengukur pengaruh beberapa faktor terhadap nilai perusahaan. Faktor yang dianalisis meliputi profitabilitas, keputusan pendanaan, keputusan investasi, kebijakan dividen, kepemilikan asing, dan ukuran perusahaan.

Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Price to Book Value (PBV), yaitu indikator yang menunjukkan seberapa tinggi pasar menghargai perusahaan dibandingkan nilai bukunya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas menjadi faktor paling kuat dalam meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan dengan tingkat keuntungan tinggi cenderung lebih diminati investor sehingga harga saham meningkat dan nilai perusahaan ikut naik.

Variabel profitabilitas memiliki koefisien positif sebesar 4,01454 dengan tingkat signifikansi yang sangat kuat.

Menurut peneliti, perusahaan yang mampu menghasilkan laba besar dianggap memiliki prospek bisnis yang baik di masa depan. Persepsi positif tersebut mendorong investor membeli saham perusahaan sehingga permintaan saham meningkat.

Selain profitabilitas, keputusan pendanaan juga terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penggunaan pendanaan melalui utang dalam jumlah yang terukur dinilai memberi sinyal bahwa perusahaan memiliki keyakinan terhadap prospek bisnisnya.

Investor melihat perusahaan yang mampu mengelola pendanaan dengan baik sebagai perusahaan yang lebih siap berkembang dalam jangka panjang. Akibatnya, harga saham cenderung meningkat dan nilai perusahaan ikut terdongkrak.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kepemilikan asing memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan properti di Indonesia. Semakin besar proporsi saham yang dimiliki investor asing, semakin tinggi pula nilai perusahaan.

Peneliti menjelaskan bahwa investor asing biasanya membawa pengalaman internasional, teknologi, tata kelola perusahaan yang lebih baik, serta pengawasan manajemen yang lebih ketat. Faktor-faktor tersebut meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan.

“Semakin besar kepemilikan asing, semakin ketat pengawasan terhadap manajemen perusahaan,” tulis Widya Puspa Diyana dan Lela Hindasah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Fenomena lain yang ditemukan adalah adanya perilaku “herding” di pasar modal. Investor lokal cenderung mengikuti keputusan investor asing karena dianggap memiliki informasi dan kemampuan analisis yang lebih baik.

Ukuran perusahaan juga terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dianggap lebih stabil, lebih tahan terhadap risiko ekonomi, dan memiliki prospek jangka panjang yang lebih kuat.

Investor umumnya lebih percaya pada perusahaan besar karena dinilai memiliki modal kuat, reputasi yang baik, dan kemampuan menghadapi ketidakpastian pasar.

Namun, penelitian ini juga menemukan hasil yang cukup mengejutkan. Keputusan investasi justru memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

Koefisien keputusan investasi tercatat sebesar -0,615868.

Menurut peneliti, pertumbuhan aset yang terlalu tinggi bisa dipersepsikan investor sebagai sinyal meningkatnya risiko bisnis. Investor khawatir perusahaan melakukan ekspansi berlebihan tanpa pengelolaan risiko yang memadai. Akibatnya, minat pasar terhadap saham perusahaan dapat menurun.

Sementara itu, kebijakan dividen tidak terbukti memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan. Investor di sektor properti Indonesia tampaknya tidak menjadikan pembagian dividen sebagai indikator utama dalam menilai prospek perusahaan.

Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih fokus pada kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dan menjaga pertumbuhan bisnis dibandingkan hanya mengejar pembagian dividen.

Model penelitian yang digunakan juga menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi. Nilai Adjusted R-Squared mencapai 0,806503, yang berarti sekitar 80,6 persen perubahan nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh enam variabel yang diteliti.

Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia bisnis dan pasar modal Indonesia. Bagi perusahaan properti, penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga profitabilitas, memperkuat tata kelola perusahaan, dan membangun kepercayaan investor.

Perusahaan juga dapat mempertimbangkan strategi menarik investor asing karena terbukti mampu meningkatkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan.

Bagi investor, penelitian ini memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang paling memengaruhi kinerja saham perusahaan properti. Investor tidak hanya perlu memperhatikan dividen, tetapi juga profitabilitas, struktur pendanaan, ukuran perusahaan, dan komposisi kepemilikan saham.

Sementara bagi pemerintah dan regulator pasar modal, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam menciptakan kebijakan investasi yang lebih menarik bagi investor asing sekaligus memperkuat stabilitas sektor properti nasional.

Peneliti mengakui bahwa studi ini masih memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada perusahaan properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia. Penelitian berikutnya disarankan mencakup sektor industri lain serta menambahkan variabel seperti tata kelola perusahaan dan keberlanjutan bisnis agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif.

Profil Penulis

  1. Widya Puspa Diyana merupakan peneliti di Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan fokus penelitian pada manajemen keuangan, investasi, dan nilai perusahaan.
  2. Lela Hindasah adalah dosen dan peneliti di Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang memiliki keahlian di bidang manajemen keuangan, tata kelola perusahaan, dan valuasi bisnis.

Sumber Penelitian

Judul Jurnal: The Effect of Profitability, Financing and Investment Decisions, Dividend Policy, Foreign Ownership, and Firm Size on Firm Value
Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijems.v4i2.40

Posting Komentar

0 Komentar