Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Cirebon - Literasi Keuangan dan Mobile Banking Dorong Generasi Z
Cirebon Rajin Menabung. Penelitian yang dilakukan oleh Rahma Azkia Wardaya dan Nurhana Dhea Parlina di Universitas Swadaya Gunung Jati dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa literasi
keuangan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku menabung Generasi Z di Kota
Cirebon.
Penelitian yang dilakukan oleh Rahma Azkia Wardaya dan Nurhana Dhea Parlina di Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa kemudahan penggunaan mobile banking memperkuat kebiasaan menabung anak muda di era digital.
Generasi Z dan Perubahan Perilaku Finansial Digital
Transformasi digital di sektor perbankan Indonesia berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran smartphone dan internet membuat layanan perbankan semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Generasi Z menjadi kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut karena mereka tumbuh bersama teknologi digital. Namun, penelitian ini menyoroti bahwa akses teknologi yang mudah tidak selalu menghasilkan keputusan finansial yang sehat. Penulis menjelaskan bahwa transaksi digital yang praktis dapat meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan. Karena itu, literasi keuangan menjadi faktor penting agar generasi muda mampu menggunakan teknologi finansial secara bijak. Dalam penelitian ini, literasi keuangan dipahami sebagai kemampuan memahami konsep keuangan, mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, membuat keputusan ekonomi, serta merencanakan kebutuhan masa depan. Sementara itu, persepsi kemudahan mobile banking mencakup kemudahan akses aplikasi, kecepatan transaksi, fleksibilitas penggunaan, dan kemudahan memahami fitur layanan.
Hubungan Kuat antara Literasi Keuangan dan Kebiasaan Menabung
Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara literasi keuangan dan persepsi kemudahan mobile banking. Penelitian menemukan bahwa literasi keuangan mampu menjelaskan sekitar 72 persen persepsi pengguna terhadap kemudahan layanan mobile banking. Selain itu, kombinasi literasi keuangan dan kemudahan mobile banking mampu menjelaskan sekitar 83,2 persen variasi perilaku menabung responden. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman finansial dan teknologi digital bekerja bersama dalam membentuk kebiasaan keuangan Generasi Z.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
Penelitian yang dilakukan oleh Rahma Azkia Wardaya dan Nurhana Dhea Parlina di Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa kemudahan penggunaan mobile banking memperkuat kebiasaan menabung anak muda di era digital.
Generasi Z dan Perubahan Perilaku Finansial Digital
Transformasi digital di sektor perbankan Indonesia berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran smartphone dan internet membuat layanan perbankan semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Generasi Z menjadi kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut karena mereka tumbuh bersama teknologi digital. Namun, penelitian ini menyoroti bahwa akses teknologi yang mudah tidak selalu menghasilkan keputusan finansial yang sehat. Penulis menjelaskan bahwa transaksi digital yang praktis dapat meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan. Karena itu, literasi keuangan menjadi faktor penting agar generasi muda mampu menggunakan teknologi finansial secara bijak. Dalam penelitian ini, literasi keuangan dipahami sebagai kemampuan memahami konsep keuangan, mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, membuat keputusan ekonomi, serta merencanakan kebutuhan masa depan. Sementara itu, persepsi kemudahan mobile banking mencakup kemudahan akses aplikasi, kecepatan transaksi, fleksibilitas penggunaan, dan kemudahan memahami fitur layanan.
Hubungan Kuat antara Literasi Keuangan dan Kebiasaan Menabung
Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara literasi keuangan dan persepsi kemudahan mobile banking. Penelitian menemukan bahwa literasi keuangan mampu menjelaskan sekitar 72 persen persepsi pengguna terhadap kemudahan layanan mobile banking. Selain itu, kombinasi literasi keuangan dan kemudahan mobile banking mampu menjelaskan sekitar 83,2 persen variasi perilaku menabung responden. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman finansial dan teknologi digital bekerja bersama dalam membentuk kebiasaan keuangan Generasi Z.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap persepsi kemudahan mobile banking.
- Literasi keuangan meningkatkan perilaku menabung Generasi Z secara signifikan.
- Mobile banking yang mudah digunakan mendorong kebiasaan menabung lebih aktif.
- Kemudahan mobile banking memperkuat pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku menabung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa
persepsi kemudahan mobile banking memiliki pengaruh lebih besar terhadap
perilaku menabung dibandingkan literasi keuangan secara langsung. Artinya,
Generasi Z lebih terdorong menabung ketika aplikasi perbankan terasa praktis
dan nyaman digunakan.
Mobile Banking Menjadi Sarana Edukasi Finansial
Penelitian dari Universitas Swadaya Gunung Jati ini menunjukkan bahwa mobile banking kini berkembang menjadi lebih dari sekadar alat transaksi. Platform digital perbankan juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi finansial yang membantu pengguna memantau pengeluaran, mengatur tabungan, dan membangun disiplin keuangan. Penulis menjelaskan bahwa individu dengan literasi keuangan yang baik biasanya lebih percaya diri menggunakan layanan digital dan memiliki kebiasaan menabung yang lebih sehat. Sementara Nurhana Dhea Parlina menilai kemudahan teknologi dapat menjadi jembatan penting dalam meningkatkan disiplin finansial generasi muda. Bagi industri perbankan dan perusahaan teknologi finansial, hasil penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai kebutuhan pengguna muda. Desain aplikasi yang sederhana, cepat, dan mudah dipahami dinilai dapat meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus mendorong budaya menabung. Fitur seperti tabungan otomatis, pencatatan pengeluaran, dan pengingat finansial berpotensi membantu pengguna muda mengelola uang secara lebih efektif.
Penting bagi Pendidikan dan Kebijakan Publik
Mobile Banking Menjadi Sarana Edukasi Finansial
Penelitian dari Universitas Swadaya Gunung Jati ini menunjukkan bahwa mobile banking kini berkembang menjadi lebih dari sekadar alat transaksi. Platform digital perbankan juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi finansial yang membantu pengguna memantau pengeluaran, mengatur tabungan, dan membangun disiplin keuangan. Penulis menjelaskan bahwa individu dengan literasi keuangan yang baik biasanya lebih percaya diri menggunakan layanan digital dan memiliki kebiasaan menabung yang lebih sehat. Sementara Nurhana Dhea Parlina menilai kemudahan teknologi dapat menjadi jembatan penting dalam meningkatkan disiplin finansial generasi muda. Bagi industri perbankan dan perusahaan teknologi finansial, hasil penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai kebutuhan pengguna muda. Desain aplikasi yang sederhana, cepat, dan mudah dipahami dinilai dapat meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus mendorong budaya menabung. Fitur seperti tabungan otomatis, pencatatan pengeluaran, dan pengingat finansial berpotensi membantu pengguna muda mengelola uang secara lebih efektif.
Penting bagi Pendidikan dan Kebijakan Publik
Penelitian ini juga memiliki
implikasi penting bagi dunia pendidikan dan pembuat kebijakan. Literasi
keuangan dinilai perlu diperkuat sejak sekolah hingga perguruan tinggi agar
generasi muda tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membuat
keputusan finansial yang bertanggung jawab. Di tengah pertumbuhan ekonomi
digital Indonesia, kemampuan menggabungkan pemahaman teknologi dan pengelolaan
keuangan diperkirakan akan menjadi keterampilan penting di masa depan. Meski demikian, peneliti
mengingatkan bahwa perilaku menabung tidak hanya dipengaruhi oleh literasi
keuangan dan mobile banking. Faktor lain seperti pendapatan, gaya hidup,
kontrol diri, dan tingkat kepercayaan terhadap teknologi juga dapat memengaruhi
keputusan finansial seseorang. Penelitian lanjutan dengan
cakupan wilayah lebih luas dan jumlah responden lebih besar dinilai penting
untuk memahami perilaku finansial Generasi Z Indonesia secara lebih menyeluruh.
Profil Penulis
Rahma Azkia Wardaya merupakan peneliti dari Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki fokus penelitian pada literasi keuangan, perilaku konsumen, dan transformasi digital sektor keuangan.
Nurhana Dhea Parlina adalah akademisi dari Universitas Swadaya Gunung Jati dengan bidang keahlian manajemen keuangan, perilaku finansial generasi muda, dan adopsi teknologi perbankan digital.
Sumber Penelitian
Rahma Azkia Wardaya, Nurhana Dhea Parlina (2026). The Impact of Financial Literacy on Saving Behavior in Generation Z in Cirebon City, with Perceived Mobile Banking Service Ease as a Mediating Variable. Asian Journal of Management Analytics, Vol. 5, No. 2, Tahun 2026. Hal 381-396.
Profil Penulis
Rahma Azkia Wardaya merupakan peneliti dari Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki fokus penelitian pada literasi keuangan, perilaku konsumen, dan transformasi digital sektor keuangan.
Nurhana Dhea Parlina adalah akademisi dari Universitas Swadaya Gunung Jati dengan bidang keahlian manajemen keuangan, perilaku finansial generasi muda, dan adopsi teknologi perbankan digital.
Sumber Penelitian
Rahma Azkia Wardaya, Nurhana Dhea Parlina (2026). The Impact of Financial Literacy on Saving Behavior in Generation Z in Cirebon City, with Perceived Mobile Banking Service Ease as a Mediating Variable. Asian Journal of Management Analytics, Vol. 5, No. 2, Tahun 2026. Hal 381-396.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16454
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

0 Komentar