Penelitian tersebut menyoroti ASN yang bekerja di Puskesmas Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja dan motivasi kerja pegawai, semakin kuat pula etos kerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Temuan ini menjadi penting karena kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang menjalankannya. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin tinggi, etos kerja pegawai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan organisasi dalam memberikan layanan yang cepat, profesional, dan berkualitas kepada masyarakat.
Tantangan Pelayanan Kesehatan dan Kinerja ASN
Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di Indonesia. Selain memberikan pelayanan pengobatan, puskesmas juga menjalankan berbagai program promotif dan preventif yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Namun, dalam praktiknya, sejumlah tantangan masih ditemukan. Di Puskesmas Boyan Tanjung misalnya, data internal menunjukkan adanya fluktuasi tingkat kehadiran pegawai dan keterlambatan kerja dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi indikator yang dapat mencerminkan dinamika etos kerja pegawai.
Menurut Heri Yadi dan Eru Ahmadia, faktor psikologis seperti kepuasan terhadap pekerjaan dan motivasi untuk bekerja dapat memengaruhi perilaku kerja pegawai. Ketika pegawai merasa puas terhadap pekerjaannya dan memiliki dorongan kerja yang kuat, mereka cenderung menunjukkan tanggung jawab, disiplin, dan semangat kerja yang lebih tinggi.
Melibatkan Seluruh ASN Puskesmas
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh ASN yang bekerja di Puskesmas Boyan Tanjung.
Sebanyak 37 pegawai negeri sipil menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didukung wawancara dengan pimpinan puskesmas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS dengan metode regresi linier berganda.
Pendekatan ini digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap etos kerja pegawai, baik secara terpisah maupun secara bersama-sama.
Motivasi Kerja Memberikan Pengaruh Lebih Besar
Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja ASN.
Beberapa temuan utama penelitian antara lain:
- Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap etos kerja pegawai.
- Motivasi kerja juga berpengaruh positif terhadap etos kerja.
- Pengaruh motivasi kerja lebih besar dibandingkan kepuasan kerja.
- Kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama memengaruhi etos kerja ASN.
- Hubungan antarvariabel tergolong kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,777.
- Sebanyak 60,4 persen variasi etos kerja dapat dijelaskan oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja.
Dalam model penelitian, koefisien pengaruh motivasi kerja tercatat sebesar 0,319, lebih tinggi dibandingkan koefisien kepuasan kerja yang sebesar 0,242. Angka tersebut menunjukkan bahwa dorongan internal dan eksternal untuk bekerja memiliki kontribusi yang lebih besar dalam membentuk etos kerja pegawai dibandingkan rasa puas terhadap pekerjaan itu sendiri.
Dengan kata lain, pegawai yang memiliki semangat, tujuan, dan dorongan kerja yang kuat cenderung menunjukkan dedikasi lebih tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
Mengapa Motivasi Menjadi Faktor Dominan?
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa motivasi kerja tidak hanya berkaitan dengan insentif atau penghargaan finansial. Motivasi juga dipengaruhi oleh rasa tanggung jawab, peluang pengembangan diri, penghargaan dari organisasi, serta keyakinan bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki makna bagi masyarakat.
Dalam konteks puskesmas, pegawai yang memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat cenderung memiliki semangat kerja yang lebih tinggi.
Sementara itu, kepuasan kerja tetap memegang peranan penting. Faktor seperti lingkungan kerja, hubungan dengan rekan kerja, dukungan pimpinan, kesempatan promosi, dan sistem penghargaan yang adil turut memengaruhi bagaimana pegawai memandang pekerjaannya.
Menurut Heri Yadi dan Eru Ahmadia, kombinasi antara kepuasan kerja dan motivasi yang baik akan menghasilkan etos kerja yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Implikasi bagi Pengelolaan Puskesmas
Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi pengelola puskesmas maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan sumber daya manusia.
Peningkatan etos kerja tidak cukup dilakukan melalui pendekatan administratif semata, seperti pengawasan kehadiran atau penegakan disiplin. Organisasi juga perlu memperhatikan aspek psikologis pegawai, termasuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memberikan motivasi yang berkelanjutan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Meningkatkan kualitas komunikasi antara pimpinan dan pegawai.
- Memberikan penghargaan atas kinerja yang baik.
- Menyediakan kesempatan pengembangan kompetensi.
- Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kolaboratif.
- Memperkuat budaya pelayanan publik yang profesional.
Dengan strategi tersebut, organisasi dapat membangun etos kerja yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kontribusi bagi Dunia Pelayanan Publik
Temuan ini juga memperkaya kajian mengenai manajemen sumber daya manusia di sektor publik, khususnya pada institusi pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Selama ini, banyak penelitian lebih berfokus pada pengaruh kepuasan kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian Heri Yadi dan Eru Ahmadia menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut juga berperan penting dalam membentuk etos kerja, yang menjadi fondasi perilaku kerja sehari-hari.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembangunan organisasi yang efektif perlu memperhatikan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pegawai dan penguatan motivasi intrinsik mereka.
Profil Penulis
Heri Yadi merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak yang memiliki fokus kajian pada manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan pengembangan kinerja pegawai.
Eru Ahmadia adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan bidang keahlian manajemen organisasi, manajemen sumber daya manusia, serta kebijakan organisasi sektor publik.
Sumber Penelitian
Yadi, Heri & Ahmadia, Eru. (2026). “The Effect of Job Satisfaction and Work Motivation on the Work Ethic of Civil Servants at Boyan Tanjung Public Health Center, Kapuas Hulu Regency.” Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM), Vol. 5, No. 2, halaman 625–640.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajabm.v5i2.42
Jurnal resmi: https://journalajabm.my.id/index.php/ajabm
0 Komentar