Literasi Keuangan dan Kemudahan QRIS Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Pribadi Pengguna

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Pontianak - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tidak hanya mempermudah transaksi digital, tetapi juga berkontribusi terhadap kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Kendedes dan Edy Suryadi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak yang dipublikasikan pada 2026 dalam Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM).

Penelitian tersebut menganalisis pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan, dan kemudahan transaksi terhadap pengelolaan keuangan pribadi pengguna QRIS di Kota Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengatur keuangan secara lebih efektif di era pembayaran digital.

Perkembangan teknologi finansial dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Kehadiran QRIS sebagai standar pembayaran nasional berbasis kode QR yang dikembangkan Bank Indonesia membuat transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Pengguna cukup memindai satu kode QR menggunakan telepon pintar untuk melakukan pembayaran.

Namun, kemudahan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Semakin mudah seseorang bertransaksi secara digital, semakin besar pula potensi munculnya perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik. Kondisi ini mendorong pentingnya literasi keuangan dan perilaku keuangan yang sehat dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital.

Untuk memahami fenomena tersebut, tim peneliti melakukan survei terhadap 150 pengguna QRIS yang berdomisili di Pontianak dan Singkawang. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berusia minimal 18 tahun dan memiliki pengalaman menggunakan QRIS.

Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Peneliti kemudian menguji hubungan antara tingkat literasi keuangan, perilaku keuangan, kemudahan transaksi, dan kemampuan pengelolaan keuangan pribadi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diuji memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi pengguna QRIS.

Beberapa temuan utama penelitian antara lain:

• Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kemampuan mengelola keuangan pribadi.

• Perilaku keuangan yang baik turut meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan.

• Kemudahan transaksi melalui QRIS memberikan dampak positif terbesar dibandingkan variabel lainnya.

• Ketiga faktor secara bersama-sama mampu menjelaskan 58,3 persen variasi kemampuan pengelolaan keuangan pribadi responden.

• Hubungan antara ketiga faktor dengan pengelolaan keuangan pribadi tergolong kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,763.

Dalam model statistik yang digunakan peneliti, kemudahan transaksi menjadi faktor dengan pengaruh paling besar. Temuan ini menunjukkan bahwa fitur pembayaran digital yang praktis dan mudah digunakan dapat membantu masyarakat memantau serta mengatur pengeluaran sehari-hari secara lebih terstruktur.

Menurut Kendedes dan Edy Suryadi, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan akan memperkuat kemampuan mereka dalam membuat keputusan finansial yang lebih bijaksana. Pengetahuan mengenai pengelolaan anggaran, tabungan, investasi, serta pengendalian pengeluaran menjadi modal penting dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perilaku keuangan sehari-hari memiliki peran besar dalam menentukan kualitas pengelolaan keuangan pribadi. Individu yang terbiasa membuat perencanaan anggaran, mencatat pengeluaran, menabung secara rutin, dan memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu cenderung memiliki kondisi finansial yang lebih sehat.

Sementara itu, kemudahan transaksi digital yang ditawarkan QRIS memberikan manfaat tambahan bagi pengguna. Riwayat transaksi yang terdokumentasi secara otomatis memungkinkan pengguna memantau arus kas dengan lebih mudah dibandingkan transaksi tunai konvensional.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pembayaran digital akan memberikan manfaat maksimal apabila disertai pemahaman keuangan yang memadai. Bagi lembaga pendidikan, penelitian ini memperkuat pentingnya program literasi keuangan sejak usia muda, terutama di tengah meningkatnya penggunaan pembayaran digital oleh Generasi Z.

Bagi industri keuangan dan penyedia layanan pembayaran digital, hasil penelitian menjadi masukan bahwa pengembangan fitur kemudahan transaksi perlu diimbangi dengan edukasi pengelolaan keuangan kepada pengguna. Fitur pencatatan pengeluaran, pengingat anggaran, hingga laporan transaksi bulanan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan finansial masyarakat.

Dari sisi kebijakan publik, penelitian ini memberikan dukungan terhadap program peningkatan literasi keuangan yang selama ini dijalankan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Integrasi antara transformasi digital dan edukasi keuangan dinilai dapat memperkuat kesejahteraan finansial masyarakat dalam jangka panjang.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pembayaran digital tidak selalu berdampak negatif terhadap perilaku konsumsi. Ketika didukung oleh literasi keuangan yang baik dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab, teknologi seperti QRIS justru dapat menjadi alat yang membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih efektif dan terencana.

Profil Penulis

Kendedes merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak yang memiliki fokus kajian pada bidang manajemen keuangan, perilaku keuangan, dan ekonomi digital.

Edy Suryadi adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan bidang keahlian manajemen keuangan, literasi keuangan, perilaku konsumen, dan teknologi finansial.

Sumber Penelitian

Kendedes & Edy Suryadi. 2026. The Influence of Financial Literacy, Financial Behavior, and Transaction Convenience on the Personal Financial Management of QRIS Users in Pontianak and Singkawang. Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM), Vol. 5 No. 2, halaman 577–592.

DOI: https://doi.org/10.55927/ajabm.v5i2.36

Jurnal resmi: https://npaformosapublisher.org/index.php/ajabm

Posting Komentar

0 Komentar