Kompetensi dan Etos Kerja Tingkatkan Efektivitas Pegawai Pemprov Sumatera Utara

Ilustrasi by AI

Kualitas kompetensi, komunikasi, dan etos kerja terbukti berpengaruh besar terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Temuan ini dipublikasikan dalam penelitian yang ditulis oleh Kristiani Simangunsong, Vinta Hotma Rotua Manullang, Andre Fitriano, dan Henny Pratiwi dari Universitas Prima Indonesia pada jurnal Indonesian Journal of Business Analytics edisi April 2026. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas layanan publik di lingkungan pemerintahan.

Penelitian dilakukan di Kantor Gubernur Sumatera Utara dengan melibatkan 130 pegawai administrasi sebagai responden. Fokus utama riset ini adalah melihat sejauh mana kompetensi pegawai, pola komunikasi, dan etos kerja memengaruhi efektivitas kerja aparatur pemerintahan. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai.

Para peneliti menilai efektivitas kerja menjadi isu penting dalam birokrasi modern karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik. Di Kantor Gubernur Sumatera Utara, efektivitas kerja pegawai sepanjang 2024 tercatat berada pada kisaran 82,5 persen hingga 88,3 persen dengan rata-rata 85,8 persen atau masuk kategori “baik”. Namun, peneliti mencatat masih diperlukan peningkatan agar capaian tahunan masuk kategori “sangat baik”.

Penelitian juga menemukan bahwa tingkat pendidikan pegawai relatif tinggi. Sebagian besar pegawai memiliki pendidikan S1 dan S2, yang dinilai menjadi modal penting dalam mendukung efektivitas kerja birokrasi pemerintahan. Meski demikian, peneliti menyebut peningkatan kompetensi tetap diperlukan melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Selain kompetensi, komunikasi internal menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Peneliti menemukan adanya hambatan komunikasi akibat perbedaan latar belakang etnis dan penggunaan bahasa daerah di lingkungan kerja. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antarkaryawan dan memperlambat proses kerja.

Masalah lain yang disorot adalah disiplin kerja pegawai. Data absensi menunjukkan tingkat keterlambatan pegawai masih cukup tinggi, terutama pada Februari dan Juli 2024. Peneliti menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya etos kerja dan kedisiplinan waktu yang dapat memengaruhi efektivitas organisasi.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda berbasis perangkat lunak statistik SPSS. Seluruh data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur terhadap pegawai administrasi Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Hasil analisis statistik menunjukkan:

  • Kompetensi berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja dengan nilai signifikansi 0,007.
  • Komunikasi berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja dengan nilai signifikansi 0,045.
  • Etos kerja menjadi faktor paling kuat dengan nilai signifikansi 0,001.
  • Ketiga variabel secara simultan memengaruhi efektivitas kerja dengan nilai F sebesar 50,350.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kompetensi, komunikasi, dan etos kerja mampu menjelaskan 56,9 persen variasi efektivitas kerja pegawai. Sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan motivasi kerja.

Kristiani Simangunsong dan tim peneliti dari Universitas Prima Indonesia menilai peningkatan kualitas aparatur pemerintahan tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Menurut mereka, organisasi pemerintah juga perlu memperkuat komunikasi internal serta membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab agar pelayanan publik berjalan lebih efektif.

Temuan ini dinilai relevan bagi pemerintah daerah di Indonesia yang tengah mendorong reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik. Penguatan kompetensi dan budaya kerja aparatur dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, mempercepat koordinasi birokrasi, serta mengurangi hambatan administratif di lingkungan pemerintahan.

Profil Penulis

  • Kristiani Simangunsong -  Universitas Prima Indonesia 
  • Vinta Hotma Rotua Manullang-Universitas Prima Indonesia 
  •  Andre Fitriano- Universitas Prima Indonesia 
  •  Henny Pratiwi -Universitas Prima Indonesia 

 Sumber Penelitian

Simangunsong, K., Manullang, V. H. R., Fitriano, A., & Pratiwi, H. (2026). The Influence of Competency, Communication, and Work Ethic on Employee Effectiveness at the North Sumatera Governor's Office. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6 No. 2, April 2026. DOI:

DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i2.16494

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijba

Posting Komentar

0 Komentar