Penelitian tersebut menjadi penting karena kepuasan kerja ASN berhubungan langsung dengan produktivitas, disiplin, kualitas pelayanan publik, hingga tingkat kehadiran pegawai. Di tengah tuntutan peningkatan kinerja birokrasi, memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja menjadi kebutuhan strategis bagi pemerintah daerah.
Penelitian dilakukan terhadap seluruh ASN di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak yang berjumlah 55 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa pegawai yang merasa terlibat, memiliki semangat kerja tinggi, bangga terhadap instansi, dan memiliki ikatan emosional dengan pekerjaannya cenderung lebih puas terhadap pekerjaan yang mereka jalani.
Latar Belakang: Tantangan Kehadiran dan Disiplin ASN
Penelitian ini berangkat dari kondisi nyata yang terjadi di lingkungan dinas tersebut. Data internal menunjukkan tingkat ketidakhadiran ASN mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022 tingkat absensi tercatat sebesar 0,11 persen. Angka tersebut naik menjadi 0,20 persen pada 2023 dan kembali meningkat menjadi 0,23 persen pada 2024. Selain itu, ditemukan pula fluktuasi dalam kepatuhan jam kerja, seperti keterlambatan datang, pulang lebih awal, hingga tidak melakukan pencatatan kehadiran saat pulang.
Kondisi tersebut berdampak pada pemberian sanksi administratif, termasuk pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Fenomena ini mendorong peneliti untuk mengkaji faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan kepuasan kerja ASN, yaitu employee engagement dan self-esteem.
Meneliti Keterikatan Kerja dan Kepercayaan Diri ASN
Dalam penelitian ini, employee engagement diartikan sebagai tingkat keterikatan emosional dan psikologis pegawai terhadap pekerjaan dan organisasi tempat mereka bekerja. Sementara self-esteem merujuk pada penilaian individu terhadap dirinya sendiri, termasuk rasa percaya diri, kompetensi, dan penghargaan terhadap kemampuan pribadi.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Seluruh ASN yang menjadi populasi penelitian dijadikan responden melalui teknik saturated sampling atau sampel jenuh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kepuasan kerja.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa fakta penting:
- Employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja ASN.
- Self-esteem tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja.
- Secara bersama-sama, employee engagement dan self-esteem berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
- Nilai korelasi penelitian mencapai 0,447, yang menunjukkan hubungan pada tingkat sedang.
- Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 20 persen variasi kepuasan kerja ASN, sementara 80 persen lainnya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian.
Persamaan regresi yang diperoleh peneliti adalah:
Y = 1,239 + 0,367X1 + 0,278X2
Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterikatan kerja memiliki kontribusi yang lebih kuat terhadap peningkatan kepuasan kerja dibandingkan peningkatan self-esteem.
Dalam uji statistik, variabel employee engagement memperoleh tingkat signifikansi 0,008 atau lebih kecil dari batas 0,05, sehingga dinyatakan berpengaruh nyata terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya, self-esteem memiliki tingkat signifikansi 0,066 yang berada di atas batas tersebut, sehingga tidak dianggap berpengaruh secara signifikan.
Mengapa Self-Esteem Tidak Berpengaruh Signifikan?
Temuan ini menjadi salah satu bagian menarik dalam penelitian. Selama ini banyak penelitian menyebutkan bahwa rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri dapat meningkatkan kepuasan kerja.
Namun pada konteks ASN di lingkungan pemerintahan, hasilnya berbeda.
Peneliti menjelaskan bahwa sistem kerja birokrasi yang cenderung terstruktur, berbasis prosedur, dan diatur oleh regulasi membuat faktor individu seperti self-esteem tidak menjadi penentu utama kepuasan kerja. Faktor lingkungan kerja, budaya organisasi, komunikasi internal, serta keterlibatan pegawai dalam pekerjaan ternyata lebih dominan memengaruhi kepuasan kerja.
Dengan kata lain, ASN yang merasa dilibatkan dalam pekerjaan, memiliki kesempatan berkontribusi, serta merasakan hubungan yang kuat dengan organisasinya cenderung lebih puas dibandingkan ASN yang hanya memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi.
Implikasi bagi Pengelolaan ASN
Hasil penelitian ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi instansi pemerintah.
Pertama, upaya meningkatkan kepuasan kerja ASN sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, tetapi juga pada peningkatan keterlibatan pegawai dalam organisasi.
Kedua, organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong partisipasi aktif pegawai, komunikasi yang terbuka, dan rasa memiliki terhadap institusi.
Ketiga, program peningkatan kompetensi, pelatihan, dan penghargaan kepada pegawai tetap diperlukan untuk mendukung kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Menurut Siti Sabania Lestari dan Arninda dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, peningkatan kepuasan kerja ASN membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Keterikatan kerja menjadi faktor utama, sementara aspek psikologis seperti self-esteem berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkuat pengalaman kerja pegawai.
Temuan ini juga dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan manajemen ASN yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Profil Penulis
Siti Sabania Lestari merupakan peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak yang memiliki minat pada bidang manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan kepuasan kerja.
Arninda merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak. Bidang keahliannya meliputi manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, serta pengembangan kinerja pegawai di sektor publik dan swasta.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Influence of Employee Engagement and Self-Esteem on Job Satisfaction of Civil Servants at the Department of Cooperatives, Micro Enterprises and Trade of Pontianak
Penulis: Siti Sabania Lestari dan Arninda
Jurnal: Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM)
Volume dan Nomor: Vol. 5 No. 2
Tahun Publikasi: 2026
Halaman: 685–698
0 Komentar