Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Riau - Strategi Pengembangan SDM RT Dorong Efektivitas Layanan Administrasi Desa Gemilang Jaya. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Bulqis, Widyawati, dan Muchlis dari Universitas Islam Indragiri dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa aparatur akar rumput dalam tata kelola pemerintahan desa.
Penelitian yang dilakukan oleh Siti Bulqis, Widyawati, dan Muchlis dari Universitas Islam Indragiri menyoroti bahwa Kualitas layanan di tingkat RT menjadi indikator nyata keberhasilan pelayanan publik desa secara keseluruhan.
Tantangan Layanan Administrasi di Tingkat RT
Di banyak desa, termasuk Gemilang Jaya, pelayanan administrasi masih menghadapi berbagai kendala. Kompetensi aparatur RT yang belum merata, keterbatasan kemampuan digital, hingga data kependudukan yang tidak selalu diperbarui menjadi masalah utama. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan, seperti keterlambatan pengurusan dokumen, kesalahan data, hingga menurunnya kepuasan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa penguatan kapasitas SDM, sulit bagi desa untuk mencapai prinsip tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Metode Penelitian: Menggali Kondisi Nyata di Lapangan
Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menangkap kondisi riil di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala desa, 17 ketua RT, serta masyarakat setempat. Penelitian dilakukan selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami secara mendalam hubungan antara strategi pengembangan SDM dan kualitas layanan administrasi.
Temuan Utama: SDM Menentukan Kualitas Layanan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas layanan administrasi. Namun, implementasinya masih belum optimal.
Beberapa temuan kunci meliputi:
Metode Penelitian: Menggali Kondisi Nyata di Lapangan
Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menangkap kondisi riil di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala desa, 17 ketua RT, serta masyarakat setempat. Penelitian dilakukan selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami secara mendalam hubungan antara strategi pengembangan SDM dan kualitas layanan administrasi.
Temuan Utama: SDM Menentukan Kualitas Layanan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas layanan administrasi. Namun, implementasinya masih belum optimal.
Beberapa temuan kunci meliputi:
- Pelatihan terbatas: Program pelatihan hanya dilakukan sekitar satu kali dalam setahun dan belum memiliki kurikulum terstruktur.
- Kemampuan digital rendah: Banyak ketua RT masih kesulitan mengelola data berbasis teknologi.
- Evaluasi kinerja lemah: Tidak ada sistem penilaian kinerja yang konsisten dan terukur.
- Perbedaan kompetensi antar RT: Sebagian RT mampu memberikan layanan cepat dan akurat, sementara lainnya masih mengalami kesalahan administrasi.
- Kedisiplinan dan sikap kerja berpengaruh besar: RT yang responsif dan bertanggung jawab cenderung memberikan layanan lebih baik.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa ketua RT yang pernah mengikuti pelatihan cenderung lebih memahami prosedur administrasi, lebih disiplin, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Implikasi Kebijakan: Perlu Strategi Terstruktur dan Berkelanjutan
Penelitian ini memberikan pesan kuat bagi pemerintah desa dan pemangku kebijakan. Pengembangan SDM RT tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.
Implikasi Kebijakan: Perlu Strategi Terstruktur dan Berkelanjutan
Penelitian ini memberikan pesan kuat bagi pemerintah desa dan pemangku kebijakan. Pengembangan SDM RT tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.
Beberapa rekomendasi utama yang dihasilkan antara lain:
- Meningkatkan frekuensi dan kualitas pelatihan, terutama dalam digitalisasi administrasi.
- Menyusun kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
- Menerapkan evaluasi kinerja yang terukur dan berkala.
- Menyediakan fasilitas administrasi yang memadai.
- Memperkuat sosialisasi prosedur layanan kepada masyarakat.
Langkah-langkah ini dinilai penting untuk menciptakan layanan publik desa yang lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Profil Penulis
Profil Penulis
Siti Bulqis, S.E. – Peneliti di bidang manajemen sumber daya manusia dan administrasi publik, Universitas Islam Indragiri
Widyawati, S.E., M.M. – Dosen manajemen, Universitas Islam Indragiri, dengan fokus pada pengembangan organisasi dan SDM
Muchlis, S.E., M.M. – Akademisi dan peneliti di bidang manajemen publik dan pelayanan masyarakat, Universitas Islam Indragiri
Sumber Penelitian
Bulqis, S., Widyawati, & Muchlis. (2026). Human Resource Development Strategy in RT Positions in Increasing the Effectiveness of Administrative Services in Gemilang Jaya Village. Formosa Journal of Sustainable Research, Vol. 5 No. 2, hlm. 115–128.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i2.16
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr
Sumber Penelitian
Bulqis, S., Widyawati, & Muchlis. (2026). Human Resource Development Strategy in RT Positions in Increasing the Effectiveness of Administrative Services in Gemilang Jaya Village. Formosa Journal of Sustainable Research, Vol. 5 No. 2, hlm. 115–128.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i2.16
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

0 Komentar