Self-Efficacy dan Kompetensi Tingkatkan Kinerja Pegawai Bawaslu Sumatera Utara

Ilustrasi by AI

Kinerja pegawai di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara dipengaruhi secara signifikan oleh self-efficacy, kompetensi, dan motivasi intrinsik. Temuan ini diungkap dalam penelitian tahun 2026 oleh Mirna Wati Br Gulo, Siti Normi, dan Kristanty M.N. Nadapdap dari Universitas Methodist Indonesia. Hasil studi ini penting karena berkaitan langsung dengan efektivitas pengawasan pemilu dan kualitas kinerja lembaga publik.

Kinerja pegawai menjadi faktor kunci dalam keberhasilan organisasi, terutama di lembaga strategis seperti Bawaslu yang bertanggung jawab menjaga integritas demokrasi. Namun, peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada sistem, melainkan juga pada faktor individu seperti kepercayaan diri, kemampuan, dan dorongan dari dalam diri.

Penelitian dilakukan di Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan 80 pegawai sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner selama periode September 2025 hingga Februari 2026, kemudian dianalisis untuk melihat pengaruh masing-masing faktor terhadap kinerja pegawai.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (nilai t = 3,957; sig. 0,000).
  • Kompetensi memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja (nilai t = 4,776; sig. 0,000).
  • Motivasi intrinsik juga berpengaruh signifikan (nilai t = 2,537; sig. 0,013).
  • Ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F = 47,615; sig. 0,000).
  • Model penelitian mampu menjelaskan 63,9% variasi kinerja pegawai (R² = 0,639).

Temuan ini menegaskan bahwa pegawai dengan kepercayaan diri tinggi, kompetensi yang baik, serta motivasi dari dalam diri cenderung menunjukkan kinerja yang lebih optimal.

Mirna Wati Br Gulo dari Universitas Methodist Indonesia menegaskan bahwa self-efficacy berperan penting dalam membantu pegawai menghadapi tantangan kerja. Ia menyebut bahwa pegawai yang yakin dengan kemampuannya akan lebih tangguh dan produktif dalam menyelesaikan tugas. Sementara itu, kompetensi menjadi fondasi utama karena menentukan kemampuan teknis dan pemahaman kerja, sedangkan motivasi intrinsik mendorong konsistensi dan tanggung jawab.

Implikasi penelitian ini cukup strategis. Bagi instansi pemerintah, hasil ini dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kompetensi, penguatan kepercayaan diri, serta penciptaan lingkungan kerja yang mampu memotivasi pegawai dari dalam. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini mendukung pentingnya pengembangan SDM berbasis psikologis dan kompetensi untuk meningkatkan kinerja lembaga publik.

Profil Penulis

  • Mirna Wati Br Gulo-  Universitas Methodist Indonesia
  • Siti Normi-  Universitas Methodist Indonesia
  •  Kristanty M.N. Nadapdap- Universitas Methodist Indonesia

Sumber Penelitian

Gulo, Mirna Wati Br, Normi, Siti, & Nadapdap, Kristanty M.N. 2026. The Impact of Self Efficacy, Competence, and Intrinsic Motivation on Employee Performance at BAWASLU in North Sumatera Province. International Journal of Asian Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 2, hlm. 801–812.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.24

URL: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar