Program TPA dan Tadarus Tingkatkan Literasi Huruf Hijaiyah Siswa SMK Totikum
Upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar vokasi menunjukkan hasil nyata. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Furqon, Nurlisah Monggesang, Fajria H. Momilimo, dan Indriyani Abdussama dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai mengungkap bahwa program TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan tadarus rutin mampu meningkatkan literasi huruf hijaiyah siswa. Studi ini dilaksanakan pada Februari 2026 di SMK Negeri 1 Totikum dan dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Society Development (IJSD). Temuan ini penting karena menunjukkan solusi praktis untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di tingkat sekolah menengah.
Masalah literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar bukan hal baru. Di banyak sekolah, khususnya SMK, fokus pembelajaran lebih diarahkan pada keterampilan vokasional sehingga aspek literasi keagamaan sering kurang mendapatkan perhatian optimal. Padahal, kemampuan membaca huruf hijaiyah merupakan dasar penting dalam memahami ajaran Islam sekaligus membentuk karakter spiritual siswa.
Hasil observasi awal di SMK Negeri 1 Totikum menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan membaca huruf hijaiyah secara tepat dan lancar. Sebagian siswa belum mampu mengenali huruf dengan benar, sementara yang lain masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an. Guru Pendidikan Agama Islam juga mengungkap bahwa keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya kebiasaan membaca di luar kelas menjadi faktor utama penyebab kondisi tersebut.
Untuk menjawab tantangan ini, tim peneliti menerapkan pendekatan kualitatif berbasis lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, tes membaca Al-Qur’an, wawancara dengan guru, serta dokumentasi kegiatan selama program berlangsung. Pendekatan ini memberikan gambaran nyata mengenai kondisi literasi siswa sekaligus efektivitas program yang diterapkan.
Intervensi utama dilakukan melalui dua program inti, yaitu TPA dan tadarus rutin setelah salat Dzuhur. Program TPA difokuskan pada pembelajaran dasar huruf hijaiyah dan pengenalan tajwid secara sederhana dengan bimbingan langsung dari guru. Sementara itu, tadarus bertujuan membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten setiap hari.
Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan baik dari sisi kemampuan maupun partisipasi siswa.
Temuan utama penelitian:
- Sebagian siswa awalnya kesulitan mengenali dan membaca huruf hijaiyah dengan benar
- Frekuensi latihan yang rendah menjadi penyebab utama lemahnya kemampuan membaca
- Program TPA meningkatkan pemahaman dasar huruf dan tajwid
- Kegiatan tadarus rutin meningkatkan kebiasaan membaca Al-Qur’an
- Partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan meningkat secara signifikan
- Kepercayaan diri siswa dalam membaca Al-Qur’an mengalami peningkatan
Selain peningkatan kemampuan teknis, penelitian ini juga menemukan dampak positif terhadap lingkungan sekolah. Kegiatan rutin keagamaan menciptakan suasana religius yang lebih kuat dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan spiritual.
Muhammad Furqon dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai menjelaskan bahwa peningkatan literasi Al-Qur’an tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Ia menekankan pentingnya pembiasaan dan lingkungan yang mendukung. Menurutnya, kombinasi antara program terstruktur seperti TPA dan kebiasaan harian seperti tadarus menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran. Bimbingan langsung dari guru terbukti membantu siswa memahami pelafalan huruf dan aturan tajwid dengan lebih baik. Selain itu, keterlibatan mahasiswa melalui program praktik lapangan turut memberikan dukungan tambahan dalam proses pendampingan siswa.
Dari sisi metode pembelajaran, pendekatan yang adaptif menjadi faktor penting. Setiap siswa memiliki latar belakang kemampuan yang berbeda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang menyesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penggunaan media pembelajaran yang variatif seperti kartu huruf dan media visual juga dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa.
Implikasi dari penelitian ini cukup luas, terutama bagi dunia pendidikan dan pembuat kebijakan. Program berbasis pembiasaan seperti TPA dan tadarus dapat dijadikan model untuk meningkatkan literasi keagamaan di sekolah lain. Selain itu, integrasi kegiatan keagamaan dalam budaya sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter dan meningkatkan disiplin siswa.
Dampak dan manfaat penelitian:
- Meningkatkan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an siswa
- Membentuk kebiasaan religius yang berkelanjutan
- Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa
- Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih religius
- Menjadi model program literasi keagamaan berbasis sekolah
Penelitian ini juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada kolaborasi berbagai pihak. Kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas menjadi faktor penting dalam menciptakan program yang berkelanjutan.
Ke depan, peneliti merekomendasikan agar program TPA dan tadarus tidak hanya dijalankan sebagai kegiatan sementara, tetapi menjadi bagian dari sistem pendidikan yang berkelanjutan. Konsistensi pelaksanaan menjadi kunci agar kemampuan literasi siswa terus berkembang.
Profil Penulis
Muhammad Furqon adalah akademisi di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai yang fokus pada pendidikan Islam dan literasi keagamaan.Nurlisah Monggesang merupakan dosen yang meneliti strategi pembelajaran dan pengembangan pendidikan berbasis nilai.
Fajria H. Momilimo memiliki keahlian dalam pendidikan keagamaan dan pengembangan program berbasis komunitas.
Indriyani Abdussama adalah peneliti di bidang pedagogi Islam dengan fokus pada peningkatan literasi Al-Qur’an.
Sumber Penelitian
Furqon, M., Monggesang, N., Momilimo, F. H., & Abdussama, I. (2026). Revitalization of Islamic Education as an Effort to Combat Hijaiyah Letter Illiteracy in Students of Totikum State Vocational High School. Indonesian Journal of Society Development (IJSD), Vol. 5 No. 2, 69–78.DOI: https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i2.8
URL : https://journalijsd.my.id/index.php/ijsd/index
0 Komentar