Pendampingan Tajwid Tingkatkan Minat dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Desa Lalong

Ilustrasi by AI

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Jumahir, Arya, dan Vicha Nur Aini dari Universitas Muhammadiyah Luwuk pada 2026 berhasil meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak di Desa Lalong. Kegiatan ini penting karena rendahnya minat belajar dan kemampuan tajwid masih menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan.

Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan kaidah tajwid merupakan dasar penting dalam pendidikan keagamaan anak. Namun, di Desa Lalong, banyak anak masih berada pada tahap awal membaca Iqro dan belum lancar membaca Al-Qur’an. Data observasi awal menunjukkan sekitar 65% anak masih berada pada tahap dasar, sementara sekitar 40% memiliki minat belajar yang rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya pendampingan orang tua, serta akses terbatas terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Program pendampingan dilaksanakan dengan melibatkan 15 anak dengan kemampuan yang beragam. Metode yang digunakan sederhana namun terstruktur, dimulai dari identifikasi kemampuan membaca, kemudian pengelompokan berdasarkan tingkat kompetensi. Anak-anak mendapatkan bimbingan melalui latihan berulang, contoh bacaan yang benar, koreksi langsung, serta pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.

Hasil kegiatan menunjukkan perubahan yang signifikan, baik dari sisi minat maupun kemampuan:

  • Kehadiran anak menjadi lebih rutin dan stabil
  • Partisipasi meningkat, anak lebih aktif dan sukarela membaca
  • Kepercayaan diri meningkat, anak tidak lagi takut melakukan kesalahan
  • Konsentrasi belajar lebih baik dan antusiasme meningkat

Selain itu, kemampuan membaca juga mengalami peningkatan, ditandai dengan kelancaran bacaan yang lebih baik dan berkurangnya kesalahan pelafalan. Strategi pengelompokan berdasarkan kemampuan terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Jumahir dari Universitas Muhammadiyah Luwuk menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan yang humanis dan interaktif menjadi kunci keberhasilan program. Anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan motivasi belajar melalui pengalaman yang menyenangkan.

Dampak program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga membantu guru dalam mengelola kelas yang memiliki tingkat kemampuan beragam. Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat mulai meningkat, terutama dalam mendukung kebiasaan membaca Al-Qur’an di rumah dan lingkungan sekitar.

Dalam jangka panjang, program ini berpotensi menjadi model pembelajaran tajwid yang efektif di daerah pedesaan. Namun, keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan serta penguatan kebiasaan belajar di rumah menjadi kunci agar hasil yang dicapai tidak bersifat sementara.

Profil Penulis

  • Jumahir - Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Arya-  Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Vicha Nur Aini- Universitas Muhammadiyah Luwuk

Sumber Penelitian

Jumahir, Arya, & Aini, V. N. (2026). Assisting Children in Learning Tajweed in Lalong Village Through Community Service Programs. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 3, 211–224.

URL:https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb/

DOI:   https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i3.7


Posting Komentar

0 Komentar