Pelatihan Literasi Digital di Matraman Tingkatkan Keterampilan Teknologi dan Dukung UMKM Lokal

Ilustrasi by AI

Jakarta — Pelatihan literasi digital yang dilaksanakan tim dosen Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta di wilayah PCA Matraman pada 4 Desember 2025 terbukti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara produktif dan aman. Kegiatan yang dipimpin Supriatiningsih bersama Nova Rini, Ahmad Darda, Sandra DE Kaunang, dan Talitha Amanda ini dipublikasikan pada 2026 dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) dan menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku UMKM di lingkungan komunitas tersebut.

Hasil kegiatan menjadi penting karena literasi digital kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat di era transformasi teknologi. Tanpa keterampilan digital yang memadai, masyarakat berisiko tertinggal dalam akses informasi, layanan publik, pendidikan daring, dan peluang ekonomi berbasis internet. Program pelatihan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan digital masyarakat dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan edukasi yang kontekstual dan partisipatif.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah mengubah cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, dan berusaha. Namun, kesenjangan akses dan kemampuan digital masih terjadi di banyak komunitas. Rendahnya literasi digital tidak selalu disebabkan keterbatasan kemampuan individu, melainkan lebih sering karena kurangnya akses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kondisi ini terlihat jelas pada peserta pelatihan di wilayah PCA Matraman sebelum kegiatan dilaksanakan.

Program pelatihan dirancang untuk memperkuat keterampilan dasar penggunaan perangkat digital sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital dan etika bermedia sosial. Materi pelatihan mencakup penggunaan smartphone secara optimal, pencarian informasi yang valid di internet, pemanfaatan media sosial secara produktif, serta pemahaman transaksi digital untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan usaha.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pembelajaran yang mudah dipahami masyarakat. Tim pengabdian memberikan materi melalui ceramah interaktif, demonstrasi penggunaan aplikasi digital, praktik langsung menggunakan perangkat, diskusi kelompok, serta simulasi kasus yang sering terjadi di dunia digital seperti hoaks dan penipuan daring. Pendekatan ini membantu peserta memahami materi secara praktis dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan nyata dalam keterampilan peserta. Sebelum mengikuti kegiatan, sebagian besar peserta menggunakan smartphone hanya untuk komunikasi dasar seperti telepon dan pesan singkat. Setelah pelatihan, peserta mampu memanfaatkan aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan YouTube untuk mencari informasi, mengikuti pembelajaran daring, dan mendukung kegiatan usaha kecil.

Peserta juga mulai memahami cara mengevaluasi kebenaran informasi yang ditemukan di internet. Mereka dapat mengenali ciri-ciri berita palsu dan menjadi lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi di media sosial. Peningkatan kemampuan ini menjadi indikator penting dalam membangun masyarakat digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Kemajuan lain terlihat pada kemampuan peserta dalam melakukan transaksi digital. Sebagian peserta yang sebelumnya belum pernah menggunakan dompet digital atau layanan perbankan daring mulai mampu melakukan simulasi pembayaran non-tunai dan pembelian produk secara online. Keterampilan ini memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha mikro di wilayah PCA Matraman karena membuka akses ke pasar yang lebih luas.

Selain aspek keterampilan teknis, pelatihan juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap keamanan digital. Peserta memahami risiko penipuan online, penyalahgunaan data pribadi, serta pentingnya menjaga keamanan akun melalui password yang kuat dan perlindungan identitas digital. Kesadaran ini menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap kejahatan siber yang semakin meningkat.

Supriatiningsih dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta menjelaskan bahwa peningkatan literasi digital masyarakat menunjukkan potensi besar komunitas lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi jika diberikan akses pelatihan yang tepat. Menurutnya, keterbatasan literasi sebelumnya bukan disebabkan kurangnya kemampuan masyarakat, tetapi karena belum tersedianya edukasi digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam konteks ekonomi lokal, kemampuan peserta memahami pemasaran digital melalui media sosial menjadi peluang strategis bagi pengembangan UMKM. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah persaingan ekonomi digital.

Program ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas interaksi masyarakat di ruang digital. Peserta menjadi lebih memahami etika komunikasi di media sosial serta lebih berhati-hati terhadap provokasi dan informasi yang belum terverifikasi. Literasi digital tidak hanya meningkatkan keterampilan teknologi, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial masyarakat di lingkungan digital.

Secara keseluruhan, pelatihan literasi digital di wilayah PCA Matraman berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk mempercepat transformasi digital masyarakat perkotaan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan teknologi di masa depan.

Profil Penulis

Supriatiningsih, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta
Nova Rini, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta
Ahmad Darda, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta
Sandra DE Kaunang, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta
Talitha Amanda, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta

Sumber Penelitian

Artikel: Digital Literacy Training for the Community in the PCA Matraman Area
Jurnal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF)
Tahun: 2026


Posting Komentar

0 Komentar