Pelatihan pembuatan alat permainan edukatif (APE) berupa
boneka tangan yang dilakukan oleh Risky Diya Amalia Rais, Sindifaula Suludani,
Heti, dan Siti Fadila dari Universitas Muhammadiyah Luwuk pada 2026 terbukti
meningkatkan kreativitas guru TK RA An Nursyifa di Desa Abason, Banggai
Kepulauan. Hasil ini penting karena keterbatasan media pembelajaran masih
menjadi kendala utama dalam pendidikan anak usia dini, terutama di wilayah
pedesaan.
Penggunaan media pembelajaran yang terbatas membuat proses
belajar di kelas cenderung monoton dan kurang interaktif. Di TK RA An Nursyifa,
kegiatan belajar sebelumnya masih didominasi oleh metode bercerita tanpa
dukungan media visual yang menarik. Padahal, anak usia dini lebih mudah
memahami materi melalui aktivitas bermain dan interaksi langsung.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti melaksanakan
program pelatihan berbasis praktik. Kegiatan dimulai dengan observasi pada 22
Januari untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah, dilanjutkan dengan persiapan
materi pada 2 Februari. Pelatihan dan pendampingan berlangsung dari 26 Januari
hingga 27 Februari, mencakup demonstrasi, praktik pembuatan boneka tangan,
serta penerapan langsung dalam pembelajaran di kelas.
Pelatihan ini menggunakan bahan sederhana seperti kain
flanel, gunting, dan lem, sehingga mudah diterapkan oleh guru. Selain membuat
boneka, guru juga dilatih menggunakan media tersebut dalam kegiatan bercerita,
dialog, dan permainan peran.
Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada guru
dan siswa:
- Guru mampu membuat dan menggunakan boneka tangan secara mandiri
- Kreativitas guru meningkat dalam mengembangkan media pembelajaran
- Anak lebih fokus, antusias, dan aktif selama kegiatan belajar
- Interaksi dua arah antara guru dan siswa meningkat secara nyata
Observasi selama pembelajaran (halaman 7–8) menunjukkan
bahwa anak lebih tertarik mengikuti cerita ketika menggunakan boneka tangan
dibandingkan metode biasa. Mereka juga lebih berani merespons pertanyaan dan
terlibat dalam dialog, menciptakan suasana kelas yang lebih hidup.
Risky Diya Amalia Rais dari Universitas Muhammadiyah Luwuk
menegaskan bahwa media sederhana berbasis kreativitas guru dapat memberikan
dampak besar terhadap kualitas pembelajaran. Ia menyebutkan bahwa boneka tangan
tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga sebagai sarana
komunikasi interaktif yang efektif bagi anak usia dini.
Dampak pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan
teknis guru, tetapi juga memperkuat kompetensi pedagogik mereka. Guru menjadi
lebih percaya diri dalam merancang pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan
kebutuhan anak. Sementara itu, bagi siswa, pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan, komunikatif, dan tidak monoton.
Dalam jangka panjang, pelatihan ini menunjukkan bahwa
pengembangan media pembelajaran sederhana dapat menjadi solusi efektif untuk
meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Dengan memanfaatkan bahan yang
mudah ditemukan dan kreativitas guru, sekolah dapat menciptakan pembelajaran
yang lebih inovatif tanpa bergantung pada alat yang mahal.
Profil Penulis
- Risky Diya Amalia Rais - Universitas Muhammadiyah Luwuk
- Sindifaula Suludani- Universitas Muhammadiyah Luwuk
- Heti- Universitas Muhammadiyah Luwuk
- Siti Fadila - Universitas Muhammadiyah Luwuk
Sumber Penelitian
Rais, R. D. A., Suludani, S., Heti, & Fadila, S. (2026). Training on
Making Educational Hand Puppet Games for Kindergarten Teachers in Nursyifa,
Abason Village. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 3,
279–288.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i3.13
URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

0 Komentar