Pelatihan AI Tingkatkan Kompetensi Guru Ekonomi Sidoarjo dalam Pembelajaran Deep Learning

Ilustrasi by AI

Sidoarjo — Pelatihan integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran deep learning yang dilaksanakan tim dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya pada 10 Mei 2025 terbukti meningkatkan kompetensi guru ekonomi yang tergabung dalam MGMP Ekonomi Kabupaten Sidoarjo. Program yang dipimpin Wida Wulandari bersama Waspodo Tjipto Subroto, Eka Hendi Andriansyah, Riza Yonisa Kurniawan, Riza Albrian Fiky Prakoso, Muhammad Abdul Ghofur, dan Prattana Srisuk ini dipublikasikan pada 2026 dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru semakin siap memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran ekonomi di kelas.

Temuan ini penting karena penggunaan AI dalam pendidikan terus berkembang dan menjadi bagian dari transformasi sistem pembelajaran modern. Integrasi teknologi cerdas dalam proses belajar mengajar tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu siswa memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja berbasis teknologi.

Perkembangan AI telah mengubah cara institusi pendidikan merancang kurikulum dan strategi pembelajaran. Teknologi seperti adaptive learning, penilaian otomatis, dan sistem tutor digital mampu memberikan umpan balik secara real time kepada siswa. Namun, kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi tersebut masih bervariasi, sehingga pelatihan praktis menjadi langkah penting untuk memperkuat kompetensi pendidik.

Program pelatihan yang dilakukan tim Universitas Negeri Surabaya diawali dengan koordinasi bersama pengurus MGMP Ekonomi Kabupaten Sidoarjo untuk mengidentifikasi kebutuhan guru terkait penggunaan AI dalam pembelajaran ekonomi. Setelah tahap analisis kebutuhan, pelatihan dilaksanakan secara tatap muka melalui workshop interaktif yang dilanjutkan dengan pendampingan daring melalui grup WhatsApp agar peserta tetap mendapatkan dukungan setelah kegiatan utama selesai.

Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep AI, penggunaan platform berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran, teknik penerapan deep learning dalam pengajaran ekonomi, serta praktik langsung penggunaan aplikasi AI sebagai media pembelajaran. Peserta juga diberikan kesempatan melakukan simulasi penerapan teknologi tersebut secara langsung di kelas.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif dari para peserta. Data kuesioner terhadap 57 guru peserta pelatihan memperlihatkan nilai rata-rata pemahaman dan persepsi manfaat berada pada rentang 2,98 hingga 3,60 pada skala empat poin. Nilai ini menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap materi pelatihan serta kesiapan awal guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran ekonomi.

Selain itu, mayoritas peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman konsep AI, mengenalkan platform pembelajaran berbasis teknologi cerdas, serta membantu mereka menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif. Guru juga menilai metode pelatihan yang menggabungkan workshop langsung dan pendampingan daring mempermudah proses belajar teknologi baru tanpa mengganggu aktivitas mengajar di sekolah.

Wida Wulandari dari Universitas Negeri Surabaya menjelaskan bahwa pelatihan ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan AI dalam pembelajaran ekonomi jika guru mendapatkan dukungan pelatihan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak hanya membantu proses administrasi pembelajaran, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa melalui pendekatan yang lebih personal dan interaktif.

Temuan lain menunjukkan adanya variasi kesiapan digital di antara peserta pelatihan. Perbedaan pengalaman menggunakan teknologi menjadi faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman peserta terhadap materi lanjutan. Hal ini memperkuat pentingnya program pendampingan berkelanjutan agar integrasi AI dalam pembelajaran dapat berjalan optimal di semua sekolah.

Pelatihan ini juga memberikan dampak pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan platform AI untuk merancang materi pembelajaran ekonomi yang lebih kontekstual. Peserta menyatakan bahwa mereka mulai mampu menggunakan teknologi AI untuk menyusun strategi pembelajaran, memahami platform pendidikan berbasis AI, serta meningkatkan kualitas interaksi dengan siswa melalui pendekatan deep learning.

Secara lebih luas, penggunaan AI dalam pendidikan berpotensi mendukung keberlanjutan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembelajaran yang adaptif memungkinkan siswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan. Integrasi teknologi dalam kurikulum ekonomi juga membantu memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja berbasis digital.

Menurut tim peneliti Universitas Negeri Surabaya, pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis praktik dan pendampingan daring efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru. Namun, mereka menekankan pentingnya pelatihan lanjutan berbasis proyek agar guru dapat menerapkan AI secara lebih mendalam dalam proses pembelajaran ekonomi di kelas.

Program ini menjadi contoh model pengembangan kompetensi guru yang relevan dengan transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan. Pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan komunitas guru dinilai mampu mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis inovasi digital.

Profil Penulis

Wida Wulandari,  Universitas Negeri Surabaya
Prof. Dr. Waspodo Tjipto Subroto, Universitas Negeri Surabaya
Eka Hendi Andriansyah, Universitas Negeri Surabaya
Riza Yonisa Kurniawan,  Universitas Negeri Surabaya
Riza Albrian Fiky Prakoso, Universitas Negeri Surabaya
Muhammad Abdul Ghofur, Universitas Negeri Surabaya
Prattana Srisuk, Thai Global Business and Administration, Thailand

Sumber Penelitian

Artikel: Competency Improvement: Integration of Artificial Intelligence (AI) in Deep Learning
Jurnal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF)
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar