Bayombong, Filipina – Penelitian yang dilakukan Von Gabayan, Carmelo Alejo Bisquera, Michael John Robles, Romeo Evangelista, Emmanuel Danguilan, dan Fidel Patricio dari Nueva Vizcaya State University pada 2026 menunjukkan bahwa proyek penelitian Capstone di bidang Teknologi Informasi berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan riset, dan kesiapan karier mahasiswa. Studi yang dipublikasikan dalam East Asian Journal of Multidisciplinary Research ini menegaskan bahwa meskipun proses Capstone menantang, mahasiswa tetap memandangnya sebagai bagian penting dan efektif dalam kurikulum pendidikan IT.
Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap lulusan IT yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menyelesaikan masalah nyata melalui proyek berbasis riset dan pengembangan sistem. Proyek Capstone menjadi salah satu sarana utama perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan profesional di era transformasi digital.
Dalam pendidikan tinggi berbasis teknologi, proyek Capstone berfungsi sebagai tahap akhir yang mengintegrasikan keterampilan teknis, dokumentasi ilmiah, dan kemampuan pemecahan masalah. Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan produk sistem atau aplikasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan analitis, kerja tim, dan manajemen proyek yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Penelitian yang dilakukan tim Nueva Vizcaya State University menggunakan pendekatan mixed-method dengan melibatkan 98 mahasiswa program Teknologi Informasi yang sedang atau telah menyelesaikan proyek Capstone pada tahun akademik 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah divalidasi oleh pakar pendidikan IT, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan untuk memahami pengalaman mahasiswa secara menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum memiliki persepsi positif terhadap manfaat proyek Capstone dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional. Berdasarkan data pada tabel hasil penelitian di halaman 1189, nilai rata-rata persepsi manfaat mencapai 1,63 yang dikategorikan “bermanfaat”. Mahasiswa menilai proyek Capstone membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, keterampilan penulisan teknis, serta pemahaman metodologi penelitian di bidang Teknologi Informasi.
Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan sikap positif terhadap proses penulisan penelitian Capstone. Data pada tabel di halaman 1189 memperlihatkan nilai rata-rata sikap mahasiswa sebesar 1,70 dengan kategori “setuju”, meskipun mereka mengakui bahwa proses penyusunan proyek membutuhkan waktu panjang dan usaha intensif. Mahasiswa tetap menikmati proses penelitian dan merasa lebih percaya diri dalam mengembangkan proyek IT setelah menyelesaikan Capstone.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman Capstone dinilai efektif dalam mendukung kesiapan profesional mahasiswa. Berdasarkan data pada halaman 1190, nilai rata-rata persepsi efektivitas mencapai 1,66, yang menunjukkan bahwa mahasiswa menilai proyek Capstone membantu meningkatkan kemampuan analisis, desain sistem, manajemen proyek, serta kesiapan melanjutkan studi atau bekerja di sektor teknologi.
Tahap perencanaan proyek dan penyusunan proposal menjadi bagian paling membantu dalam proses Capstone. Sebanyak 40,8 persen mahasiswa menyatakan tahap ini paling penting karena menjadi dasar pengembangan keseluruhan proyek. Tahap pengujian dan implementasi berada di posisi kedua dengan 24,5 persen, diikuti tahap desain sistem sebesar 17,3 persen, dokumentasi 10,2 persen, serta kajian literatur 7,1 persen.
Di sisi lain, tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa adalah manajemen waktu. Sebanyak 41,8 persen responden menyebut keterbatasan waktu sebagai hambatan utama dalam menyelesaikan proyek Capstone. Tantangan lain yang muncul meliputi kesulitan teknis sebesar 22,4 persen, pengumpulan data penelitian 18,4 persen, kerja tim 13,3 persen, serta dokumentasi laporan 4,1 persen.
Mahasiswa juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Capstone di masa depan. Sebanyak 38,8 persen responden mengusulkan peningkatan bimbingan dan mentoring, sementara 28,6 persen mengusulkan penyelenggaraan workshop langkah demi langkah sebagai pendamping proses penelitian. Rekomendasi lain mencakup peningkatan akses sumber daya penelitian dan penggunaan alat kolaborasi digital.
Von Gabayan dari Nueva Vizcaya State University menjelaskan bahwa proyek Capstone berfungsi sebagai jembatan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri teknologi. Ia menekankan bahwa pengalaman penelitian yang terstruktur membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kesiapan profesional sejak sebelum lulus.
Carmelo Alejo Bisquera dari Nueva Vizcaya State University menambahkan bahwa persepsi positif mahasiswa terhadap Capstone menunjukkan bahwa proyek ini tetap relevan sebagai komponen utama kurikulum IT. Menurutnya, penguatan sistem bimbingan dan dukungan institusi akan semakin meningkatkan kualitas pengalaman penelitian mahasiswa.
Michael John Robles dari Nueva Vizcaya State University juga menekankan pentingnya pelatihan berbasis proyek dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan IT. Ia menjelaskan bahwa integrasi antara penelitian, pengembangan sistem, dan kerja tim menjadi faktor utama dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa di bidang teknologi.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa proyek Capstone bukan sekadar tugas akhir akademik, tetapi merupakan pengalaman pembelajaran strategis yang memperkuat keterampilan teknis, kemampuan penelitian, dan kesiapan karier mahasiswa Teknologi Informasi. Temuan ini memberikan dasar penting bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas bimbingan penelitian serta menyediakan dukungan yang lebih sistematis bagi mahasiswa selama proses penyusunan proyek Capstone.
0 Komentar