Ilustrasi by AI

Studi tahun 2025 oleh Muhammad Mustofa Fahmi dari Universitas Slamet Riyadi mengungkap bahwa kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini penting karena menyoroti upaya peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di tingkat daerah.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 68 ASN sebagai responden melalui survei kuantitatif. Fokus kajian mencakup pengaruh kompetensi, budaya organisasi, dan pengawasan terhadap kinerja ASN, termasuk bagaimana pengawasan berperan sebagai faktor penguat.

Permasalahan kinerja ASN masih menjadi tantangan nasional. Sebagian aparatur dinilai belum memenuhi standar kompetensi, sementara budaya kerja yang belum optimal dan pengawasan yang belum efektif turut memengaruhi hasil kerja. Di Ponorogo, capaian kinerja organisasi juga belum maksimal, terlihat dari masih adanya keterlambatan penyelesaian tugas.

Metode penelitian menggunakan survei berbasis kuesioner dengan analisis statistik untuk mengukur hubungan antar variabel. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara langsung faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja ASN.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan sejumlah poin penting:

  • Kompetensi ASN berpengaruh paling kuat terhadap kinerja (β = 0,475; signifikan)
  • Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
  • Pengawasan juga berpengaruh positif terhadap kinerja ASN
  • Pengawasan tidak memperkuat pengaruh kompetensi, tetapi
  • Pengawasan memperkuat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja
  • Seluruh variabel menjelaskan 68,2% variasi kinerja ASN

Temuan ini menegaskan bahwa ASN dengan kompetensi tinggi cenderung memiliki kinerja yang baik, terlepas dari tingkat pengawasan. Sebaliknya, budaya organisasi akan lebih efektif meningkatkan kinerja jika didukung oleh pengawasan yang kuat.

Dampak dan Implikasi

Hasil riset ini memberikan arah kebijakan yang jelas bagi pemerintah daerah:

  • Pengembangan kompetensi ASN harus menjadi prioritas utama melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan
  • Budaya organisasi perlu diperkuat melalui internalisasi nilai kerja yang konsisten
  • Sistem pengawasan harus ditingkatkan agar mampu memperkuat implementasi budaya organisasi

Muhammad Mustofa Fahmi dari Universitas Slamet Riyadi menegaskan bahwa kompetensi merupakan fondasi utama kinerja ASN, sementara pengawasan berfungsi sebagai penguat dalam memastikan budaya organisasi berjalan efektif.

Temuan ini relevan bagi pemerintah daerah lain yang ingin meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui reformasi birokrasi berbasis data.

Profil Penulis

  • Muhammad Mustofa Fahmi –  Universitas Slamet Riyadi

Sumber Penelitian

Fahmi, M. M. (2025). The Influence of Civil Servant Competence and Organizational Culture on Civil Servant Performance with Supervision as a Moderating Variable at the Regional Secretariat of Ponorogo Regency. International Journal of Educational Technology Research (IJETR), Vol. 4 No. 1, hlm. 21–32.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijetr.v4i1.294

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijetr